Posts Tagged pendidikan

Launching Film Sang Pemimpi

image1 Launching Film Sang PemimpiTeman-teman penggemar buku serial Laskar Pelangi mungkin sudah melihat film seri pertama dari buku best seller tersebut. Di akhir tahun nanti kita akan kembali disuguhi lanjutan nomor dua dari film yang masuk jajaran box office.

Kali ini sekuel kedua yang berjudul ”Sang Pemimpi” akan segera ditayangkan pada tanggal 17 Desember mendatang serentak di seluruh Indonesia. Mengingat film tersebut akan tayang menjelang liburan panjang akhir tahun maka disarankan bagi teman-teman yang sudah tidak sabar ingin menonton film tersebut segera memesan tiketnya hari ini.

Setahu kita sudah ada beberapa bioskop yang membuka tempat bagi teman-teman yang mau membeli tiket filmnya lebih dulu. Yang jelas film ini akan sama booming-nya dengan bukunya sediri. Sedikit ulasan mengenai isi dari film ini sendiri. Dikisahkan mengenai kehidupan Haikal (pemeran utama) yang sudah beranjak dewasa dan telah lulus dari sekolahnya di Belitong.

Masa setelah Haikal lulus SMA ia berupaya pergi merantau ke Jakarta bersama sahabatnya. Menceriterakan lika-liku dan perjuangan seorang bocah daerah yang memiliki cita-cita tinggi untuk menuntut ilmu di Ibu kota. Akan ada banyak pelajaran yang dapat kita petik dari film tersebut.

Kita akan disuguhi semangat juang seorang anak yang tidak lelah dalam menuntut ilmu dan mengejar cita-citanya. Film ini dapat dijadikan tontonan bagi keluarga. Selain menjadi pendidikan bagi anak kita, film ini juga menjadi flash back dan penyemangat bagi kita sebagai orang dewasa yang mungkin sudah lama kehilangan passion dan semangat muda kita.

Jadi jangan lewatkan film satu ini, selain sebagai pengisi waktu saat liburan panjang akhir tahun nanti, film ini juga bisa kita jadikan bahan bakar pendorong kita untuk menghadapi tahun 2010 yang penuh dengan tantangan. Jangan lupa juga untuk ikut dalam diskusi di Warung Curhat kita.

  • Share/Bookmark

Tags: , , , ,

Otak vs. Mode

Teman-teman khususnya yang berkelamin wanita, hehe… pernah gak kita jalan-jalan ke mall terus melihat ada seorang wanita yang dari atas sampai bawah full-branded. Mulai dari anting berlian ala Frank & Co, terusan Guess, tas tangan Gucci, wajah bersih mengkilap plus make up ala bintang film Hollywood, jam tangan bertahtakan berlian dan gak lupa BB (Black Berry) super mewah nyantol di tangan.

Tapi tiba-tiba waktu ada yang mendekati dan menanyakan arah jalan wanita itu cuma melongo dan acuh sambil terus jalan sambil tiada henti mandangin BB. Ck…ck…ck… fenomena ala mini sudah bisa kita temui di setiap tempat lho, apalagi mall-mall yang dipenuhi kalangan borjuis. Baik yang benar-benar borjuis atau hanya sekedar berlagak seperti kaum berduit. Semua mall-mall di kota besar di tanah air sudah banyak menyediakan pemandangan seperti itu lho.

Tapi sadar gak sih, kita sebagai cewek jaman sekarang akhirnya jadi cumin mentingin penampilan aja, tetapi otak kita benar-benar kosong. Bukan bermaksud kasar, hanya saja jadi risih saja kan kalo kita melihat wanita Indonesia semakin gak berotak. Akibatnya kita jadi diperbudak sama brands dan ego kita saja tanpa memikirkan lagi betapa pentingnya kita meng-upgrade otak kita juga.

