You are browsing the archive for budaya.

Batik Day

9:38 pm in Informasi by en-Nasira

Pada 2  Oktober 2009 UNESCO akan mengumumkan “Batik Indonesia” sebagai Warisan Budaya Duni (Intangible Cultural Heritage/ICH).

Batik Indonesia termasuk yang didaftarkan untuk mendapat  status ICH melalui kantor UNESCO di Jakarta oleh kantor Menko Kesejahteraan Rakyat mewakili pemerintah dan komunitas batik Indonesia, pada 4 September 2008.

Bila permintaan Indonesia diterima dan kemungkinan besar akan diterima, Batik menjadi warisan ketiga Indonesia yang terdaftar dalam Intangible Heritage of Humanity UNESCO, setelah:

  • Wayang kulit dari Jawa
    Telah dikukuhkan UNESCO sebagai kesenian dunia berasal dari budaya Indonesia pada 7 November 2003.
  • Keris dari Jawa
    Telah dikukuhkan oleh UNESCO sebagai kesenian dunia berasal dari budaya Indonesia tahun 2005.

Situs UNESCO (www.unesco.org) United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization menyebutkan, bahwa Intergovermental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage (ICH) akan bersidang di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 28 September – 2 Oktober 2009 untuk menentukan ICH.

Penilaian ICH didefinisikan sbb. yaitu,

  • Sebagai  praktik, representasi, ekspresi, serta pengetahuan dan ketrampilan yang oleh komunitas, kelompok, dan dalam beberapa kasus juga individu mengakui sebagai bagian warisan budaya mereka.
  • Secara tradisional dan yang masih dipraktikkan, terus dikreasikan, dan diturunkan ke generasi berikut, umumnya secara lisan.

Pengakuan UNESCO akan membawa  tanggung jawab kepada pemerintah dan komunitas, seperti yang diisyaratkan Konvensi, yaitu :

  • Agar  sungguh memerhatikan batik
  • Termasuk pewarisan kepada generasi baru
  • Memastikan dipenuhinya hak pembatik
  • Pembuatannya tak merusak lingkungan.

Teman-teman, jelas sekali khan, bahwa bukan hanya pengakuan saja lalu tugas kita selesai, tapi secara global kita juga harus memelihara dan merawat kelestariannya.

Bagaimana sebagai langkah awal,  pada 2 Oktober 2009 kita pakai batik secara serempak, sebagai rasa bangga kita menyambut Hari Batik, biar seluruh dunia tahu batik milik Indonesia, dan kita siap melestarikannya, ocre… Setuju ??

Jember Fashion Carnaval 2009

10:03 pm in Informasi by en-Nasira

J E M B E R,
Boleh jadi hanya kota kecil di pesisir selatan Jawa Timur
Berpenduduk 200 juta lebih, namun….
Dari sini telah muncul gelombang kreativitas
Yang seolah tak terbendung…
Dari kota ini, putra-putri daerah bahu membahu, saling mendukung,
Menghasilkan suatu karya perpaduan antar budaya, disain, kostum, music,
Tari,dan warna yaitu…. Jember Fashion Carnaval (JFC).

 

Pada awal JFC dibuat, salah satunya karena ingin menjadikan kota kecil ini punya sesuatu yang tidak dimiliki kota lain. Tahun ini delapan kali sudah JFC diselenggarakan dan kembali  menuang sukses dengan menyedot kurang lebih 300.000 penonton. Mata dunia Internasional terarah ke wilayah ini tiap kali JFC diselenggarakan.

Sekitar 600 peserta terdiri dari pelajar, mahasiswa dan umum. Mereka yang pada umumnya tidak menempuh pendidikan di bidang fashion, memperoleh in house training secara cuma-cuma selama 6 bulan, dan berhak untuk mengikuti kompetisi memperebutkan  75  trophy yang telah disediakan.

JFC menampilkan busana kreasi dan menunjukkan koreografi yang selaras, tahun ini dengan tema. “World Unity” (Damaikan dan Satukan Dunia ) sebagai simbol perdamaian dunia. Tema diterjemahkan secara bebas dan kreatif ke dalam desain busana, music, gerakan dan ekspressi.

