Posts Tagged rumah tangga

Lima Ciri-Ciri Wanita Modern

Kalau kamu denger kata-kata “Wanita Modern”, apa sih yang muncul di pikiran kamu? Apakah wanita yang bisa kerja sendiri, wanita yang ikut kata suami terus atau Wonder Woman? Aku bakal sebutin kemampuan atau ciri-ciri wanita modern. Entar kasih tau ya mana yang menurut kamu bener? Kalo sama-sama share, kita ‘kan bisa saling belajar.

1. Mempunyai Penghasilan Sendiri

Hal ini sangat penting mengingat meningkatnya angka perceraian jaman sekarang ini.  Mau tidak mau jika kita tidak memiliki penghasilan sendiri, kemungkinan saat kita bercerai, kita akan kerepotan masalah dana hidup kita selanjutnya. Selain itu alasan lain adalah  untuk menghindari kesepian di rumah saat suami kita bekerja. Selain itu juga wanita yang mandiri lebih disayang oleh pria karena wanita yang berpenghasilan memiliki “power” tersendiri di mata suami atau pacar mereka. Asalkan kita tetap memperhatikan keluarga dan suami kita secara adil.

2.  Mempunyai Investasi atau Tabungan

Penting bagi wanita untuk mempunyai tabungan atau investasi dalam bentuk apapun. Caranya adalah dengan menabung 10% dari penghasilan kita (baik dari pekerjaan atau tambahan dari suami) untuk keperluan investasi. Investasi yang paling mudah bagi kita adalah tabungan berupa emas. Kalau tidak terlalu suka kita bisa gunakan tabungan deposito agar lebih aman. Survey dan pilihlah Bank yang benar-benar memberi kita kenyamanan dalam menabung.

3.  Punya Segala Jenis SIM (Baik A Maupun C)

Wanita masa kini dituntut untuk bisa pergi kemanapun dan menyetir kendaraan sendiri. Hal ini juga penting karena mandiri seperti ini juga sangat bermanfaat bagi teman-teman kita wanita. Suami atau pacar tentu tidak bisa diandalkan 24 jam untuk mengantar kita pergi ke tempat yang kita inginkan. Wanita yang selalu tergantung menyebabkan suami atau pacar kita cepat jenuh dan lelah harus mengantar kita terus. Berbeda saat awal masa pacaran mungkin mereka masih siap sedia bagi kita, tapi lambat laun mereka akan merasa jenuh dengan ketidak mandirian kita. Kalau tidak terpaksa, berangkatlah sendiri dengan menggunakan transportasi umum yang aman.

4.  Memiliki Asuransi Jiwa

Satu ini juga penting karena dengan asuransi kita merasa aman dan tidak perlu merepotkan pihak lain bila nanti sewaktu-waktu terjadi sesuatu dengan kita. Carilah asuransi yang benar-benar telah memiliki nama. Sisihkan 10% penghasilan anda untuk asuransi keselamatan atau kesehatan kita. Kita tidak akan merepotkan anak kita kelak atau menggunakan tabungan masa depan kita jika terjadi sesuatu.

5.  Punya Beberapa Keahlian (sstt… dan aneka jenis resep masakan)

Yang terakhir ini juga penting, rebut hati dia dengan aneka masakan dan keahlian kita. Kita bisa ambil beberapa kursus bila kita punya banyak waktu luang. Tahu gak, kebanyakan lelaki atau suami yang berselingkuh karena ia menemukan “dapur” lain yang lebih enak. Gak ada salahnya kok kita belajar memasak atau ketrampilan lain seperti menjahit atau membuat kue. Beri suami kita kejutan menu yang berbeda setiap harinya, atau sesekali buatkan sesuatu dari hasil usaha kita sendiri. Dijamin deh suami atau cowok kita akan susah untuk melirik wanita lain. Kalaupun masih ngelirik berarti memang dasarnya dia cowok genit, hehe…

  • Share/Bookmark

Tags: , , ,

Persepsi Sebuah Kebahagiaan

Siapa nih diantara teman-teman yang hari ini sedang meratapi hidup? Gak perlu malu buat ngakuin kebosanan kita dalam menjalani hidup, setiap orang pasti pernah merasa jenuh dengan hidup kita, bahkan kalo bisa kita berharap untuk bisa berganti hidup dengan orang lain, hehe…

Sebenarnya gampang banget kok cara untuk membuat hidup lebih ceria, yaitu dengan akal dan hati kita. Nah lho gimana tuh? Cara terbaik adalah beri fokus pada akal kita hanya untuk memikirkan hal-hal yang meneyenangkan saja. Selama ini mungkin kita hanya menyuruh otak kita hanya untuk fokus pada hal-hal buruk yang menimpa kita, sekarang coba kita ubah dengan memikirkan kejadian yang paling membuat kita bahagia. Dan fungsi dari hati adalah untuk membuat kita lebih tenang setelah membayangkan keberhasilan apa yang sudah pernah kita buat dulu.