Kasus yang sering terjadi seorang wanita mati-matian berdandan dan menonjolkan bagian tubuh hanya untuk menarik perhatian lawan jenis. Tetapi sadar gak sih kalo lawan jenis itu lebih tertarik pada inner beauty kita. Dari sekian banyak teman pria yang kita tanyain, kebanyakan dari mereka menjawab, lebih mempertimbangkan calon istri yang gak hanya menonjol secara fisik tapi juga benar-benar smart. Rasa kagum seorang pria lebih tertuju pada pesona seks secara inner lho. Istilah lainnya pada aura yang terpancar pada diri seorang wanita.

Mulai dari rasa PeDe (percaya diri) terhadap diri sendiri, terus nyambung kalau diajak bicara. Hal itu bakal jadi magnet tersendiri untuk menarik perhatian lawan jenis. Sebaliknya, pria bakalan ilfell sama wanita yang cenderung menonjolkan fisik mereka, entah itu pakaian dengan belahan dada rendah sampai rok yang terlalu mini. Lelaki cenderung melihat wanita seperti itu hanya untuk dijadikan kesenangan sesaat saja.

Jadi penting juga lho kita sebagai wanita untuk lebih smart dalam bertingkah laku. Mulailah dengan menambah wawasan kita melalui banyak membaca, berdandan dan melakukan perawatan itu memang penting. Tetapi lebih baik lagi bila diimbangi dengan tingkat pengetahuan kita. Dijamin deh semua “adam” pasti akan tertarik sama kamu. Jangan mau dong dibilang cantik tapi culun, setuju? ^_^6

  • Share/Bookmark

Tags: , ,

Polah Asuh Anak

Seorang anak itu ibarat kain putih yang belum tergambar dan tercoret oleh noda apapun. Hal yang perlu diingat adalah bahwa seorang anak itu selalu meniru dunia orang dewasa. Karakter mereka belum sepenuhnya terbentuk, apa yang mereka pelajari berasal dari apa yang mereka lihat di sekitarnya. Contohnya saat ia melihat ibu mereka berdandan tentunya sang anak akan dengan lugunya meniru tindakan tersebut.

Lalu gimana sih yang harus dilakukan orang dewasa untuk membentuk karakter baik seorang anak? Dewasa ini kita tahu bahwa pendidikan secara moral itu sudah hampir tidak ada lagi, dan hal itu pula juga yang membuat kualitas sumber daya manusia semakin menurun. Pendidikan akhlak sendiri digunakan untuk menciptakan keharmonisan manusia. Bagaimana jadinya bila seorang anak kurang pendidikan moral sejak kecil? Saat mereka dewasa mereka pasti juga akan meniru pola asuh dari kedua orang tua mereka dulu. Akibatnya terjadi kemerosotan moral manusia juga.

Lalu gimana cara kita mensiasatinya? Seperti yang kita tahu bahwa di jaman globalisasi saat ini banyak orang tua yang hanya sibuk bekerja untuk mencari uang sebanyaknya, akibatnya anak mereka sendiri hanya terdidik secara materi tanpa adanya pengawasan langsung dari orang tua. Hal ini perlu kita koreksi kembali sebagai orang tua. Sebagai orang tua kita jangan hanya selalu mementingkan materi bagi anak kita, sehingga kita jadi melupakan hal terpenting bagi seorang anak yaitu kasih sayang dan kepedulian dari orang tua.

Seorang baby sitter yang kita sewa hanyalah alat untuk membantu kita dalam menjaga anak, tetapi pertumbuhan karakter anak kita sendiri tergantung dari kita sebagai orang tua. Pola asuh yang telaten dan sabar adalah kunci sukses kita sebagai orang tua dalam menciptakan karakter baik seorang anak. Yang perlu kita ingat bahwa seorang anak tidak bisa kita salahkan. Pola asuh kitalah yang menyebabkan penyimpangan kehidupan remaja nantinya.