Menyikapi  perkembangan dunia sesuai dengan tema World Unity, Bupati Jember,

MZA Djalal, dalam sambutannya mengatakan,

“Karena factor sosial, ekonomi, budaya maupun politik antar negara bisa bermusuhan. Belum lagi akibat lain, seperti dampak global warming, krisis pangan, teroris, peperangan, kemiskinan, dan masih banyak lainnya. Karenanya dengan JFC ke-8 kali ini, marilah kita  menjadi sekian orang yang ikut serta dalam menyatukan dan memberikan pesan damai bagi dunia”.

450 peserta karnaval tampil dengan kostum rancangan sendiri fashion run away dan fashion dance dalam parade di catwalk berupa jalan raya, menjadikan JFC sebagai catwalk terpanjang di dunia sepanjang 3,6 km. Para wisatawan domestic atau mancanegara, ratusan wartawan, pehobi fotografi tak melewatkan ajang acara ini. Dan sekarang JFC  berkembang menjadi icon kota Jember.

Adapun kesepuluh subtema yang ditampilkan pada 2 Agustus 2009:

  1. Perisai, dipakai untuk kelompok  JFC marching band, dengan tema Perisai, didominasi oleh warna merah, emas, putih, hijau, hitam. Terinspirasi dari lambang negara Indonesia yaitu Burung Garuda, yang melambangkan kekuatan, kekokohan, keadilan, perdamaian dan persatuan.
  2. Upper Ground, bentuk sikap dari krisis pangan di sebagian negara di dunia. Diharapkan mengingatkan kita bahwa krisis pangan tidak boleh terjadi di belahan bumi manapun. Pakaiannya memakai banyak sayur, buah dll.
  3. Animal Plants, di dalamnya ada pesan Lingkungan, diberikan contoh dengan hewan dan tumbuhan liar yang tumbuh menyatu dengan alamnya
  4. Off Life, yang kental dengan dandanan gothic serba hitam untuk menggambarkan kreativitas manusia yang terbelenggu padahal punya banyak potensi;
  5. Hard Soft, yang menolak perang dengan menggabungkan warna army sebagai simbol perang dan putih untuk keselamatan dan perlindungan
  6. Container, yang menyinggung soal pasar bebas dan  perkembangan industri, serta kesiapan pemerintah dalam menyikapinya;
  7. Rhythm, yang mencoba menyuarakan indahnya perbedaan yang dipresentasikan dalam inspirasi alat musik tradisional hingga tekno.
  8. Tekno Eth, agar masih kenal budayanya, dikenalkan juga etniknya. Tapi tetap disentuh dengan kondisi sekarang. Walaupun dari segi budaya, kita melihat anak remaja itu sudah tahu ke depannya akan seperti apa.
  9. Budaya Indonesia (Tahun 2009 giliran Ranah Minang) Dengan latar belakang budaya dan sejarah, agar makin dikenal dunia Internasional. yang diangkat, dipresentasikan dalam balutan  mewah, fantastis, dan monumental. Warna emas, merah, hijau, dan hitam menjadi symbol kejayaan Indonesia pada jaman monarki.
  10. Closing, defile penutup yang membawakan tulisan See u in the next JFC, diikuti oleh seluruh event organizer JFC dengan harapan bisa bertemu kembali di event JFC ke-9 tahun 2010 nanti.

Sebuah fashion sudah pasti tak akan pernah terlepas dari perangkat alat riasnya. JFC mendapatkan support product dari Sariayu Martha Tilaar yang bekerja sama dengan Puspita Martha International Beauty School, yang baru-baru ini mendapatkan penghargaan peringkat pertama. Lomba Lembaga Kursus dan Pelatihan Berprestasi tingkat Nasional 2009 (rumpun kesehatan dan kecantikan) yang dikeluarkan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan DITJEN PNFI – Depdiknas.

