Posts Tagged gempa bumi

Gempa Padang – Sekilas Pandang

Berita tentang gempa di Padang terakhir-akhir ini mengulas banyak tentang keadaan korban yang masih hidup, mulai dari yang sakit  di tenda PMI ataupun yang selamat  di lokasi gempa, tapi tak jelas nasibnya. Di bawah ini ada sekilas pandang tentang korban:

Suasana Posko bantuan gempa yang dijarah oleh korban gempa di bagian Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar), menjadi suatu pemandangan yang sangat  mengenaskan. Hal ini nekat dilakukan oleh korban karena mereka belum mendapatkan bantuan sama sekali sejak bencana terjadi. Sedangkan sembako ada menumpuk di POSKO bantuan daerah setempat. Sedangkan dari POSKO tidak dapat mengeluarkan sembako karena menunggu surat keterangan dari kelurahan atau RT setempat. Bahkan juga disepanjang jalan, dimana bantuan yang dilalui oleh box pengangkut sembako, juga dijarah ditengah jalan.

Weelahdallaaah, padahal kalau secara logika ni ya… boro-boro mau minta surat keterangan, sedangkan Lurah atau RT nya aja juga samaan jadi korban, keadaannya pun sama-sama parah.

Sulitnya akses menuju lokasi bencana

Sulitnya medan yang ditempuh, dikarenakan banyak akses jalan yang putus ke daerah lokasi. Menyebabkan bantuan belum tersampaikan ke korban, sehingga terkesan bantuan yang ada masih belum cukup untuk menangani keadaan.

Surakarta menyumbang darah

Bantuan yang termasuk penting juga adalah darah. Bagi korban gempa tidak sedikit yang mengalami luka-luka baik berat maupun ringan. Karena itu digalanglah sumbangan berupa donor darah. Saat  itu akan dikirim15 kantong darah dari berbagai macam golongan darah dibawa langsung ke lokasi beserta relawan-relawan yang juga ikut serta. (6/10)

Ulang tahun TNI 2009 yang kelabu

Ulang tahun TNI tahun ini tidak semua TNI dapat merayakan HUT TNI ini dengan gembira, karena 5 Oktober 2009 ini bertepatan dengan bencana yang terjadi di Padang. Banyak TNI yang juga bertugas membantu pencarian korban. Tidak sedikit tentara yang juga kena korban dan ditolong oleh tentara, serta banyak rumah mereka yang hancur.

  • Sebuah bukit yang longsor dari ketinggian 10 meter, menyebabkan ratusan warga terkubur bersama rumah mereka, tragisnya karena mereka tidak dapat langsung mendapatkan bantuan karena rusaknya akses ke lokasi, jembatan pun yang ada di daerah itu rusak.
  • Kehilangan 12 anggota keluarganya, 6 dari korban belum dapat ditemukan jenasahnya yang terkubur dalam longsoran. Inilah yang dialaami oleh ibu Yurni,  yang mengenaskan adalah kematian anaknya yang berumur 12 tahun yang sedang bermain bersama sanak saudaranya di daerah lokasi. Tapi dia berpasrah, karena hidup masih berlanjut, ke tempat lain pun dia tidak tahu harus kemana, karena disitulah dia hidup.
  • Sekitar 100 orang tertimbun longsor di sebuah dusun di daerah bukit tersebut, menurut berita saat kejadian sedang ada resepsi perkawinan atau sedang akan melakukan kunjungan ke tempat perkawinan  yang letaknya di luar desa mereka.

Sekilas pandang yang ditulis ini tentu saja tidak dapat mewakili seluruh duka  bagi para korban. Tapi setidaknya berita ini bukan hanya menimbulkan belas kasihan dan simpati, tapi juga empati bagi para korban, tindakan yang nyata harus dilakukan, seperti si kecil Ayu, menyisihkan 2000 rupiah dari uang sakunya. Apakah ada artinya sumbangan 2000 rupiah ?

Setidaknya di kecil Ayu, yang baru duduk di bangku SD kelas 1, menunjukkan bahwa dia tidak hanya ikut mencucurkan air mata atau iba semata-mata, mungkin 2000 rupiah hanya dapat dibelikan kapas tanpa obat merah, tapi kapas itu ikut membersihkan luka para korban, walau hanya jasmani yang dapat terbantu, tapi percayalah, kapas dari si kecil Ayu telah turut membantu para korban untuk menjalani hidup ini lebih lanjut, karena di dalam kapas itu ada ketulusan sesama.

Sumbangan Korban Gempa di Padang, Sumatra Barat via World Harvest

  • Share/Bookmark

Tags: , ,

Kisah Korban Gempa

Ada satu kisah yang menyentuh di tengah kesibukan pengunggsian korban bencana gempa. Seorang remaja bernama Ramlan (Rahmad) salah satu pekerja kasar di Telkom Padang memberi kita kisah lain tentang perjuangan manusia. Rahmad menjadi salah satu korban yang terhimpit bangunan gedung. Hampir 2 hari ia terjepit dalam reruntuhan gedung tempatnya bekerja.