Ketika anak kita melakukan kesalahan itu adalah hal yang wajar. Kita hanya perlu membimbing anak untuk jadi lebih baik. Sebagai orang tua, sudah menjadi tugas kita untuk mencurahkan waktu bagi buah hati kita. Mungkin nantinya akan ada berbagao sikap menyimpang mereka yang mungkin membuat kita hilang control dan kesabaran, dan bila hal itu terjadi maka penanganan pertama adalah kita segera melakukan intropeksi diri. Sudahkah kita bertingkah laku baik di depan anak-anak kita?

Anak itu ibarat cermin yang akan meniru segala tindakan dan ucapan kita. Kesabaran adalah kunci utama pendidikan dini anak kita, mungkin nantinya akan ada berbagai pertanyaan-pertayaan aneh yang dilontarkan si kecil untuk kita, tetaplah bersabar dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukannya. Ingatlah bahwa anak itu kadang bisa memberi kita pelajaran berharga yang tidak akan bisa kita duga sebelumnya. Ingatlah untuk tidak menunjukkan perlakuan kasar seperti tindakan memukul atau memaki anak kita karena secara psikologis hal itu akan tertanam di pikirannya sampai ia dewasa kelak. Gimana menurut teman-teman?

  • Share/Bookmark

Tags: , , , ,

Trend Apa Trend Ya?

Pernah denger game online gak? Sebangsa game Ayodance, R.O, ataupun R.F. Ada juga mungkin diantara temen-temen yang suka maenin game-game online tersebut, memang harus diakui bermain game itu sangat menyenangkan dan membuat ketagihan serta penasaran. Sekali maen mungkin masih biasa saja, setelah diulang beberapa kali ketagihan juga kita.

Herannya juga sekarang yang maen game-game online gak cuma kita-kita yang SMU ataupun di atas 20an, bahkan anak-anak SD juga gandrung bermain game-game tersebut. Yang bikin geleng-geleng nih ya, sampe ada yang bolos sekolah lho. Anak-anak ini bukannya belajar malah pergi ketempat player. Setelah ditanya alasannya lebih asyik nge-game daripada dengerin guru ngajar. Salah satu sumber kami juga bilang kalo banyak teman juga yang bolos buat maen game.

Jadi latah nih ceritanya, karena melihat temen-temennya yang bolos sekolah temen yang lain ikut-ikutan bolos. Fenomena ini sebenernya udah umum kita jumpai di berbagai tempat-tempat yang menyediakan layanan game online. Tidak sedikit juga anak-anak yang walau masih SD sudah pintar merayu dan menipu lawan jenisnya saat bermain game. Ada juga yang bermodus “Hode” alias pura-pura menjadi lawan jenis.

Bayangin aja temen-temen jika itu adik atau saudara kita sendiri, pasti miris rasanya. Keluguan seorang anak SD yang harusnya masih bermain kelereng atau lompat tali, sekarang berganti dengan trend anak ABG. Mulai dari jurus merayu hingga gombalan maut sudah bisa dikuasai. Tidak jarang mereka yang “hode” hanya bermaksud ingin memeras orang lain.

Anak SD sudah belajar menipu, lalu bagaimana kelak jika mereka sudah besar nanti? Bisa jadi akan muncul banyak tindak kriminal di hari esok. Trend seperti ini perlu dibasmi sejak dini, jika terus dibiarkan akan menyebabkan kebobrokan moral di kemudian hari. Bagi para orang tua bisa mulai memberi perhatian dan pengertian pada tiap buah hati kita, soalnya jaman orang tua dulu dan jaman anak sekarangkan beda.

Teknologi sudah semakin canggih. Kita sebagai orang tua mungkin juga tidak ikut mengikuti setiap perkembangan jaman. Kalo anak-anak kita kepingin bermain game ada baiknya kita ikut membimbing dan mencari informasi tentang game yang jauh lebih aman dan mendidik. Buat para aparat harus lebih sering lagi mengadakan razia pelajar. Semoga buah hati kita nantinya tidak mengikuti trend tersebut.

