Posts Tagged bisnis

Tips Menjual Rumah Melalu Broker

Menjelang akhir tahun mungkin membuat kita ingin melakukan transaksi jual beli tanah atau rumah. Biasanya akan lebih mudah bila kita menyerahkan segala urusan jual beli tersebut kepada pihak Broker. Nah, lalu apa saja yang harus kita ketahui dulu sebelum kita mempercayakan penjualan property kita kepada broker?

Pertama-tama yang harus diperhatikan adalah pastikan hak dan kewajiban broker dan kita. Umumnya broker menangani semua iklan, mengunjungi calon pembeli, negosiasi, termasuk segala biaya yang timbul saat proses pemasaran. Lazimnya, jangka waktu perjanjian terjadi dalam waktu 3 bulan, tetapi bisa juga lebih.

Yang harus diperhatikan juga adalah masalah komisi. Lazimnya, walau masa perjanjian berakhir tetapi jika yang membeli adalah orang yang pernah diundang oleh broker, maka broker tetap mendapatkan komisi. Tetapi, untuk segala urusan harga, tetap kita sebagai pemilik yang menetukan. Broker tidak bisa merubah harga jual tanpa ijin dari kita.

Besarnya komisi yang diterima broker juga harus jelas dan tegas saat perjanjian, agar nantinya tidak menimbulkan kesalah pahaman. Perlu diingat juga bahwa masing-masing pihak juga akan menanggung beban pajak termasuk PPH.

Hal lainnya yang juga perlu kita ketahui adalah jangan sekali-sekali kita memberikan sertifikat asli kepada pihak broker. Cukup dengan memberikan copy dari sertifikat saja. Untuk memilih broker yang benar-benar kompeten, kita bisa cek dari contact person pihak broker. Contact person harus jelas dan broker yang bersangkutan harus merupakan anggota AREBI (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia).

Teman-teman kira-kira seperti itu informasi mengenai penjualan melaui broker yang harus kita ketahui. Sebaiknya kita tetap berhati-hati dalam melakukan penjualan tanah ataupun rumah agar kita tidak tertipu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan hanya ingin mencari keuntungan semata.

Menjelang akhir tahun mungkin membuat kita ingin melakukan transaksi jual beli tanah atau rumah, biasanya akan leih mudah bila kita menyerahkan segala urusan jual beli tersebut kepada pihak Broker. Nah lalu apa saja yang harus kita ketahui dulu sebelum kita mempercayakan penjualan property kita kepada broker?

Pertama-tama yang harus diperhatikan adalah Pastikan hak dan kewajiban roker dan kita. Umumnya broker menangani semua iklan, kunjungan calon pembeli, negosiasi, termasuk segala biaya yang timbul saat proses pemasaran. Lazimnya jangka waktu perjanjian terjdai 3 bulan, tetapi bisa juga lebih dari 3 bulan.

Yang harus diperhatikan juga adalah masalah klausul , lazimnya ditentukan bahwa walau masa perjanjian berakhir tetapi jika yang membeli adalah orang yang peranah diundang maka broker tetap mendapatkan komisi. Tetapi untuk segala urusan harga tetap kita sebagai pemilik yang menetukan. Broker tidak bisa merubah harga jual tanpa ijin dari kita.

Besaran komisi yang diterima broker juga harus jelas dan tegas saat perjanjian, agar nantinya tidak menimbulkan kesalahpahaman. Perlu diingat juga bahwa masing-masing pihak juga akan menanggung beban pajak termasuk pph.

Hal lainnya yang juga perlu kita ketahui adalah, jangan sekali-sekali kita memberikan sertifikat asli kepada pihak broker. Cukup dengan memberikan copy dari sertifikat saja. Untuk memilih broker yang benar-benar kompeten, kita bisa cek dari kontak person pihak broker, kontak person harus jelas dan broker yang bersangkutan harus merupakan anggota AREBI ( Asosiasi Real Estat Broker Indonesia ).

