Posts Tagged lingkungan

Penghematan Energi

Teman-teman pasti sudah banyak yang tahu bahwa Indonesia dinobatkan sebagai negara polutan peringkat ke 3 seluruh dunia. Nah lho, termasuk prestasi atau aib ya? Hehe… yang pasti bisa dibilang termasuk aib dong, soalnya polusi itu kan musuh seluruh dunia, tetapi Indonesia malah menduduki peringkat ke-3 kategori negara polutan.

Kita pasti malu juga dong. Polusi itu bisa dibilang sudah jadi salah satu lifestyle di kota besar, padahal polusi kan bahaya bagi kesehatan dan bagi bumi kita sendiri. Kenapa dibilang lifestyle? Soalnya kebanyakan penyumbang polusi itu kan para pemilik mobil pribadi, dan yang gak tanggung-tanggung di kota besar satu orang bisa nyumbangin 2 jenis “parfum” ke bumi. Maklum saja di kota besar satu orang bisa memiliki kendaraan pribadi lebih dari satu.

Tetapi saat ini sepertinya pemerintah sudah mulai berusaha memperbaiki system polutan di Indonesia. Salah satunya adalah dengan reduksi energi. System ini akan segera diberlakukan untuk segala jenis energi. Mulai dari energi bumi seperti minyak dan gas sampai energi listrik. Dibahas juga dalam sebuah tayangan berita bahwa pembangunan mall-mall di kota besar banyak menyedot sumber energi listrik berlebih.

Oleh sebab itu pemerintah bekerja sama dengan pihak luar untuk system reduksi ini. Kita masih belum tahu apa langkah selanjutnya yang akan pemerintah lakukan. Yang bisa teman-teman lakukan saat ini adalah mengurangi pemborosan energi. Seperti yang pernah kita bahas, mulai mencabut charger hp yang tidak terpakai adalah langkah awal untuk menghemat beberapa volt energi listrik. Mulailah juga untuk memakai hanya bahan-bahan organic untuk kebutuhan kita. Kurangi pemakaian tissue dan plastik secara berlebih.

Selain kita bisa lebih mengirit pengeluaran, kita juga secara langsung turut membantu pengurangan polusi bumi. Hal mudah ini tentu bisa semua teman-teman lakukan karena kelangsungan hidup manusia juga tergantung pada diri kita secara pribadi. Kata lainnya kita juga bisa menjadi superman yang melindungi kelangsungan hidup manusia.

Gak kebayang kan bagaimana kalau bumi ini hancur, kita sebagai “superman” secara pribadi tentu ingin bisa turut menyelamatkan dunia. Jadi kenapa tidak kita mulai dari hari ini? Tetapkan misi kita untuk menyelamatkan dunia. Seperti yang kita bahas di atas, mulailah mencabut aliran listrik yang tidak terpakai, mulai dari charger hp, sampai komputer yang masih menyala saat kita tidak memakainya. Lindungi bumi ini ya. ^_-

  • Share/Bookmark

Tags: , , , ,

Taman Atap – Roof Garden

Era modern hijau taman di atas atap sebenarnya bukan hal yang baru. The Skyrise Greenery adalah kata aslinya, yang artinya, penghijauan di bagian atap dan balkon gedung bertingkat serta podium jendela yang ditata lanskapnya.

The Skyrise Greenery lebih dikhususkan lagi karena peletakannya:

  • Roof Garden atau taman atap
    Taman yang lanskapnya ditata pada tanah datar, bisa langsung diatas tanah datarnya atau bisa juga digantung.
  • Vertical Garden atau taman vertikal
    Taman yang lanskapnya ditata ke arah atas atau vertikal alias menjulang tinggi, biasanya menempel pada sebidang tembok.

Taman AtapDi Jerman taman di atas atap telah di mulai dari tahun1960, lalu diikuti oleh Swiss, Belanda, Italia, Austria, Hungaria, Swedia dan Inggris. 10% dari bangunan bertingkat yang ada di Jerman, telah menghijau atapnya. Amerika juga menerapkan era modern hijau roof garden, tapi tidak sepopuler di Eropa. Bergemanya tehnologi roof  & vertical garden sudah dilaksanakan di Asia Tenggara terutama Singapore, diterapkan dalam taman yang ada di Walk Paragon Shopping Mall, Orchad Road, Singapore.