  • Share/Bookmark

Tags: , ,

Pidato Presiden Barack Obama – Kembali ke Sekolah

Sosok Presiden Barack Obama sudah tidak asing lagi bagi dunia. Pidato yang dia sampaikan tanggal 8 September lalu di Arlington, Virgina, memberikan kesan yang luar biasa bagi murid-murid yang akan memasuki tahun pengajaran baru. Sosok yang dulunya memiliki banyak kekurangan mampu membakar semangat pelajar-pelajar dari TK sampai SMA. Di dalam pidatonya, beliau berbicara dari pengalaman pribadinya sampai menunjukan keuntungan pelajar-pelajar masa kini. Mau baca lebih lanjutnya? Kalian bisa baca di http://www.whitehouse.gov/MediaResources/PreparedSchoolRemarks/, atau bagi kalian yang lebih suka baca dalam bahasa Indonesia, aku sudah terjemahin buat kalian. Jadi tunggu apa lagi? Baca aja. Aku jamin kalian pasti bakal lebih semangat bersekolah ataupun bekerja!

Persiapan Pidato Presiden Barack Obama
‘Kembali ke Sekolah’

Arlington, Virginia
8 September 2009

Presiden: Hallo semua – Bagaimana keadaan kalian hari ini? Saya di sini bersama dengan siswa di Wakefield High School di Arlington, Virginia. Dan kita punya siswa tuning dari seluruh Amerika, dari TK sampai kelas dua belas. Saya senang kalian semua bisa bergabung bersama kami hari ini.

Saya tahu bahwa banyak dari anda yang baru menjalani hari pertama sekolah. Dan bagi anda yang di TK, atau baru mulai sekolah menengah atau sekolah tinggi, adalah hari pertama kalian di sekolah baru, sehingga bisa dimengerti jika kalian sedikit gugup . Bisa saya bayangkan ada beberapa senior di luar sana yang sudah merasa cukup baik sekarang ini, hanya tersisa satu tahun lagi sebelum mereka lulus. Dan tidak peduli di kelas mana kalian, sebagian dari kalian mungkin berharap masih menjalani musim panas, dan kalian bisa tinggal di tempat tidur sedikit lebih lama pagi ini.

Saya tahu perasaan itu. Ketika saya masih muda, keluarga saya tinggal di Indonesia selama beberapa tahun, dan ibu saya tidak punya uang untuk mengirim saya ketempat di mana semua anak-anak Amerika pergi ke sekolah. Jadi, dia memutuskan untuk mengajarkan pelajaran tambahan kepada saya sendiri , Senin sampai Jumat – pada pukul 4:30 pagi.
Sekarang saya tidak terlalu senang untuk bangun sepagi itu. Dalam banyak waktu, saya jatuh tertidur di meja dapur. Tapi setiap kali saya mengeluh, ibu saya hanya akan memberi saya satu tatapan dan berkata, “Ini juga bukan piknik untukku, Bung.”

Jadi saya tahu sebagian dari kalian masih menyesuaikan diri untuk bisa kembali di sekolah. Tapi saya di sini hari ini karena saya memiliki sesuatu yang penting untuk didiskusikan dengan kalian, saya di sini karena saya ingin berbicara dengan Anda tentang pendidikan kalian dan pengharapan kalian dalam tahun ajaran baru ini.

Saya sudah memberikan banyak pidato tentang pendidikan. Dan saya telah berbicara banyak tentang tanggung jawab.

Saya telah berbicara tentang tanggung jawab guru kalian untuk memberi kalian inspirasi, dan mendorong kalian untuk belajar.

Saya telah berbicara tentang tanggung jawab orangtua kalian untuk memastikan kalian tetap focus menyelesaikan pekerjaan rumah kalian, dan tidak menghabiskan setiap jam di depan TV atau dengan Xbox.

Saya sudah berbicara banyak tentang tanggung jawab pemerintah untuk menetapkan standar yang tinggi, mendukung para guru dan kepala sekolah, dan membenarkan sekolah yang tidak berjalan dengan semestinya dimana para pelajar tidak mendapatkan kesempatan yang layak.

