You are browsing the archive for orang tua.

avatar

by Phei

Sebuah Cinta Sejati

9:14 pm in Renungan by Phei

Teman-teman kali ini kita akan coba mengulas tentang cinta sejati. Coba sama-sama kita baca cerita berikut ini dan kita cerna makna dari cerita ini. Adalah kisah seorang anak dan ayahnya, alkisah ada seorang ayah dan anaknya yang bernama Bobby. Sang ayah setiap kali pulang dari bekerja pasti akan selalu melakukan rutinitas mencuci mobil kesayangannya. Setiap sore mobil itu selalu dibersihkan secara perlahan. Pertama kali sang ayah akan menyiram mobilnya dan membersihkan pasir dan debu dengan tangannya. Lalu setelah itu mobil akan disiram dengan shampoo mobil, dan dengan hati-hati juga ayah menggosok mobil itu dengan spon yang sangat lembut.

Bobby yang melihat hal itu kadang ikut membantu ayahnya saat mencuci mobil. Hingga suatu hari ketika sang ayah tidak bisa mengerjakan rutinitas itu karena kedatangan tamu pada suatu sore. Akhirnya Bobby berinisiatif untuk mencucikan mobil itu agar sang ayah merasa senang. Ia meminta ijin pada ayahnya, dan sang ayah merasa sangat senang dan bangga pada putranya. Bobby pun akhirnya melakukan kegiatan yang ayahnya lakukan. Dengan pelan ia menyiramkan air dan mengusap debu di mobil dengan tangannya. Lalu ia menyiramkan shampoo pada mobil.

Tapi pada saat akan menggosok mobil itu ia tidak menemukan spon yang biasanya ayahnya pakai. Tapi Bobby teringat pada satu spon yang biasa ibunya gunakan di dapur, yang tak lain adalah spon kawat yang biasa digunakan untuk menghilangkan kerak pada teko. Ia berpikir bahwa dengan spon itu benda hitam saja bisa menjadi putih, apalagi buat mobil. “Pasti akan jadi lebih bersih mobil ayah”, begitu pikir Bobby. Segera ia mengambil spon itu di dapur dan sambil bernyanyi ia menggosok mobil ayahnya dengan spon tersebut. Saat Bobby menyiram mobil dengan air, ia sangat terkejut karena mobil ayahnya berubah menjadi sangat buruk. Seluruh catnya mengelupas. Mobil itu menjadi sangat hancur.

Karena takut, Bobby segera berlari masuk dalam rumah, ia hanya berkata pada sang ayah, “ Yah, mobilnya.” Ayahnya merasa kebinggungan dengan tingkah putranya. Karena masih ada tamu ayah tidak terlalu memikirkan Bobby. Sampai sang tamu pulang Bobby berkata lagi pada ayahnya, “Yah, mobilnya.” Sang ayah merasa binggung dan segera melihat mobilnya. Saat melihat mobil itu sang ayah sangat terkejut karena didapati mobil itu sudah dalam keadaan rusak seluruh body nya.

Dalam keadaan marah sang ayah mendatangi Bobby dan menampar anaknya dengan keras. Setelah itu sang ayah langsung bergegas masuk ke dalam kamar. Ayahnya mulai merenung dan tidak habis pikir. Ia berdoa untuk menemukan jawabannya. Dan seketika itu juga sang ayah menyesali perbuatannya pada Bobby. Segera sang ayah pergi keluar dan mendapati Bobby jongkok di sudut ruangan sambil menangis dan ketakutan. Langsung saja sang ayah memeluk putranya Bobby dan meminta maaf pada Bobby.

