You are browsing the archive for liputan6.

avatar

by Phei

Penguatan Ekonomi Global

11:25 pm in Informasi by Phei

Dikutip dalam liputan6 dikabarkan bahwa ada penguatan saham di Amerika Serikat. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 54,49 poin (0,58 persen) menjadi 9.495,76 pada penutupan pasar, memperpanjang dua hari kemenangan. Sementara, indeks komposit saham teknologi Nasdaq mengalami kenaikan 0,92 persen dan indikator pasar lebih luas indeks Standard & Poor’s 500 naik 0,86 persen pada penutupan sementara.

Hal ini bisa jadi kabar optimis mendukung ekonomi global, goyahnya dolar mendorong komoditas yang dijual dalam dolar meningkat, khususnya minyak, yang melambung ke 71 dolar AS per barel di New York. Emas juga mengalami harga tertinggi dalam 18 bulan dengan harga jual di atas 1.000 dolar AS per ons.

Krisis ekonomi di Amerika sudah membuat 1,5 juta penduduknya kehilangan pekerjaan dan ratusan perusahaan pailit. Krisis yang telah membawa Amerika Negara paling maju di dunia mengalami trilyunan kerugian, akhirnya ada setitik harapan terang untuk bisa berkembang lagi. Menginggat dampak yang merata di seluruh dunia, tentu hal ini bisa menjadi kabar baik bagi dunia.

Banyak negara yang mengalami kebangkrutan, ratusan penduduk Amerika yang kehilangan pekerjaan beralih profesi menjadi pelawak atau bahkan menjadi buruh kecil. Kini mereka bisa memiliki setitik harapan bagi kehidupan dan pekerjaan mereka.

Semenjak Agustus jobless yang meningkat di Amerika memicu meningkatnya angka tindak kriminal dan meningkatnya jumlah penderita depresi. Krisis yang memicu perubahan iklim ekonomi global ini berangsur-angsur bisa dipulihkan kembali, setidaknya presiden baru Amerika Barrack Obama diharapkan bisa lebih maksimal lagi dalam mengendalikan krisis ekonomi ini.

Kita sama-sama berdoa saja teman-teman, semoga krisis cepat berlalu, biar harga-harga tidak semakin melambung tinggi. Ada desas-desus kabar tidak pasti juga kalo harga emas di Indonesia bisa meningkat drastis lho. Siap-siap aja deh ngumpulin emas, hehehe… gak ada yang tahu juga gimana masa depan yang penting kita berjaga-jaga aja, gak merasa cepet puas sama apa yang uda kita dapat. Gimana menurut kalian? ^_^

avatar

by Phei

Janji Pasca Pemilu

9:25 pm in Informasi by Phei

Gempa yang baru saja melanda pada tanggal 2 September kemarin kembali menguncang dan mencobai Indonesia. Gempa bumi berskala 7.3 SR yang terjadi 142 km barat daya Tasikmalaya menyisakan lagi satu goresan bencana di Indonesia.

Lagi-lagi berita yang sama kembali kita dengar di sejumlah media bahwa kembali terulangnya ketidak pedulian pihak-pihak politik pada korban bencana di Tasikmalaya. Mereka mempertanyakan uluran bantuan sejumlah partai politik yang memberi janji saat mengkampanyekan partai mereka agar dipilih saat pemilu. Berbeda sekali saat terjadi bencana di Gintung, ketika itu bertepatan dengan kampanye partai polotik menjelang pemilu.

Pada waktu itu banyak dibangun pos-pos bantuan dari pihak partai-partai politik. Tapi kenyataannya berbeda dengan bencana gempa kali ini, minimnya pos bantuan membuat rakyat mempertanyakan kembali janji dari parpol lainnya. Sejauh ini baru ada dua partai politik yang benar-benar menyalurkan bantuannya.

Mereka menuntut komitmen parpol yang mereka pilih pada pemilu lalu, tidak ada realisasi dari janji mereka pasca pemilihan pemilu. Berita ini kita dapat saat menyaksikan tayangan Liputan6, kita jadi kembali berpikir beginikah sikap dan metode dalam berpolitik?

Peribahasanya “habis manis sepah dibuang”, mereka memberikan janji-janji yang manis pada kita, tetapi setelah pesta rakyat selesai dan mereka mendapatkan kursi masing-masing mereka mulai melupakan janji mereka kepada rakyat. Mereka mulai terbuai dengan kekuasaan yang sudah mereka dapat.

Sebenarnya hal seperti ini sudah menjadi rahasia umum. Ketika mereka membutuhkan dukungan dari rakyat mereka menjanjikan sejumlah kemakmuran bagi rakyat. Tetapi setelah mereka mendapatkannya mereka akan mengabaikan rakyat yang telah memilihnya dengan alas an berbagai kesubukan, bahkan hal ini terulang setiap lima tahun. Mereka membuai rakyat setiap lima tahun sekali. Ck…ck… sangat disayangkan, tetapi inilah gambaran politik di Indonesia. Sangat sedikit mereka yang benar-benar peduli pada kepentingan rakyat. Dan inilah manusia.