Tapi pada akhirnya, kita dapat memiliki guru yang paling berdedikasi, yang paling mendukung orang tua, dan sekolah-sekolah terbaik di dunia – dan tidak satu pun menjadi masalah kecuali kalian memenuhi semua tanggung jawab kalian. Kecuali kalian hadir di sekolah; memberi perhatian kepada orang guru; mendengarkan orang tua, kakek-nenek dan orang dewasa lainnya, dan bekerja keras untuk meraih keberhasilan.

Dan itulah yang saya ingin fokuskan pada hari ini: tanggung jawab masing-masing dari kalian bagi pendidikan kalian. Saya ingin memulainya dengan tanggung jawab kalian pada diri kalian sendiri.

Setiap dari kalian memiliki sesuatu yang kalian kuasai. Setiap individu dari kalian mempunyai sesuatu untuk diberikan. Dan kalian punya tanggung jawab pada diri sendiri untuk menemukan apa itu. Itu kesempatan yang pendidikan dapat sediakan

Mungkin kalian bisa menjadi seorang penulis yang baik – bahkan mungkin cukup baik untuk menulis sebuah buku atau artikel di koran – tapi kalian mungkin tidak mengetahuinya sampai kalian menulis makalah untuk kelas bahasa Inggris kalian. Mungkin kalian bisa menjadi seorang inovator atau seorang penemu – mungkin bahkan cukup baik untuk menemukan iPhone berikutnya atau obat atau vaksin baru – tetapi kalian mungkin tidak mengetahuinya sampai kalian melakukan proyek untuk kelas pengetahuan alam. Mungkin kalian bisa menjadi wali kota atau senator atau Hakim Mahkamah Agung, tetapi kalian mungkin tidak tahu sampai kalian bergabung dengan organisasi sekolah atau tim debat.

Dan tak peduli apa yang ingin Anda lakukan dengan hidup Anda – saya menjamin bahwa Anda akan memerlukan pendidikan untuk melakukannya. Kalian ingin menjadi seorang perawat atau seorang arsitek, seorang pengacara atau anggota militer? Anda akan membutuhkan pendidikan yang baik untuk i masing-masing profesi. Kalian tidak bisa berhenti dari sekolah dan mendapatkan pekerjaan yang baik. Kalian harus bekerja untuk itu dan berlatih untuk itu dan belajar untuk itu.

Dan ini bukan hanya penting bagi kehidupan kalian sendiri dan masa depan kalian sendiri. Apa yang kalian peroleh dari pendidikan kalian akan memutuskan masa depan negara ini juga. Apa yang kalian pelajari di sekolah hari ini akan menentukan apakah bangsa kita dapat mencapai tantangan terbesar di masa depan.

Kalian akan membutuhkan pengetahuan dan kemampuan memecahkan masalah yang kalian pelajari dalam pengetahuan alam dan matematika untuk menyembuhkan penyakit seperti kanker dan AIDS, dan untuk mengembangkan teknologi energi baru dan melindungi lingkungan kita. Kalian akan memerlukan pemahaman dan keterampilan berpikir kritis yang kalian dapatkan dalam sejarah dan ilmu-ilmu sosial untuk melawan kemiskinan dan tuna wisma, kejahatan dan diskriminasi, dan membuat bangsa kita lebih adil dan lebih bebas. Kalian akan membutuhkan kreativitas dan kecerdikan kalian di semua kelas untuk membangun perusahaan baru yang akan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian kita.

Kami membutuhkan masing-masing dari kalian untuk mengembangkan bakat, keterampilan, dan intelektual sehingga kalian dapat membantu memecahkan masalah kita yang paling sulit. Jika kalian tidak melakukan hal itu – jika kalian berhenti dari sekolah – kalian tidak hanya berhenti pada diri sendiri tetapi kalian juga berhenti dari negara kalian.