Teman-teman kira-kira seperti itu informasi mengenai penjualan melaui broker yang harus kita ketahui. Sebaiknya kita tetap berhati-hati dalam melakukan penjualan tanah ataupun rumah agar kita tidak tertipu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan hanya ingin mencari keuntungan semata.

  • Share/Bookmark

Tags: ,

Prinsip Menjadi Kaya

Hal pertama yang harus kita rubah adalah pola pikir kita tentang kuasa Tuhan yang menghendaki kita menjadi miskin. Tuhan tidak pernah menginginkan kita untuk menjadi miskin, atau bahkan menuliskan takdir kita untuk menjadi miskin. Justru sebaliknya Tuhan sangat ingin kita untuk menjadi kaya. Mengapa demikian? Mari kita bahas satu persatu.

Dari salah satu buku The Secret bisa kita simpulkan bahwa hidup kita dan semua mahkluk di bumi ini dirancang oleh Tuhan untuk bertindak saling melengkapi. Seperti tanaman yang terus berjuang untuk beertumbuh, dari hanya sekedar biji, berubah menjadi tunas, lalu terus betumbuh hingga akhirnya menjadi pohon yang besar. Demikian juga dengan manusia. Manusia telah sejak lama didorong untuk mau berjuang. Dari sejak kita lahir hingga saat ini.

Kita ditakdirkan menjadi kaya bukan untuk memenuhi kepuasan kita akan segala hasrat dunia, tapi untuk memenuhi dunia ini dengan segala macam karya. Istilahnya adalah untuk melengkapi dunia dan menjadikan kita bertumbuh. Kita menjadi kaya bukan berdasarkan persaingan, tetapi kita kayak arena kreatifitas kita. Semua pelaku bisnis yang menjadi kaya karena mengintimidasi dan memiliki jiwa bersaing yang keras pada akhirnya tidak menjadi benar-benar kaya.

Hal ini disebabkan karena kita tidak menjadi kaya yang positif. Kita tidak akan memberikan nilai lebih pada diri kita bahkan pada dunia tempat kita tinggal. Sebaiknya kita menjadi kaya dengan memberi nilai pada dunia dan sesama. Contohnya ketika kita membuka Internet untuk bermain game, kita hanya akan membuang suatu jumlah uang untuk suatu hal yang tidak ada gunanya bagi kita. Berbeda ketika kita membuka Internet untuk melengkapi tugas sekolah, kuliah, maupun tugas kerja kita. Sejumlah uang yang kita buang akan berguna bagi kita, bahkan memberi kita tambahan sejumlah lainnya.

Menjadi kaya adalah takdir setiap orang, yang membedakannya hanyalah pola pikir masing-masing orang. Banyak orang yang membatasi diri mereka sendiri. Banyak juga mereka yang mencoba menjadi kaya dengan merugikan orang lain. Jika hal itu yang terjadi maka yang kita dapatkan hanya seperti menggali lubang kemiskinan kita sendiri.

Prinsip menjadi kaya itu ada pada diri kita dan cara berpikir kita. Lakukanlah bisnis, pekerjaan, atau kegiatan yang positif. Berpusatlah pada karya untuk memajukan dan memberi orang lain nilai tambah lebih. Maka apa yang kita berikan pada sesama dan dunia ini akan berbalik pada kita. Janganlah kita memberi upah minim pada pegawai kita, maupun menjual suatu hal yang mengurangi nilai kemanusiaan. Tetapi lakukanlah dengan adil, maka hidup juga tidak akan segan-segan meberi kalian keadilan lebih.

