Posts Tagged daerah

Rendang Padang dan Cendol Bandung

Cendol BandungKita semua pasti sudah familiar dan bahkan gemar makan rendang masakan khas Padang dan cendol dari Jawa Barat, tetapi bagaimana jika tiba-tiba suatu saat kita akan menemui rendang Malaysia atau cendol Malaysia? Aneh pasti rasanya. Kebanyakan teman-teman yang melihat tayangan berita pada hari Senin kemarin pasti sudah mengetahui bahwa rendang Padang dan cendol diklaim sebagai warisan dari Malaysia.

Kita pasti jadi geleng-geleng kepala sendiri. Tidak hanya seni dan tarian tetapi makanan pun sampai akan diklaim negara tetangga kita. Sebenarnya bisa dibilang Malaysia sendiri sudah termasuk negara yang maju dan perekonomian serta perkembangan kota mereka juga membuat Indonesia kagum, tetapi mengapa mereka masih kekurangan budaya dan kehilangan kepercayaan diri mereka sendiri?

Banyak pakar yang ikut menanggapi tentang berita baru tersebut. Sampai Presiden kita Bapak Susilo Bambang Yudhoyono juga sampai membahas masalah ini dalam pidato beliau. Beliau mengatakan bahwa mengklaim sesuatu sebagai warisan nenek moyang itu tidak masalah, tetapi jika sampai mengklaim kepemilikan budaya, bukankah akan terjadi masalah bagi kedua negara itu sendiri nantinya?

Sudah saatnya juga kita sebagai warga negara bertindak dengan memberikan bukti-bukti bahwa rendang itu sudah lama kita kenal berasal dari Padang, dan cendol sendiri sudah lama kita kenal berasal dari Jawa Barat. Gak lucu dong kalo nanti kita sampai harus mengganti nama jadi rendang KL (Kuala Lumpur), bisa-bisa nanti restoran Padang bakalan menghilang berganti jadi restoran Malaysia ;p

Jangan sampai deh apa yang sudah menjadi warisan budaya dari negara kita ini nantinya perlahan-lahan dibajak oleh negara tetangga kita. Kita yang muda-muda yang mengaku Warga Negara Indonesia harus mulai bertindak melalui karya-karya kita untuk menunjukkan jati diri kita sebagai sebuah bangsa dan negara Indonesia yang asli bukan bajakan. Kita tunjukkan bahwa kitalah empu dari kebudayaan itu.

Rendang PadangPada tanggal 2 Oktober 2009 nanti akan disahkan Batik sebagai warisan budaya dunia asli Indonesia. Bapak SBY menghimbau agar pada tanggal 2 nanti kita sama-sama serentak memakai baju batik. Sudah saatnya kita maju menunjukkan pada dunia apa saja yang menjadi milik kita, jadi nantinya tidak akan ada celah bagi negara lain untuk mengakui warisan budaya kita yang asli Indonesia.

  • Share/Bookmark

Tags: , , , , , , ,

Batik dan Maestro Batik Indonesia

Siapa yang tak kenal Iwan Tirta, sang Maestro Batik Indonesia, bukan hanya perancang baju biasa tapi juga perancang batik hingga terangkat pamornya  di dunia mode  International.

Selain mendisain batik, Iwan Tirta juga mengenal seluk beluk batik Indonesia, hal ini dituangkan dalam bukunya, Batik, A Play of Light and Shades (Gaya Favorit Press, 1996). Dia menyebutkan, batik boleh jadi berkembang bersamaan di beberapa tempat di dunia, tapi ada perbedaan tertentu pada batik Indonesia

Batik sebagai teknik merintang warna bukanlah batik  khas Indonesia.  Batik kita ternyata ada bibit, bebet, bobotnya lho, he he he kayak mau cari jodoh ya…

Belajar dikit yuk bibit, bebet dan bobotnya batik dari pengetahuan Iwan Tirta, kalau bukan kita yang belajar, siapa lagi ?  sebelum keburu disamber orang lain, tul nggak….?

Batik di Jawa. Batiknya menjadi sangat halus karena coraknya berkembang luas, metode pewarnaan sangat maju dan ada penyempurnaan teknik. “Canting” yang memungkinkan pembuatan motif, misalnya, sangat halus berkembang di Jawa. Termasuk teknik pewarnaannya. Cikal bakal batik bentuknya lebih sederhana.

Iwan TirtaKain simbut dari Banten adalah salah satu batik paling awal, menggunakan bubur nasi sebagai perintang warna (Iwan Tirta,  A Play of Light and Shades).

Kain ma’a dari Toraja di Sulawesi Tengah juga memakai bubur nasi. Karena Toraja terisolasi di pegunungan, para ahli menduga kemungkinan besar batik itu asli dari sana, tidak dipengaruhi India. Hal ini memunculkan teori boleh jadi Indonesia juga melahirkan batik pertama.