Saya tahu tidak selalu mudah untukk berprestasi baik di sekolah. Saya tahu banyak dari kalian yang memiliki tantangan dalam kehidupan yang membuat kalian tidak focus pada kegiatan sekolah.
Saya mengerti. Saya tahu bagaimana rasanya. Ayah saya meninggalkan keluarga saya ketika saya berumur dua tahun, dan saya dibesarkan oleh seorang ibu yang berjuang bertahan hidup, membayar tagihan dan tidak selalu bisa memberikan kita hal-hal yang anak lain dapatkan. Ada saat-saat ketika saya merindukan seorang ayah dalam hidupku. Ada saat-saat dimana saya kesepian dan merasa seperti saya tidak diterima.

Jadi saya tidak selalu fokus seperti seharusnya. Saya melakukan hal-hal yang tidak bisa dibanggakan, dan mendapat lebih banyak kesulitan daripada seharusnya. Dan hidup saya bisa berubah jadi memburuk.

Tapi saya beruntung. Saya mendapatkan banyak kesempatan kedua dan mendapat kesempatan untuk masuk perguruan tinggi, dan sekolah hukum, dan mengikuti mimpi saya. Istri saya, First Lady kita Michelle Obama, memiliki cerita yang hampir sama. Tak seorang pun dari orang tuanya pergi kuliah, dan mereka tidak berkecukupan. Tapi mereka bekerja keras, dan ia bekerja keras, sehingga ia bisa pergi ke sekolah terbaik di negeri ini.

Beberapa dari kalian mungkin tidak memiliki kesempatan tersebut. Mungkin kalian tidak memiliki orang dewasa dalam kehidupan kalian yang memberi kan dukungan yang kalian butuhkan. Mungkin seseorang dalam keluarga kalian telah kehilangan pekerjaan mereka, dan tidak ada cukup uang untuk kebutuhan mereka. Mungkin kalian tinggal di lingkungan di mana kalian tidak merasa aman, atau memiliki teman yang menekan kalian untuk melakukan hal-hal yang kalian tahu tidak benar.

Tetapi pada akhirnya, keadaan hidup kalian – penampilan kalian, di mana kalian berasal, berapa banyak uang yang kalian miliki, apa yang terjadi di rumah kalian- itu bukan alasan untuk mengabaikan pekerjaan rumah kalian atau membuat kalian bersikap buruk. Itu bukan alasan untuk membantah guru kalian, atau absen dari kelas, atau berhenti bersekolah. Itu bukan alasan untuk tidak mencoba.

Di mana kalian sekarang tidak harus menentukan di mana kalian akan berakhir. Tidak ada yang menulis takdir kalian untuk kalian. Di sini, di Amerika, kalian menulis takdir kalian sendiri. kalian membuat masa depan kalian sendiri.

Itulah yang orang-orang muda seperti kalian lakukan setiap hari, di seluruh Amerika.

Anak muda seperti Jazmin Perez, dari Roma, Texas. Jazmin tidak berbicara bahasa Inggris ketika ia pertama kali mulai sekolah. Hampir tidak ada orang di kota kelahirannya pergi ke perguruan tinggi, dan tak satu pun dari kedua orang tuanya pergi ke perguruan tinggi juga. Tapi dia bekerja keras, mendapatkan nilai bagus, mendapat beasiswa ke Brown University, dan sekarang di universitas, belajar ilmu kesehatan, dalam perjalanannya untuk menjadi Dr Jazmin Perez.

Saya sedang berpikir tentang Andoni Schultz, dari Los Altos, California, yang berjuang melawan kanker otak sejak ia berusia tiga tahun. Dia mengalami segala macam perawatan dan operasi yang mempengaruhi daya ingatnya, jadi dia butuh waktu lebih lama – ratusan jam – untuk melakukan pekerjaan sekolahnya. Tapi ia tidak pernah jatuh terpuruk, dan ia menuju ke perguruan tinggi musim gugur ini.