Maksud dari cerita ini adalah akhirnya sang ayah sadar: siapa yang peduli dengan mobil yang rusak itu bila akhirnya sang ayah harus kehilangan cinta dan anaknya, Bobby. Bukankah tidak penting apa kesalahan Bobby. Yang terpenting adalah maksud baik Bobby yang dengan tulus ingin membantu dan membahagiakan ayahnya. Teman-teman hari ini kita belajar bahwa cinta yang benar-benar tulus adalah cinta yang bisa memaafkan dan menerima seseorang apa adanya, apapun yang telah ia lakukan.

avatar

by Phei

Polah Asuh Anak

9:20 am in Informasi by Phei

Seorang anak itu ibarat kain putih yang belum tergambar dan tercoret oleh noda apapun. Hal yang perlu diingat adalah bahwa seorang anak itu selalu meniru dunia orang dewasa. Karakter mereka belum sepenuhnya terbentuk, apa yang mereka pelajari berasal dari apa yang mereka lihat di sekitarnya. Contohnya saat ia melihat ibu mereka berdandan tentunya sang anak akan dengan lugunya meniru tindakan tersebut.

Lalu gimana sih yang harus dilakukan orang dewasa untuk membentuk karakter baik seorang anak? Dewasa ini kita tahu bahwa pendidikan secara moral itu sudah hampir tidak ada lagi, dan hal itu pula juga yang membuat kualitas sumber daya manusia semakin menurun. Pendidikan akhlak sendiri digunakan untuk menciptakan keharmonisan manusia. Bagaimana jadinya bila seorang anak kurang pendidikan moral sejak kecil? Saat mereka dewasa mereka pasti juga akan meniru pola asuh dari kedua orang tua mereka dulu. Akibatnya terjadi kemerosotan moral manusia juga.

Lalu gimana cara kita mensiasatinya? Seperti yang kita tahu bahwa di jaman globalisasi saat ini banyak orang tua yang hanya sibuk bekerja untuk mencari uang sebanyaknya, akibatnya anak mereka sendiri hanya terdidik secara materi tanpa adanya pengawasan langsung dari orang tua. Hal ini perlu kita koreksi kembali sebagai orang tua. Sebagai orang tua kita jangan hanya selalu mementingkan materi bagi anak kita, sehingga kita jadi melupakan hal terpenting bagi seorang anak yaitu kasih sayang dan kepedulian dari orang tua.

Seorang baby sitter yang kita sewa hanyalah alat untuk membantu kita dalam menjaga anak, tetapi pertumbuhan karakter anak kita sendiri tergantung dari kita sebagai orang tua. Pola asuh yang telaten dan sabar adalah kunci sukses kita sebagai orang tua dalam menciptakan karakter baik seorang anak. Yang perlu kita ingat bahwa seorang anak tidak bisa kita salahkan. Pola asuh kitalah yang menyebabkan penyimpangan kehidupan remaja nantinya.

Ketika anak kita melakukan kesalahan itu adalah hal yang wajar. Kita hanya perlu membimbing anak untuk jadi lebih baik. Sebagai orang tua, sudah menjadi tugas kita untuk mencurahkan waktu bagi buah hati kita. Mungkin nantinya akan ada berbagao sikap menyimpang mereka yang mungkin membuat kita hilang control dan kesabaran, dan bila hal itu terjadi maka penanganan pertama adalah kita segera melakukan intropeksi diri. Sudahkah kita bertingkah laku baik di depan anak-anak kita?

Anak itu ibarat cermin yang akan meniru segala tindakan dan ucapan kita. Kesabaran adalah kunci utama pendidikan dini anak kita, mungkin nantinya akan ada berbagai pertanyaan-pertayaan aneh yang dilontarkan si kecil untuk kita, tetaplah bersabar dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukannya. Ingatlah bahwa anak itu kadang bisa memberi kita pelajaran berharga yang tidak akan bisa kita duga sebelumnya. Ingatlah untuk tidak menunjukkan perlakuan kasar seperti tindakan memukul atau memaki anak kita karena secara psikologis hal itu akan tertanam di pikirannya sampai ia dewasa kelak. Gimana menurut teman-teman?