Posts Tagged amal

Prinsip Menjadi Kaya

Hal pertama yang harus kita rubah adalah pola pikir kita tentang kuasa Tuhan yang menghendaki kita menjadi miskin. Tuhan tidak pernah menginginkan kita untuk menjadi miskin, atau bahkan menuliskan takdir kita untuk menjadi miskin. Justru sebaliknya Tuhan sangat ingin kita untuk menjadi kaya. Mengapa demikian? Mari kita bahas satu persatu.

Dari salah satu buku The Secret bisa kita simpulkan bahwa hidup kita dan semua mahkluk di bumi ini dirancang oleh Tuhan untuk bertindak saling melengkapi. Seperti tanaman yang terus berjuang untuk beertumbuh, dari hanya sekedar biji, berubah menjadi tunas, lalu terus betumbuh hingga akhirnya menjadi pohon yang besar. Demikian juga dengan manusia. Manusia telah sejak lama didorong untuk mau berjuang. Dari sejak kita lahir hingga saat ini.

Kita ditakdirkan menjadi kaya bukan untuk memenuhi kepuasan kita akan segala hasrat dunia, tapi untuk memenuhi dunia ini dengan segala macam karya. Istilahnya adalah untuk melengkapi dunia dan menjadikan kita bertumbuh. Kita menjadi kaya bukan berdasarkan persaingan, tetapi kita kayak arena kreatifitas kita. Semua pelaku bisnis yang menjadi kaya karena mengintimidasi dan memiliki jiwa bersaing yang keras pada akhirnya tidak menjadi benar-benar kaya.

Hal ini disebabkan karena kita tidak menjadi kaya yang positif. Kita tidak akan memberikan nilai lebih pada diri kita bahkan pada dunia tempat kita tinggal. Sebaiknya kita menjadi kaya dengan memberi nilai pada dunia dan sesama. Contohnya ketika kita membuka Internet untuk bermain game, kita hanya akan membuang suatu jumlah uang untuk suatu hal yang tidak ada gunanya bagi kita. Berbeda ketika kita membuka Internet untuk melengkapi tugas sekolah, kuliah, maupun tugas kerja kita. Sejumlah uang yang kita buang akan berguna bagi kita, bahkan memberi kita tambahan sejumlah lainnya.

Menjadi kaya adalah takdir setiap orang, yang membedakannya hanyalah pola pikir masing-masing orang. Banyak orang yang membatasi diri mereka sendiri. Banyak juga mereka yang mencoba menjadi kaya dengan merugikan orang lain. Jika hal itu yang terjadi maka yang kita dapatkan hanya seperti menggali lubang kemiskinan kita sendiri.

Prinsip menjadi kaya itu ada pada diri kita dan cara berpikir kita. Lakukanlah bisnis, pekerjaan, atau kegiatan yang positif. Berpusatlah pada karya untuk memajukan dan memberi orang lain nilai tambah lebih. Maka apa yang kita berikan pada sesama dan dunia ini akan berbalik pada kita. Janganlah kita memberi upah minim pada pegawai kita, maupun menjual suatu hal yang mengurangi nilai kemanusiaan. Tetapi lakukanlah dengan adil, maka hidup juga tidak akan segan-segan meberi kalian keadilan lebih.

  • Share/Bookmark

Tags: , , , , , ,

Rp.500

Ada satu kisah yang sangat menarik untuk kita renungkan. Pada suatu hari ada seorang pengusaha yang sedang bercukur di sebuah salon kecil di pinggir jalan. Ketika sedang bercukur, tukang cukur itu berkata kepada pengusaha, “Pak, anda lihat anak itu?”, kata si tukang cukur sambil menunjuk seorang anak yang bermain tidak jauh dari sana. Pengusaha hanya bergumam sambil menganggukkan kepala tanda ia tahu. Lalu tukang cukur melanjutkan pembicaraan lagi, “Pak apakah anda tahu bahwa anak itu adalah anak terbodoh di dunia?”, pengusaha akhirnya penasaran dan mulai tertarik dengan pembicaraan itu, “apa yang mebuat bapak berpikir demikian?”, kata pengusaha.