Dan kemudian ada Shantell Steve, dari kota asal saya, Chicago, Illinois. Bahkan ketika berpindah-pindah dari panti asuhan yang satu ke panti asuhan yang lainnya di wilayah yang terburuk, dia berhasil mendapatkan pekerjaan di sebuah pusat kesehatan lokal; memulai sebuah program untuk menjaga orang-orang muda agar tetap keluar dari geng; dan ia hampir lulus SMA dengan mendapat penghargaan dan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Jazmin, Andoni dan Shantell tidak berbeda dari kalian semua. Mereka menghadapi tantangan dalam kehidupan mereka sama seperti kalian. Tapi mereka menolak untuk menyerah. Mereka memilih untuk mengambil tanggung jawab atas pendidikan mereka dan menetapkan tujuan bagi diri mereka sendiri. Dan saya berharap kalian semua juga melakukan hal yang sama.

Itulah sebabnya hari ini, saya mengajak kalian masing-masing untuk menetapkan tujuan kalian sendiri untuk pendidikan kalian – dan untuk melakukan apa saja untuk mencapainya. Tujuan kalian bisa berupa sesuatu yang sederhana, seperti melakukan semua pekerjaan rumah kalian, memperhatikan saat di kelas, atau menghabiskan waktu setiap hari dengan membaca buku. Mungkin kalian akan memutuskan untuk ikut terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler, atau sukarelawan di komunitas kalian. Mungkin kalian akan memutuskan untuk membela anak-anak yang sedang digoda atau ditindas karena siapa mereka atau bagaimana penampilan mereka, karena kalian percaya, seperti saya, bahwa semua anak berhak mendapatkan lingkungan yang aman untuk belajar dan mengerti.
Mungkin kalian akan memutuskan untuk lebih memperhatikan diri kalian sendiri sehingga kalian bisa menjadi lebih siap untuk belajar. Dan seperti itu, saya berharap kalian rajin mencuci tangan, dan tinggal di rumah ketika kalian tidak merasa sehat, sehingga kita bisa mencegah orang terkena flu di musim gugur ini dan musim dingin.

Apa pun yang kalian putuskan untuk kalian lakukan, saya ingin kalian benar-benar melakukannya. Saya ingin kalian benar-benar berusaha dalam menjalaninya.

Saya tahu bahwa kadang-kadang, kalian mendapat dari televisi bahwa kalian dapat menjadi kaya dan sukses tanpa kerja keras – bahwa tiket kalian untuk sukses adalah melalui rapping, atau pemain basket atau menjadi bintang di acara TV, ketika kemungkinannya kalian tidak menjadi salah satu dari hal-hal itu.

Tapi sebenarnya, untuk menjadi sukses itu sulit. Kalian tidak akan mencintai setiap subyek pelajaran kalian. Kalian tidak akan cocok dengan setiap guru. Tidak semua tugas pekerjaan rumah akan tampak benar-benar cocok dengan kehidupan kalian saat ini juga. Dan kalian tidak selalu sukses di segala hal yang pertama kali kalian mencoba.

Hal ini tidak apa-apa, karena beberapa orang paling sukses di dunia adalah orang-orang yang telah melalui paling banyak kegagalan. JK Rowling, buku pertama Harry Potter ditolak dua belas kali sebelum akhirnya diterbitkan. Michael Jordan, dikeluarkan dari tim basket SMU, dan ia kehilangan ratusan permainan dan merindukan ribuan kesempatan selama kariernya. Tapi ia pernah berkata, “Saya telah gagal berulang-ulang dan lebih lagi dalam hidup saya. Dan itulah sebabnya saya berhasil.”

Orang-orang ini berhasil karena mereka memahami bahwa kalian tidak bisa membiarkan kegagalan kalian mempengaruhi kalian. Kalian harus membiarkan kegagalan itu mengajari kalian. Kalian harus membiarkan mereka menunjukkan apa yang harus kalian lakukan secara berbeda lain kali. Jika kalian mendapat masalah, itu tidak berarti kalian adalah seorang pengacau, itu berarti kalian harus berusaha lebih keras lagi untuk menjaga perilaku. Jika kalian mendapatkan nilai buruk, bukan berarti kalian bodoh, itu hanya berarti kalian harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk belajar.