Dynand Fariz, training teacher di ESMOD Paris yang merupakan sang penggagas sekaligus Presiden JFC, menyatakan antusiasmenya akan keikutsertaan produk kosmetik dari Indonesia sendiri yaitu Sariayu. “Produk Sariayu mampu menghadirkan citra Indonesia untuk dunia, Sariayu membuktikan bahwa Indonesia kaya dengan warna dan budaya. Dan JFC mewujudkan mimpi bersama Trend Warna Sariayu di setiap tahunnya”. Kini, JFC sudah pernah tampil di Inggris, Mumbay, dan Shanghai, target selanjutnya adalah ke Brazil, tepatnya Rio de Janeiro yang punya kegiatan karnaval legendaris.

Batikku

11:56 pm in Informasi by en-Nasira

Bara arang memanas, malam pun mencair
Siap diciduk canting, untuk digores
Dari temurun, Bunda mengajar anak,
Goreskan canting pada kain
Bunda,
Biarkan “Putra Bangsa” membatik,
Sebelum bangsa lain yang membatik,
Agar dunia tahu,
Dari awal canting digoreskan,
“Putra Bangsa” telah menggores cintanya pada negeri
Dan tak ada seorang pun dapat melukiskan rasa cinta
Pada negerinya melalui canting dan kain, selain…
“Putra Bangsa Indonesia” !

 

Saat ini mencintai batik tidak harus dengan menggores canting pada kain, tapi dengan membuat batik semakin diminati, dicintai dan dihargai negeri ini menunjukkan keberadaan batik sudahlah sebuah pengakuan atau pun bukti nyata cinta batik.

Kiprah “Batik” mulai greget dalam dunia mode Indonesia terutama di kota-kota besar, mulai dari anak muda sampai orang tua telah berbatik ria, bukan hanya sebagai daster alias baju tidur ataupun baju rumahan tapi juga untuk berbagai event lho… bahkan agar kelihatan lebih gaul, ada yang memadukannya dengan jeans.

Simak di bawah ini karya putra putri bangsa yang mengekspose batik  agar lebih modis, trendy dan high class.

  • Produsen dengan merk “ALLURE BATIK” menggelar grand opening di Plaza Indonesia dengan tema “ALLURE in the wonderland”. Termasuk di dalamnya ada baju anak-anak. Uniknya baju-baju ALLURE Kids yang memang untuk anak-anak ini dirancang oleh seorang desainer muda berumur 10 tahun, Amanda Purnomo Makri.Amanda, gadis belia kelas 5 SD di British International School ini, dikenal sebagai desainer muda berbakat. Banyak baju-baju bernuansa sportif, ceria, namun simple yang dihasilkannya. Kerennya lagi nih, gadis yang hobi  bermain biola ini, pernah menerima penghargaaan MURI pada tahun 2008 sebagai “Perancang Termuda” di Indonesia. Kini , Amanda pun mencoba untuk merealisasikan desain-desainnya pada kain batik. Hasilnya? Pas buanget dengan anak-anak, sangat playfull dan fun.  Siapa bilang batik hanya baju kondangan yang tua-tua…hayo…?
  • Dalam pagelaran Indonesian Muslim  Expo 2009.ditampilkan suatu paduan unsur modern dan tradisonal dipadukan oleh Monika Jufry untuk baju muslim, menghasilkan gaya etnik kontemporer serta dinamis, karena dibuat bagi pemakai yang nyaman bergerak bebas. Diterapkan pada batik katun biru tua dan katun putih. Bagi mereka yang lebih suka bergerak bebas serta tak banyak variasi warna warni, ini adalah pilihan yang sederhana tapi powerfull.
  • Satu lagi karya dari putri bangsa, Agnes Budhisurya, seorang ibu  yang mengilhami koleksi terbarunya dengan menuangkan alam pertiwi ke dalam desain dan corak batik yang menarik perhatian terutama dengan assesorisnya, dituangkan dalam tema “PANEN Kreasi” :
    • Kicau burung
      Musim menuai dihadirkan dengan  gaun aplikasi bunga dan ukir dari bahan batik Pekalongan yang disapu cat lukis.
    • Gadis Penuai
      Blazer tipis dari bahan tulle dibuat melebar  pada lengan bawah, menggambarkan sayap burung, terbang manis bergabung dengan gadis penuai yang mengenakan jubah dengan aplikasi batik Madura.
    • Dewi Sri
      Tampil megah dengan ornamen batik corak Garuda, bermahkota penyangga konde yang dibuat bertumpuk berhias manik dan batu-batuan.