Dalam bukunya A Play of Light and Shades, Iwan Tirta juga menyebutkan, pada akhir abad ke-19 seorang akademisi, Rouffaer, melaporkan motif batik sehalus gringsing sudah diproduksi pada abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Corak seperti sisik ikan adalah salah satu motif tersulit dan dia menyimpulkan, besar kemungkinan motif itu dibuat memakai canting.

Serta tak dapat dipungkiri, bahwa dalam perkembangannya batik memiliki keterkaitan kuat dengan kesenian  daerah pada waktu itu, yaitu:

  • Seni wayang,
  • Tari
  • Lagu

Ragam hias batik Indonesia memiliki ciri yang terkait dengan komunitas (daerah ) pembuatnya:

  • Sebagian menggambarkan suasana jaman
  • Merekam alam sekitar
  • Diproduksi untuk keperluan komersial
  • Memenuhi kebutuhan adat dan tradisi.

Nah, udah lumayan ngerti dikit khan, bibit, bebet, bobotnya batik kita. Jadi pasti semakin yakin, khan, kalau batik adalah milik Indonesia. So pasti bangga, donk!

  • Share/Bookmark

Tags: , , , , , ,

Pembajakan Budaya

Ketika kemarin saya membuka facebook, saya tercengang membaca status salah satu teman saya, di sana ditulis bahwa Tari Pendet yang berasal dari Bali kembali diakui Negara Malaysia sebagai salah satu budaya yang berasal dari Negara mereka, dan berita ini di siarkan di Metro TV. Saya langsung mengecek di internet pagi ini ternyata memang benar, di salah satu iklan wisata Visit Malaysia ditampilkan juga tari pendet, padahal sebelumnya mereka telah mengklaim angklung, reog Ponorogo, batik, Hombo Batu, dan Tari Folaya.

Hal seperti ini bisa kembali terjadi karena kurangnya perhatian dari Negara sendiri kita yang “empu”nya kesenian tersebut. Selama ini kita terkesan cuek-cuek saja dengan kesenian yang kita miliki. Kita sebagai generasi muda kurang peka untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan bangsa kita sendiri. Kejadian seperti ini membuat Indonesia kehilangan lagi kesenian yang bisa di banggakan.

Pembajakan kebudayaan seperti ini sering terjadi karena negara2 tetangga kita seperti Malaysia juga membutuhkan ekstensi kebudayaan, kebudayaan adalah senjata paling baik untuk diplomasi internasional. Malaysia tahu mereka kekurangan budaya, mereka pintar melihat kebudayaan negara tetangganya, dan mereka menghargai budaya sebagai potensi bisnis, sedangkan pemerintah kita tidak peduli. Hanya peduli pada program lainnya.

Sekarang yang harus kita pikirkan adalah bagaimana cara kita mulai melestarikan kebudayaan kita sendiri? Selain perhatian khusus yang harus dilakukan pemerintah, kita sebagai salah satu warga Negara Indonesia juga harus mulai memajukan budaya kita yang masih milik kita. Misalnya dengan menampilkan kesenian daerah dalam acara2 ataupun saat upacara kebangsaan. Kita sebagai generasi muda juga jangan hanya bisa hafal dengan lagu2 masa kini saja. Hal seperti ini juga terjadi karena kurangnya patriotisme pada begara kita sendiri, sehingga menyebabkan generasi kita sekarang hanya bisa menghargai dan mengikuti trend mode global.

Akan sangat kita sayangkan bila pada akhirnya Negara kita kehilangan kebudayaannya satu persatu akibat kurangnya rasa cinta pada Tanah Air kita. Sudah cukup banyak Negara kita kehilangan kebudayaan karena kurangnya perhatian yang khusus. Sangat disesalkan bila budaya yang sudah kita lestarikan selama ini diklaim oleh Negara lain, kita pasti sangat merasa malu dan tercoreng. Sekarang bagaimana kita mulai kembali untuk melestarikan dan mulai bergerak kembali mencanangkan kesadaran budaya bangsa.

Terlepas dari siapa yang harus disalahkan atas terjadinya kasus ini, akan lebih baik bila kita mulai melakukan tindakan2 positif untuk ikut mengkampanyekan kesenian kita sendiri. Teman2 juga bisa melakukannya dengan mulai sedikit2 mengurangi untuk mengikuti trend dunia luar. Bukankah dengan kita memakai produk dalam negeri kita sendiri juga bisa ikut membantu perekonomian Negara kita. Saya jadi ingin tahu juga apa saja yang dapat teman2 sumbangkan pada Negara kita ini, saya harap teman2 bisa berbagi trend mode yang lagi in di negeri kita sendiri, teman2 bisa ikut berbagi diblog ini^_^.

  • Share/Bookmark

Tags: , , ,

Powered by Yahoo! Answers