“Biar saya tunjukkan kepada bapak”, jawab si tukang cukur. Setelah itu tukang cukur memanggil anak tersebut, ia menyodorkan pada anak tersebut uang logam Rp.500 dan selembar Rp.1000, tukang cukur menyuruh anak tersebut untuk memilih diantara kedua uang tersebut untuk dijadikan miliknya. Anak itu terdiam sejenak lalu ia meraih koin Rp.500 lalu berlari pergi dari tempat itu. Dengan tersenyum puas tukang cukur kembali kepada pengusaha lalu ia berkata, “Anda lihat kan betapa bodohnya anak itu.”
dalam perjalanan pulang setelah bercukur, pengusaha bertemu dengan anak tersebut lagi di jalan, karena penasaran ia menghampiri anak itu dan bertanya pada anak itu mengapa ia memilih uang logam Rp.500 tersebut. Pada awalnya anak itu hanya diam dan tampak ragu untuk menjawabnya, dan akhirnya anak itu berkata, “Jika saya memilih untuk mengambil selembar uang Rp.1000 itu, maka lain kali saya tidak akan dites lagi oleh bapak tukang cukur dan saya tidak bisa mendapat Rp.500 lagi”. Pengusaha itu merasa terkejut dengan jawaban anak tersebut, sambil berjalan pergi ia tersenyum dan berkata dalam hati ’sebenarnya siapa yang lebih bodoh?’

Teman-teman cerita tersebut dapat memberi kita inspirasi dan pemahaman baru, cerita tersebut mengingatkan kita bahwa janganlah kita menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya saja, bisa jadi seorang yang kita anggap bodoh itu ternyata lebih pintar daripada kita. Belakangan ini kita lihat banyak juga orang yang hanya menilai seseorang dari penampilannya saja, ketika kita melihat seorang yang meminta sumbangan kita langsung merasa curiga dengan orang tersebut ‘jangan-jangan dia penipu’, padahal belum tentu orang itu mau berniat menipu kita. Sehingga akhirnya kita jadi batal untuk beramal malah pada akhirnya kita membuat kesalahan dengan menilai orang tersebut.

Sebaiknya kita mulai melihat seseorang jangan hanya dari penampilannya saja, bisa jadi justru orang yang kita anggap baik itulah yang justru menjatuhkan kita. Belakangan ini kita mulai mengkawatirkan lagi tentang masalah krisis moral, di era yang sedang maju saat ini banyak sekali orang yang mulai menaruh curiga kepada ’saudara’nya sendiri. Pada akhirnya hal ini memicu kurangnya toleransi antar masyarakat. Hal inilah yang akhirnya dapat memicu perpecahan dalam masyarakat, karena satu dengan yang lainnya bersikap saling mencurigai.

Nah teman-teman, kita yang merupakan salah satu anggota masyarakat sebaiknya mulai menciptakan sikap saling bertoleransi. Janganlah kita saling mencurigai satu dengan yang lainnya tapi mualilah dengan tindakan sederhana kita mulai dari hari ini. Kita pasti bisa melakukan hal paling sederhana ini, yaitu dengan tersenyum, itulah awal kita menciptakan keharmonisan hidup, selamat mencoba ya. ^_^

  • Share/Bookmark

Tags: , , ,

Rumus Puasa

Sobat n sobat, ceweq n cowoq, ada artikel yang aku ambil dari salah satu majalah remaja tentang “Rumus yang (enggak bikin) batal puasa“. Kan namanya juga mau ngejar pahala, jadi apa aja yang bisa ngebatalin puasa harus kita jauhi kan….Eh tapi ini termasuk kamus yang wajib kita hafal selama puasa. Menurut Ustadz Rully Firmansyah yang sering mengisi ceramah buat remaja di sekolah-sekolah, ini hal yang bisa dan tidak bisa kita lakukan saat sedang berpuasa, singkat aja ya ni ya, ada

12 hal yang enggak bakal ngebatalin puasa kita

Jangan lupa baca keterangannya biar lebih jelas :

Nangis

Enggak bikin batal puasa. Kecuali pas kita nangis, airmata turun ke mulut, terus tertelan. He he he, itu baru ngebatalin puasa. Kalau kita nangis sampai lemas dan membutuhkan asupan makanan, misal ada keluarga yang meninggal, lebih baik batalkan saja

Menelan ludah

Akan batal kalau kita kumpulkan air ludah, terus ditelan. Nah, itu baru batal, Karena niatnya sengaja menelan air. Tapi enggak akan batal kalau kita sedang nuggu angkot siang-siang, eh , angkotnya penuh. Tanpa sengaja, kan, kita suka menelan ludah. Kalau itu, sih, enggak bikin kita batal puasa.

Sikat gigi sebelum buka puasa

Menggosok gigi ketika puasa bisa dikatakan makruh. Artinya kalau kita kerjakan, ya, enggak, apa-apa. Tapi akan lebih baik kalau ditinggalkan.