Sobat, desain batik sudah tersedia dalam berbagai motiv untuk beragam suasana dan event, yuk, kita pakai batik, agar dunia tahu, bahwa batik milik Indonesia !

avatar

by Phei

Pembajakan Budaya

10:19 pm in Informasi by Phei

Ketika kemarin saya membuka facebook, saya tercengang membaca status salah satu teman saya, di sana ditulis bahwa Tari Pendet yang berasal dari Bali kembali diakui Negara Malaysia sebagai salah satu budaya yang berasal dari Negara mereka, dan berita ini di siarkan di Metro TV. Saya langsung mengecek di internet pagi ini ternyata memang benar, di salah satu iklan wisata Visit Malaysia ditampilkan juga tari pendet, padahal sebelumnya mereka telah mengklaim angklung, reog Ponorogo, batik, Hombo Batu, dan Tari Folaya.

Hal seperti ini bisa kembali terjadi karena kurangnya perhatian dari Negara sendiri kita yang “empu”nya kesenian tersebut. Selama ini kita terkesan cuek-cuek saja dengan kesenian yang kita miliki. Kita sebagai generasi muda kurang peka untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan bangsa kita sendiri. Kejadian seperti ini membuat Indonesia kehilangan lagi kesenian yang bisa di banggakan.

Pembajakan kebudayaan seperti ini sering terjadi karena negara2 tetangga kita seperti Malaysia juga membutuhkan ekstensi kebudayaan, kebudayaan adalah senjata paling baik untuk diplomasi internasional. Malaysia tahu mereka kekurangan budaya, mereka pintar melihat kebudayaan negara tetangganya, dan mereka menghargai budaya sebagai potensi bisnis, sedangkan pemerintah kita tidak peduli. Hanya peduli pada program lainnya.

Sekarang yang harus kita pikirkan adalah bagaimana cara kita mulai melestarikan kebudayaan kita sendiri? Selain perhatian khusus yang harus dilakukan pemerintah, kita sebagai salah satu warga Negara Indonesia juga harus mulai memajukan budaya kita yang masih milik kita. Misalnya dengan menampilkan kesenian daerah dalam acara2 ataupun saat upacara kebangsaan. Kita sebagai generasi muda juga jangan hanya bisa hafal dengan lagu2 masa kini saja. Hal seperti ini juga terjadi karena kurangnya patriotisme pada begara kita sendiri, sehingga menyebabkan generasi kita sekarang hanya bisa menghargai dan mengikuti trend mode global.

Akan sangat kita sayangkan bila pada akhirnya Negara kita kehilangan kebudayaannya satu persatu akibat kurangnya rasa cinta pada Tanah Air kita. Sudah cukup banyak Negara kita kehilangan kebudayaan karena kurangnya perhatian yang khusus. Sangat disesalkan bila budaya yang sudah kita lestarikan selama ini diklaim oleh Negara lain, kita pasti sangat merasa malu dan tercoreng. Sekarang bagaimana kita mulai kembali untuk melestarikan dan mulai bergerak kembali mencanangkan kesadaran budaya bangsa.

Terlepas dari siapa yang harus disalahkan atas terjadinya kasus ini, akan lebih baik bila kita mulai melakukan tindakan2 positif untuk ikut mengkampanyekan kesenian kita sendiri. Teman2 juga bisa melakukannya dengan mulai sedikit2 mengurangi untuk mengikuti trend dunia luar. Bukankah dengan kita memakai produk dalam negeri kita sendiri juga bisa ikut membantu perekonomian Negara kita. Saya jadi ingin tahu juga apa saja yang dapat teman2 sumbangkan pada Negara kita ini, saya harap teman2 bisa berbagi trend mode yang lagi in di negeri kita sendiri, teman2 bisa ikut berbagi diblog ini^_^.