Lalu apa saja manfaatnya the Skyrise Greenery ini terutama bagi lingkungan dan warga kota ? Hasil penelitian para pengamat, bahwa hijauan di atas atap, mempunyai manfaat sbb :

  • Dapat menahan air, sebanyak 75% air yang jatuh, agar nantinya akan dilepas kembali ke atmosfer secara perlahan melalui proses kondensasi dan transpirasi. Berarti dapat mengurangi banjir di Jakarta dong ya… :)
  • Air yang jatuh di permukaan tanah akan dapat membawa limbah atau sampah ke saluran air pada saat hujan.
  • Mereduksi pemanasan kota besar yang diakibatkan oleh struktur dan aktivitas kota (kepadatan gedung tinggi, kendaraan, dapur, dll) disebut juga the Urban Heat Island Effect.
  • Dapat mengisolasi gedung dari kebisingannya aktifitas kota.
  • Tanahnya dapat memblokir frekuensi yang rendah, sedangkan tanamannya mampu memblokir frekuensi suara yang lebih tinggi.
  • Sebagai filter polutan dan logam berat, agar tidak hanyut bersama aliran air ke permukaan tanah.

Nah kalau kita sudah tahu betapa pentingnya penghijauan di kota, mari kita galakkan penghijauan di kota-kota besar pada umumnya dan penghijauan taman di atas atap gedung bertingkat pada khususnya. Intinya hijauan di kota-kota besar sangatlah dianjurkan. Apalagi Jakarta adalah kota besar berpolusi tinggi yang menempati peringkat ketiga di dunia.

Di bawah ini ada beberapa bangunan yang telah menerapkan roof garden, taman dia atas bangunan:

  • Mountain Equipment Co-op Store, Toronto, Canada.
  • Rockefeller center, Manhatan,USA.
  • City hall, Chicago, USA.
Sumber: http://www.wikipedia.org
  • Share/Bookmark

Tags: , , , , , ,

Taman ‘VERTIKAL’ adalah masa depan penghijauan di kota-kota besar?

Kota –kota besar di negara kita sedang giat-giatnya dibangun  gedung-gedung untuk perkantoran ataupun untuk umum (ruko, apartemen dan sejenisnya). Sehingga lahan untuk bertaman mungil saja sudah susah. Polusi makin tak terbendungkan. Banjir jangan ditanya lagi… langganan boo tiap tahun.

Selain itu yang paling jengkelin (bukan jeng Kelin lho)…yaitu pemandangan gedung-gedung, yang kalau kepala lagi puyeng, seperti melihat tumpukan kardus raksasa, menekan  kepala, bagi beberapa orang malah menjadi pemicu stress dan hasilnya adalah sakit kepala, mulai dari jenis migran, vertigo dan sejenisnya.

Akibat kurangnya penghijauan kota membuat para pekerja di gedung-gedung perkantoran mengalami juga gangguan saluran pernafasan, sakit kepala dll. Peluang ini dijadikan lahan bisnis bagi beberapa orang yaitu dengan menyewakan tanaman ke kantor yang berada di gedung perkantoran.  Dan bisnis ini lumayan membuat kantong tebal, karena ongkos sewanya yang lumayan mahal. Karena para ahli taman ini harus menguasai tanaman jenis apa yang cocok di tempat ber-AC.

Lalu bagaimana dengan mereka yang ada di luar gedung?

Makin terasa panas udara yang kita hirup dan kering ke hidung kita. Serta juga pemandangan yang kurang teduh, walaupun taman kota telah dilakukan.

Para pencinta lingkungan hidup kita, juga termasuk para pencinta taman, mempunyai alternative untuk mengadakan ‘Taman Vertikal’, yaitu taman yang letaknya bukan mendatar di tanah datar seperti umumnya, tetapi tanaman yang ditanam diatas lahan yang menjulang ke atas, dengan kata lain, lahan taman itu menempel di tembok. Misalnya, lahan tersebut menempel pada bagian kosong dinding sebuah gedung, bisa di bagian samping kanan kiri ataupun depan, selama lahan tersebut dalam keadaan kosong atau tidak berdempetan dengan gedung lain. Jadi tanaman jika berkembang akan menjuntai ke bawah. Penyiraman lebih hemat air karena disiram mulai dari bagian paling atas. Media tanah juga perlu yang ringan, kalau tidak mereka akan jatuh dan rontok.

Nah…bagaimana  green lovers or city lovers, bukankah asyik dan ok banget jika kota kita jadi tambah hijau, indah, segar dan sehat bagi penduduk kotanya.

Taman Vertikal ini baru dilakukan di beberapa negara di Eropa, sedangkan untuk di negeri kita belum dimulai secara khusus. Karena ternyata jenis tanaman dan komposisi tanah yang cocok untuk taman vertical, harus disesuaikan dengan  negara itu sendiri, juga cara penyiraman dan pemupukannya …. Kayaknya lumayan juga ya yang harus disesuaikan…..kita serahkan saja pada ahli taman kita ya….agar cepat-cepat ada Taman Vertikal di negara kita, jadi lingkungan hidup kita jadi tambah hijau, segar, indah, nyaman dan sehat.dueh..terutama bagi yang kerja di gedung-gedung perkantoran.

Jadi tanaman jika berkembang akan menjuntai ke bawah. Penyiraman lebih hemat air karena disiram mulai dari bagian paling atas.

  • Share/Bookmark

Tags: , ,

Powered by Yahoo! Answers