Mengupil atau mengorek kuping

Yang ini juga enggak bikin batal karena mengupil atau mengorek kuping enggak punya efek apa-apa sama puasa kita. Apalagi kalau pagi-pagi tellinga kita gatal, sehingga mengganggu aktivitas kita seharian. Daripada telinga gatal, melakukan apa-apa jadi enggak konsentrasi, ya, korek saja.

Berdarah terkena luka

Kalau, berdarah, tapi enggak parah lukanya, dan tidak membuat kita kehilangan tenaga, ya, berikan saja sedikit obat merah. Kecuali kalau luka tersebut bikin kita sakit dan memar-memar, lebih baik batalkan saja puasanya.

Berenang

Enggak akan membatalkan puasa selama kita enggak mnyelam sambil minum air. He he he. Cuma memang berenang itu, kan, dekat-dekat sama air. Jadi sebaiknya dihindari daripada enggak sengaja tertelan.

Marah

Puasa kita enggak akan batal, tapi yang batal adalah pahala puasa. Misal, sepuluh hari pertama puasa kita lancar-lancar saja. Suatu hari, tanpa sengaja kita marah sama teman sampai bikin dia sakit hati banget. Puasa kita enggak batal, tapi pahala di hari pertama, kedua, dan ketiga kita bisa hilang.

Menjelek-jelekan orang

Sama seperti marah, menjelek-jelekan orang atau bergosip juga enggak membatalkan puasa kita. Tapi hal ini dapat membuat pahala yang telah kita kumpulkan hilang. Sayang banget, kan, amal dan ibadah yang sudah kita jalankan kalau mesti hilang hanya karena kita bergosip ?

Minum dan makan

Eits, minum dan makan kali ini dilakukan karena enggak sengaja. Pas bangun dari tidur siang, tanpa sadar kita ke dapur terus minum. Nah, selesai minum, baru deh kita ingat kalau kita sedang puasa. Kalau begini kasusnya, enggak termasuk batal kok. Kita bisa melanjutkan puasa, asal jangan diterusin minum atau makannya, ya.

Menyiram tubuh dengan air untuk mengurangi rasa panas

Berenang saja enggak membuat batal, apalagi cuma mandi. Tapi sekali lagi, airnya jangan ikut diminum, ya, hi hi hi…

Muntah

Kalau muntah dengan sengaja, artinya kita sudah batal puasa. Lain lagi misalnya saking enggak tahan dengan bau bensin, terus kita muntah. Kalau hal tersebut lanjutkan saja puasanya.

Mimisan

Enggak batal, kok. Tapi kalau mimisan keluar karena kita sakit dan terlalu capai, mending dibatalin saja. Puasa, kan, bisa diganti hari lain. Khawatirnya kalau kita maksa puasa, ruginya malah tambah banyak. Kita tambah sakit dan malah jadi enggak bisa puasa di bulan ramadhan.

Sedangkan 3 hal yang pasti dapat membatalkan puasa:

Mencicipi makanan

Termasuk membatalkan puasa karena saat kita merasakan rasa makanan, bukan hanya berhenti di lidah saja. Rasa manis yang dirasakan oleh lidah, akan disampaikan oleh saraf ke otak. Sehingga seluruh tubuh kita merasakannya.

Disuntik

Salah satu hal yang dapat membatalkan puasa adalah memasukkan sesuatu melewati kerongkongan atau ke dalam tubuh. Baik itu berupa minuman, makanan, maupun dengan memasukkan cairan seperti transfusi darah, suntik atau infuse. Lagipula, kalau sampai harus disuntik mah, enggak usah puasa dulu atuh. He he he…

Keluar flek

Kita, kan, sudah tahu tanggal kapan kita biasa menstruasi. Kalau fleknya dekat-dekat tanggal menstruasi, lebih baik batalkan. Tapi kalau fleknya masih jauh dari tanggal kita menstruasi, jangan batalkan. Apalagi kalau kita yakin itu hanya keputihan.

Nah… pokoknya kalau masih ada yang bingung atau ada beberapa pertanyaan langsung aja add Facebook Ust. Rully. Tinggal ketik nama Rully Firmansyah dan Tanya, deh.

Ssstt, bahkan ditulis tuh kalau ustadz yang ini asyik dan gaul berat. Hi hi hi okay… happy fasting !

Sumber bahan dari Majalah KAWANKU no. 53 – 2009
  • Share/Bookmark

Tags: ,

Powered by Yahoo! Answers