  • Share/Bookmark

Tags: , , , , , ,

Rp.500

Ada satu kisah yang sangat menarik untuk kita renungkan. Pada suatu hari ada seorang pengusaha yang sedang bercukur di sebuah salon kecil di pinggir jalan. Ketika sedang bercukur, tukang cukur itu berkata kepada pengusaha, “Pak, anda lihat anak itu?”, kata si tukang cukur sambil menunjuk seorang anak yang bermain tidak jauh dari sana. Pengusaha hanya bergumam sambil menganggukkan kepala tanda ia tahu. Lalu tukang cukur melanjutkan pembicaraan lagi, “Pak apakah anda tahu bahwa anak itu adalah anak terbodoh di dunia?”, pengusaha akhirnya penasaran dan mulai tertarik dengan pembicaraan itu, “apa yang mebuat bapak berpikir demikian?”, kata pengusaha.

“Biar saya tunjukkan kepada bapak”, jawab si tukang cukur. Setelah itu tukang cukur memanggil anak tersebut, ia menyodorkan pada anak tersebut uang logam Rp.500 dan selembar Rp.1000, tukang cukur menyuruh anak tersebut untuk memilih diantara kedua uang tersebut untuk dijadikan miliknya. Anak itu terdiam sejenak lalu ia meraih koin Rp.500 lalu berlari pergi dari tempat itu. Dengan tersenyum puas tukang cukur kembali kepada pengusaha lalu ia berkata, “Anda lihat kan betapa bodohnya anak itu.”
dalam perjalanan pulang setelah bercukur, pengusaha bertemu dengan anak tersebut lagi di jalan, karena penasaran ia menghampiri anak itu dan bertanya pada anak itu mengapa ia memilih uang logam Rp.500 tersebut. Pada awalnya anak itu hanya diam dan tampak ragu untuk menjawabnya, dan akhirnya anak itu berkata, “Jika saya memilih untuk mengambil selembar uang Rp.1000 itu, maka lain kali saya tidak akan dites lagi oleh bapak tukang cukur dan saya tidak bisa mendapat Rp.500 lagi”. Pengusaha itu merasa terkejut dengan jawaban anak tersebut, sambil berjalan pergi ia tersenyum dan berkata dalam hati ’sebenarnya siapa yang lebih bodoh?’

Teman-teman cerita tersebut dapat memberi kita inspirasi dan pemahaman baru, cerita tersebut mengingatkan kita bahwa janganlah kita menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya saja, bisa jadi seorang yang kita anggap bodoh itu ternyata lebih pintar daripada kita. Belakangan ini kita lihat banyak juga orang yang hanya menilai seseorang dari penampilannya saja, ketika kita melihat seorang yang meminta sumbangan kita langsung merasa curiga dengan orang tersebut ‘jangan-jangan dia penipu’, padahal belum tentu orang itu mau berniat menipu kita. Sehingga akhirnya kita jadi batal untuk beramal malah pada akhirnya kita membuat kesalahan dengan menilai orang tersebut.

Sebaiknya kita mulai melihat seseorang jangan hanya dari penampilannya saja, bisa jadi justru orang yang kita anggap baik itulah yang justru menjatuhkan kita. Belakangan ini kita mulai mengkawatirkan lagi tentang masalah krisis moral, di era yang sedang maju saat ini banyak sekali orang yang mulai menaruh curiga kepada ’saudara’nya sendiri. Pada akhirnya hal ini memicu kurangnya toleransi antar masyarakat. Hal inilah yang akhirnya dapat memicu perpecahan dalam masyarakat, karena satu dengan yang lainnya bersikap saling mencurigai.

Nah teman-teman, kita yang merupakan salah satu anggota masyarakat sebaiknya mulai menciptakan sikap saling bertoleransi. Janganlah kita saling mencurigai satu dengan yang lainnya tapi mualilah dengan tindakan sederhana kita mulai dari hari ini. Kita pasti bisa melakukan hal paling sederhana ini, yaitu dengan tersenyum, itulah awal kita menciptakan keharmonisan hidup, selamat mencoba ya. ^_^

  • Share/Bookmark

Tags: , , ,

Powered by Yahoo! Answers