Tidak ada yang lahir langsung menjadi pintar, kalian menjadi pintar melalui kerja keras. Kalian bukan varsity atlet saat pertama kali kalian memainkan olahraga baru. Kalian tidak menyanyikan nada yang benar ketika pertama kali kalian menyanyikan sebuah lagu. Kalian harus berlatih. Hal yang sama dengan pekerjaan sekolah kalian. Kalian mungkin harus mengerjakan soal matematika beberapa kali sebelum kalian bisa melakukannya dengan benar, atau membaca sesuatu beberapa kali sebelum kalian memahaminya, atau melakukan beberapa tulisan kasar sebelum dikumpulkan.
Jangan takut untuk mengajukan pertanyaan. Jangan takut untuk meminta bantuan ketika kalian membutuhkannya. Saya melakukan hal itu setiap hari. Meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan, itu adalah tanda kekuatan. Ini menunjukkan bahwa kalian memiliki keberanian untuk mengakui jika kalian tidak tahu sesuatu, dan belajar sesuatu yang baru. Jadi temukanlah orang dewasa yang kamu percayai – orangtua, kakek atau guru, pelatih atau konselor – dan meminta mereka untuk membantu kalian tetap di jalur yang benar untuk mencapai tujuan kalian.

Dan bahkan ketika kalian sedang berjuang, bahkan ketika kalian sedang patah semangat, dan kalian merasa orang lain telah menyerah pada kalian. Jangan pernah menyerah pada diri kalian sendiri. Karena ketika kalian menyerah pada diri kalian sendiri, kalian menyerah pada negara.

Kisah tentang Amerika tidak mengenai orang-orang yang berhenti ketika keadaan semakin sulit. Ini tentang orang-orang yang terus berjalan, yang berusaha lebih keras, yang sangat mencintai negeri mereka untuk melakukan yang terbaik.

Ini kisah tentang siswa yang duduk di tempat Anda duduk 250 tahun yang lalu, dan menemukan sebuah revolusi bangsa ini. Siswa yang duduk di tempat duduk Anda 75 tahun yang lalu yang berhasil mengatasi Depresi dan memenangkan sebuah perang dunia; yang berjuang untuk hak-hak sipil dan mendaratkan manusia di bulan. Siswa yang duduk di tempat duduk Anda 20 tahun yang lalu yang mendirikan Google, dan Facebook dan mengubah cara kita berkomunikasi satu sama lain.

Maka hari ini, saya ingin bertanya, apa yang akan kalian berikan? Apa masalah yang akan kalian pecahkan? Apa penemuan yang akan kalian temukan? Siapa yang akan menjadi presiden dalam dua puluh atau lima puluh atau seratus tahun ke depan dan mengatakan tentang apa yang telah kalian lakukan untuk negara ini?

Keluarga kalian, guru, dan saya melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan kalian memiliki pendidikan yang kalian butuhkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Saya sedang bekerja keras untuk memperbaiki ruang kelas kalian dan membuat kalian mendapatkan buku-buku, peralatan dan komputer yang kalian perlukan. Tapi kalian harus melakukan bagian kalian juga. Jadi, saya mengharapkan kalian untuk lebih serius tahun ini. Saya berharap kalian melakukan usaha terbaik dengan semua hal yang kalian lakukan. Saya mengharapkan sesuatu yang besar dari kalian. Jadi, jangan mengecewakan kami. Jangan biarkan keluarga kalian atau negara kalian atau diri kalian sendiri jatuh. Buatlah kami semua bangga. Saya tahu kalian bisa melakukannya.

Terima kasih, Tuhan memberkati kalian, dan Tuhan memberkati Amerika.

Bagaimana menurut kalian? Ada komentar atau pengalaman pribadi yang kalian mau ceritakan? Tulis aja di kotak komentar di bawah.

Sumber: http://www.whitehouse.gov/MediaResources/PreparedSchoolRemarks/.
  • Share/Bookmark

Tags: , ,

Powered by Yahoo! Answers