You are browsing the archive for syukur.

by Phei

Cara Hidup ala Jerry

9:31 am in Renungan by Phei

Satu cerita menarik yang patut kita jadikan bahan pelajaran tentang seorang manager restoran di Amerika yang bernama Jerry. Dia adalah orang yang selalu bersemangat baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan. Jika seseorang bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan selalu menjawab, “Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar!” Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja, sehingga mereka dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang lain.

Alasan mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry karena sikapnya. Jerry adalah seorang motivator alami, jika karyawannya sedang mengalami hari yang buruk, dia selalu ada di sana, memberitahu karyawan tersebut bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialami. Suatu hari ada seorang yang sangat penasaran dengan Jerry dan ia bertanya padanya, “Aku tidak mengerti! Tidak mungkin seseorang menjadi orang yang berpikiran positif sepanjang waktu. Bagaimana kamu dapat melakukannya?”

Jerry menjawab, “Tiap pagi aku bangun dan berkata pada diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang jelek. Aku selalu memilih dalam suasana yang baik. Tiap kali sesuatu terjadi, aku dapat memilih untuk menjadi korban atau aku belajar dari kejadian itu. Aku selalu memilih belajar dari hal itu. Setiap ada sesorang menyampaikan keluhan, aku dapat memilih untuk menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya.. Aku selalu memilih sisi positifnya.”

“Tetapi tidak selalu semudah itu,” protes orang itu. “Ya, memang begitu,” kata Jerry, “Hidup adalah sebuah pilihan. Saat kamu membuang seluruh masalah, setiap keadaan adalah sebuah pilihan. Kamu memilih bagaimana bereaksi terhadap semua keadaan. Kamu memilih bagaimana orang-orang disekelilingmu terpengaruh oleh keadaanmu. Kamu memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk. Itu adalah pilihanmu, bagaimana kamu hidup. Beberapa tahun kemudian Jerry mengalami musibah yang tak pernah terpikirkan terjadi dalam bisnis restoran: membiarkan pintu belakang tidak terkunci pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang bersenjata.

Saat mencoba membuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan salah memutar nomor kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya. Untungnya, Jerry cepat ditemukan dan segera dibawa ke rumah sakit. Setelah menjalani operasi selama 18 jam dan seminggu perawatan intensif, Jerry dapat meninggalkan rumah sakit dengan beberapa bagian peluru masih berada di dalam tubuhnya. Orang yang dulu menanyai Jerry melihat Jerry enam bulan setelah musibah tersebut.

Orang itu kembali bertanya pada Jerry apa yang Jerry pikirkan saat terjadinya perampokan. “Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah bahwa aku harus mengunci pintu belakang,” jawab Jerry. “Kemudian setelah mereka menembak dan aku tergeletak di lantai, aku ingat bahwa aku punya dua pilihan: aku dapat memilih untuk hidup atau mati. Aku memilih untuk hidup.”

“Apakah kamu tidak takut?” tanyanya. Jerry melanjutkan, “Para ahli medisnya hebat. Mereka terus berkata bahwa aku akan sembuh. Tapi saat mereka mendorongku ke ruang gawat darurat dan melihat ekspresi wajah para dokter dan suster aku jadi takut. Mata mereka berkata ‘Orang ini akan mati’. Aku tahu aku harus mengambil tindakan.”

“Apa yang kamu lakukan?” tanya orang itu. “Disana ada suster gemuk yang bertanya padaku,” kata Jerry. “Dia bertanya apakah aku punya alergi. ‘Ya’ jawabku.. Para dokter dan suster berhenti bekerja dan mereka menunggu jawabanku. Aku menarik nafas dalam-dalam dan berteriak, ‘Peluru!’ Ditengah tertawa mereka aku katakan, ‘Aku memilih untuk hidup. Tolong aku dioperasi sebagai orang hidup, bukan orang mati’.”

Jerry dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi juga karena sikapnya hidupnya yang mengagumkan. Aku belajar dari dia bahwa tiap hari kamu dapat memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu atau membencinya. Satu hal yang benar-benar milikmu yang tidak bisa dikontrol oleh orang lain adalah sikap hidupmu, sehingga jika kamu bisa mengendalikannya dan segala hal dalam hidup akan jadi lebih mudah.

by Phei

Syukur Untuk Hari Ini

9:40 pm in Renungan by Phei

Tiada kata yang dapat kita sampaikan kepada Tuhan Penguasa yang agung selain ucapan syukur yang takkan henti-hentinya bisa kita ucapkan. Mungkin ada di antara teman-teman yang pernah merasakan tamparan halus pada hati kalian, yang hampir dibutakan oleh hasrat dan keinginan duniawi. Impian yang hampir kita lupakan dan betapa besar campur tangan Tuhan dalam hidup kita.

Betapa hampir kita lupa bahwa tenaga dan kekuatan ini hanya ada atas kehendakNya. Ya, Ia tidak membuat kita terlahir dengan suatu kekurangan. Bahkan Ia yang memberikan anugerah yang sangat indah dalam hidup kita. Anugerah atas ukiran diri kita yang amat sempurna, yang ditiupkanNya napas bagi kita yang tak bernyawa dan diberinya hati yang tulus yang tiada henti mengalun setiap hari. DiberiNya telinga bagi kita untuk mendengar setiap panggilan-panggilan lembutNya. Telinga yang bahkan takkan kita pahami cara kerjanya yang sangat detail.