Tetapi ia tidak berputus asa, seperti yang diliput dalam Metro TV News. Rahmad yang dalam keadaan terjepit terpaksa harus membebaskan dirinya dengan memotong kaki kanannya sendiri dengan gergaji. Peristiwa heroik ini membuat kita tersentuh dan terharu. Rahmad yang bukan penduduk asli Sumatera itu saat ini sedang dirawat di rumah sakit Yos Sudarso Padang.

Beruntung berita keberanian Rahmad membuat beberapa pihak tersentuh. Kini Rahmad sudah bisa mendapat bantuan kaki palsu. Yang Rahmad harapkan kini hanya bagaimana bisa secepatnya pulang ke kampung halamannya di Purwakarta. Ia hanya ingin segera sembuh dari luka dan trauma yang dialami pasca gempa ini.

Mungkin cerita seorang Rahmad hanya sebagian kecil kisah perjuangan di tengah bencana. Masih banyak juga mereka yang berjuang untuk penyembuhan akibat gempa. Beruntung masih banyak masyarakat Indonesia yang peduli dengan saudara-saudara yang tertimpa kemalangan. Kita yakin bencana yang kita alami ini justru untuk menyatukan kita kembali.

Sekarang bagaimana kita sama-sama berjuang untuk saling membantu dan memberi perhatian bagi sesama kita. Tidak peduli dengan ras maupun golongan apa saja. Karena banyak juga kita dengar ada beberapa korban bencana yang berasal dari ras lain sulit mendapat bantuan, bahkan mereka sampai harus membayar untuk mendapat bantuan.

Sekarang kita berharap saja semoga di tenggah-tenggah bencana yang terjadi masih banyak Rahmad-Rahmad lainnya yang tidak berputus asa untuk terus berjuang untuk hidup. Kita bisa belajar arti sebuah perjuangan dari kisah seorang Rahmad dan janganlah kita mudah putus asa.

  • Share/Bookmark

Tags: , ,

Bagi Korban Gempa

Teman-teman, pasca gempa di Sumatera kemarin masih belum selesai sampai sekarang. Banyak kita lihat di tayangan berita televisi dan cetak bahwa banyak korban yang masih dalam tahap pencarian atau evakuasi. Tragis sekali memang, rasanya kita jadi bertanya-tanya mengapa Tuhan memberi bangsa kita berbagai cobaan bencana dan guncangan?

Bencana gempa kali ini sama parahnya dengan guncangan gempa di Jogja pada tahun 2006 silam. Gempa di Sumatera menelan hampir 400 an korban jiwa, lalu bagaimana cara kita turut membantu mereka yang terkena gempa? Teman-teman bisa turut membantu dengan menggalang dana untuk kita kirimkan kepada mereka yang terkena bencana. Atau mengirim obat-obatan medis yang mereka butuhkan.

Sejauh ini yang kita ketahui adalah masih kurangnya tenaga evakuasi utnuk mengeluarkan korban yang masih tertimbun bangunan, banyak diantara korban yang sudah tertimbun lebih dari 24 jam dan belum bisa diselamatkan karena kurangnya tim SAR yang turut membantu penggalian. Kurangnya tenaga penyelamat dapat menimbulkan munculnya lebih banyak lagi korban yang tewas.

Kita yang berada di pulau Jawa dan Bali juga harus hati-hati terhadap bencana gempa karena ada berita bahwa Jawa dan Bali juga berpotensi mengalami gempa. Kita tidak tahu apa yang akan menimpa kita, oleh karena itu ada baiknya kita sama-sama berdoa menurut keparcayaan kita masing-masing. Kita doakan bagi mereka yang menjadi korban bencana. Semoga mereka bisa kuat dalam menghadapi kedukaan dan kita berdoa juga bagi mereka yang masih tertimbun dan belum bisa terselamatkan. Semoga mereka diberi kekuatan untuk bertahan.

Kita berdoa juga, semoga Tuhan tidak memberi kita cobaan yang lebih berat lagi, dan semoga kita diampuni dosa-dosa serta kesalahan kita. Mungkin saja Tuhan memberi bangsa kita cobaan demi cobaan hanya untuk lebih menguatkan lagi bangsa kita, dan bisa juga karena Tuhan ingin menginggatkan lagi pada kita untuk tetap menjaga bumi yang telah Ia wariskan.

Mari kita sama-sama berdoa untuk kedamain Negara kita dan berdoa bagi diri kita agar bisa melakukan yang terbaik untuk menolong saudara kita yang saat ini mengalami kedukaan akibat bencana gempa. Karena mungkin hanya doalah yang saat ini bisa kita berikan. Kita percayakan saja semuanya pada Tuhan karena Dialah yang menitipkan kita kehidupan. Amien.

  • Share/Bookmark

Tags: , , , ,

Powered by Yahoo! Answers