Kebahagiaan itu tidak sama masing-masing orang. Kita ambil contoh antara seorang anak kecil dan seorang gadis ABG. Seorang anak mungkin akan sangat bahagia bila ia diberi sebatang permen atau cokelat. Berbeda dengan seorang gadis yang akan berbunga-bunga hatinya saat ditaksir cowok. Kebutuhan kita akan kebahagiaan tergantung dari persepsi kita sendiri.

Kebahagiaan itu relatif, bukan dari seberapa banyak kekayaan yang kita punya, bukan juga karena kita bisa memenangkan lotre berhadiah jutaan. Buktinya banyak orang kaya yang sebenarnya tidak benar-benar “kaya”. Mungkin secara materi mereka tidak kekurangan tetapi bisa jadi ia menyimpan banyak kekawatiran baik dengan usahanya, kekayaannya, maupun keluarga.

Kebahagiaan itu berasal dari persepsi kita sendiri. Tidak akan ada gunanya jika kita bisa menjadi orang terkaya di dunia tetapi persepsi kita pada hidup buruk. Buktinya banyak juga mereka yang hidup kekurangan tetapi bisa memiliki keluarga yang utuh dan bahagia. Semua tergantung dari bagaimana kita menghormati apa yang telah kita capai selama ini

Coba deh mulai hari ini mulai kita rubah persepsi kita. Jangan hanya memikirkan kegagalan dan jumlah kekayaan yang belum kita miliki, tetapi fokuslah dengan apa yang telah kita raih dan miliki saat ini. Bukankah kita masih diberi kesehatan, keluarga yang utuh, atau masih diberi suara oleh Tuhan untuk protes ;p

Berbahagialah karena apa yang telah kita punyai, maka segala yang kita impikan akan pelan-pelan tercapai. Okay, still believe and happy. ^_^

  • Share/Bookmark

Tags: , , , , ,

KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) sudah normal, sekarang musimnya KDP (Kekerasan Dalam Pacaran)

Di  media massa beberapa tahun terakhir ini terungkap banyak kasus KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), dengan berbagai variasi kekerasannya. Mulai dari tingkat ringan hingga berat, baik secara fisik atau phsikis. Pemicunya pun berbeda-beda mulai masalah ekonomi, anak, keluarga pasangan sampai dengan pria / wanita idaman lain (PIL / WIL). Terkadang hal ini dimaklumi oleh masyarakat karena ‘stres’ atau karena kelainan jiwa dan ujung-ujungnya hanya hukuman untuk si pelaku kekerasan.

Lalu bagaimana dengan pemulihan bagi si korban?

Pemulihan secara fisik ataupun phsikis belum terlalu diperhatikan bagi si korban kekerasan. Sehingga tak jarang si korban masih mengalami trauma dalam menjalani hidupnya sehari-hari.

Terutama jika kekerasan terjadi dalam keluarga, korban yang paling menderita adalah  anak-anak, , baik mereka sebagai korban langsung ataupun tidak langsung. Kejadian yang anak-anak rekam  saat masa kecil, akan menetap sampai dewasa. Serta masih akan mempengaruhi mereka sampai mereka beranjak pada masa pubertas ataupun masa dewasanya.

Lalu bagaimana dengan  KDP (Kekerasan Dalam Pacaran) yang saat ini marak di masyarakat kita, mulai dari mereka yang usai belasan tahun hingga dewasa, bahkan tak jarang bujangan yang telat nikah menjadi korban bagi calon pasangannya. Pemerasan harta dengan iming-iming akan dinikahi dan untuk masa depan calon pasangan memang masuk akal. Bahkan bagi anak-anak usia yang masih belia / belasan tahun berpacaran dengan usia yang lebih muda yang  menjanjikan untuk kemapanan hidup, tapi tak jarang sang pacar menjadi korban dari pemerasan harta sampai kehormatan.

Jika kita melihat hal ini , apakah bisa dikatakan, bahwa KDP adalah akibat dari KDRT yang sedang terjadi di masyarakat kita, baik secara langsung maupun tidak ?

Sumbangkanlah pikiran-pikiran anda pada kami, guna melindungi generasi muda kita dari KEKERASAN  dalam rumah tangga ataupun  dalam pacaran, baik yang terlihat terang-terangan ataupun hanya samar. Agar kita bisa saling jaga dan waspada satu sama lain. Walaupun KDRT atau KDP bukan berasal dari keluarga atau lingkungan kita.

  • Share/Bookmark

Tags: ,

Powered by Yahoo! Answers