Tak ada hukum apapun di dunia yang dapat merumuskan ciptaanNya. Karena kita tidak lebih seniman daripada Allah Tuhan kita. Hari ini ada baiknya kita mengawali setiap langkah-langkah kita dengan doa. Karena mungkin bisa saja kita tersandung saat berjalan dan mengalami hambatan. Hari ini kami ingin mengajak teman-teman untuk lebih mendekatkan diri lagi padaNya. Janganlah kita dibutakan hanya karena kebutuhan dunia.

Mulailah dengan berpikir positif dalam hidup kita. Tersenyumlah pada setiap orang yang kalian temui hari ini. Awali dengan rasa peduli kalian, dan jika itu bisa kalian lakukan tiap hari, maka kita percaya bahkan Tuhan pun akan memberi kita rejeki dengan senyum yang tulus juga. Karena apa yang kita lakukan setiap hari dan yang kita lakukan pada saudara kita, itu juga berarti kita lakukan juga pada Tuhan kita.

Jalani harimu tanpa keluhan, karena setiap keluhan hanya akan membawa kegagalan. Orang yang berhasil adalah orang yang bisa tersenyum pada hidupnya. Orang yang mulai berkata “Ya, aku bisa melaluinya!” Karena kitapun kadang tidak sadar dengan setiap keluhan kita pada hidup dan pada Pencipta. Bagi teman-teman yang mungkin mudah sekali emosi, cobalah mulai mengatakan pada dirimu dalam hati “Sabar…sabar…” Latihan kecil yang kita lakukan setiap hari juga pasti akan menjadikan diri kita yang baru dan sabar di hari esok.

Hari ini kami ingin mengajak teman-teman untuk merenungi segala yang telah kita perbuat. Teman-teman yang merasa hari ini begitu sial bagi kalian atau bahkan mungkin ada yang sampai kehilangan suatu yang berharga, coba kita instropeksi diri kita dulu. Mungkin ada ucapan dan tindakan kita yang akhirnya membuat diri kita sendiri kehilangan gairah sehingga akhirnya merusak satu hari dalam hidup kita. Karena hidup ini terlalu indah untuk kita lewatkan hanya dengan mengeluh.

by Phei

Mencintai dan Dicintai Hidup

11:03 pm in Renungan by Phei

Teman-teman adakah hari ini ketika kalian terbangun dari tidur sudah mengucapkan rasa syukur terlebih dahulu? Mungkin ada yang sudah berdoa dan bersyukur, tetapi ada juga yang lupa melakukannya. Mungkin karena kita terburu-buru ingin melakukan aktifitas pagi kita karena sudah terlambat. Atau karena kita benar-benar tidak ingat sama sekali untuk bersyukur.

Hmm… gak enak juga rasanya kalau kita yang terbiasa mengucapkan doa tiba-tiba lupa melakukannya. Pasti seharian yang kalian lalui akan terasa kosong buat kita. Gak jarang juga karena sangking sibuknya kita dengan aktivitas kita sehari-hari kita jadi gak ingat sama sekali sama yang di Atas. Pernah gak kalian merasa kacau setiap hari? Atau merasa masalah tuh rasanya gak pernah berhenti, selalu ada saja setiap harinya.

Mungkin mulai dari kita bangun tidur kita sudah mengumpat karena alaram wekker tidak berbunyi, ketika ingin menggosok gigi kita lupa membeli odol yang sudah habis, ketika mau sarapan karena terburu-buru kita tersandung dan menjatuhkan sarapan kita. Hingga dalam satu hari itu kita terus saja mengalami kesialan.

Tapi tunggu dulu, coba kita flash back kembali. Seandainya saja kita tidak mengawali hari kita dengan beragam umpatan mungkin kejadian yang kita alami gak akan seburuk itu. Mulailah kita belajar bersyukur dengan lebih mencintai kehidupan kita. Dengan mulai mensyukuri apa yang sudah kita miliki. Bayangkan saja betapa banyaknya orang di luar sana yang mungkin tidak mendapat anugerah sebaik kita.

Kita bisa mulai mencintai kehidupan kita dengan tersenyum dalam menghadapi setiap masalah, hanya yakini saja bahwa Dia yang memberi kita masalah tidak akan mungkin lupa untuk memberi kita jalan keluarnya. Kita percaya saja bahwa hidup kita adalah hidup yang terindah di dunia.

Teman-teman jika kalian mulai mencintai hidup kita, maka hidup ini juga pasti akan kembali mencintai kita. Semuanya pasti akan kembali lagi kepada kita. Cintai hidupmu dengan terus bersyukur dan berjuang tanpa akhir, ketika kalian ingin berhenti dari hidup kalian cobalah untuk berhenti karena kalian hanya ingin beristirahat. Tapi ketika kalian sudah cukup tenaga, maka mulailah berkarya kembali dengan terus mencintai hidup kalian. Nah, selamat berjuang ya ^_^.