You are browsing the archive for en-Nasira.

Taman Atap – Roof Garden

8:37 pm in Diskusi, Informasi by en-Nasira

Era modern hijau taman di atas atap sebenarnya bukan hal yang baru. The Skyrise Greenery adalah kata aslinya, yang artinya, penghijauan di bagian atap dan balkon gedung bertingkat serta podium jendela yang ditata lanskapnya.

The Skyrise Greenery lebih dikhususkan lagi karena peletakannya:

  • Roof Garden atau taman atap
    Taman yang lanskapnya ditata pada tanah datar, bisa langsung diatas tanah datarnya atau bisa juga digantung.
  • Vertical Garden atau taman vertikal
    Taman yang lanskapnya ditata ke arah atas atau vertikal alias menjulang tinggi, biasanya menempel pada sebidang tembok.

roof garden 300x210 Taman Atap   Roof GardenDi Jerman taman di atas atap telah di mulai dari tahun1960, lalu diikuti oleh Swiss, Belanda, Italia, Austria, Hungaria, Swedia dan Inggris. 10% dari bangunan bertingkat yang ada di Jerman, telah menghijau atapnya. Amerika juga menerapkan era modern hijau roof garden, tapi tidak sepopuler di Eropa. Bergemanya tehnologi roof  & vertical garden sudah dilaksanakan di Asia Tenggara terutama Singapore, diterapkan dalam taman yang ada di Walk Paragon Shopping Mall, Orchad Road, Singapore.

Lalu apa saja manfaatnya the Skyrise Greenery ini terutama bagi lingkungan dan warga kota ? Hasil penelitian para pengamat, bahwa hijauan di atas atap, mempunyai manfaat sbb :

  • Dapat menahan air, sebanyak 75% air yang jatuh, agar nantinya akan dilepas kembali ke atmosfer secara perlahan melalui proses kondensasi dan transpirasi. Berarti dapat mengurangi banjir di Jakarta dong ya… icon smile Taman Atap   Roof Garden
  • Air yang jatuh di permukaan tanah akan dapat membawa limbah atau sampah ke saluran air pada saat hujan.
  • Mereduksi pemanasan kota besar yang diakibatkan oleh struktur dan aktivitas kota (kepadatan gedung tinggi, kendaraan, dapur, dll) disebut juga the Urban Heat Island Effect.
  • Dapat mengisolasi gedung dari kebisingannya aktifitas kota.
  • Tanahnya dapat memblokir frekuensi yang rendah, sedangkan tanamannya mampu memblokir frekuensi suara yang lebih tinggi.
  • Sebagai filter polutan dan logam berat, agar tidak hanyut bersama aliran air ke permukaan tanah.

Nah kalau kita sudah tahu betapa pentingnya penghijauan di kota, mari kita galakkan penghijauan di kota-kota besar pada umumnya dan penghijauan taman di atas atap gedung bertingkat pada khususnya. Intinya hijauan di kota-kota besar sangatlah dianjurkan. Apalagi Jakarta adalah kota besar berpolusi tinggi yang menempati peringkat ketiga di dunia.

Di bawah ini ada beberapa bangunan yang telah menerapkan roof garden, taman dia atas bangunan:

  • Mountain Equipment Co-op Store, Toronto, Canada.
  • Rockefeller center, Manhatan,USA.
  • City hall, Chicago, USA.
Sumber: http://www.wikipedia.org

Gempa Padang – Sekilas Pandang

8:37 pm in Informasi by en-Nasira

Berita tentang gempa di Padang terakhir-akhir ini mengulas banyak tentang keadaan korban yang masih hidup, mulai dari yang sakit  di tenda PMI ataupun yang selamat  di lokasi gempa, tapi tak jelas nasibnya. Di bawah ini ada sekilas pandang tentang korban:

Suasana Posko bantuan gempa yang dijarah oleh korban gempa di bagian Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar), menjadi suatu pemandangan yang sangat  mengenaskan. Hal ini nekat dilakukan oleh korban karena mereka belum mendapatkan bantuan sama sekali sejak bencana terjadi. Sedangkan sembako ada menumpuk di POSKO bantuan daerah setempat. Sedangkan dari POSKO tidak dapat mengeluarkan sembako karena menunggu surat keterangan dari kelurahan atau RT setempat. Bahkan juga disepanjang jalan, dimana bantuan yang dilalui oleh box pengangkut sembako, juga dijarah ditengah jalan.

Weelahdallaaah, padahal kalau secara logika ni ya… boro-boro mau minta surat keterangan, sedangkan Lurah atau RT nya aja juga samaan jadi korban, keadaannya pun sama-sama parah.

Sulitnya akses menuju lokasi bencana

Sulitnya medan yang ditempuh, dikarenakan banyak akses jalan yang putus ke daerah lokasi. Menyebabkan bantuan belum tersampaikan ke korban, sehingga terkesan bantuan yang ada masih belum cukup untuk menangani keadaan.

Surakarta menyumbang darah

Bantuan yang termasuk penting juga adalah darah. Bagi korban gempa tidak sedikit yang mengalami luka-luka baik berat maupun ringan. Karena itu digalanglah sumbangan berupa donor darah. Saat  itu akan dikirim15 kantong darah dari berbagai macam golongan darah dibawa langsung ke lokasi beserta relawan-relawan yang juga ikut serta. (6/10)

Ulang tahun TNI 2009 yang kelabu

Ulang tahun TNI tahun ini tidak semua TNI dapat merayakan HUT TNI ini dengan gembira, karena 5 Oktober 2009 ini bertepatan dengan bencana yang terjadi di Padang. Banyak TNI yang juga bertugas membantu pencarian korban. Tidak sedikit tentara yang juga kena korban dan ditolong oleh tentara, serta banyak rumah mereka yang hancur.

  • Sebuah bukit yang longsor dari ketinggian 10 meter, menyebabkan ratusan warga terkubur bersama rumah mereka, tragisnya karena mereka tidak dapat langsung mendapatkan bantuan karena rusaknya akses ke lokasi, jembatan pun yang ada di daerah itu rusak.
  • Kehilangan 12 anggota keluarganya, 6 dari korban belum dapat ditemukan jenasahnya yang terkubur dalam longsoran. Inilah yang dialaami oleh ibu Yurni,  yang mengenaskan adalah kematian anaknya yang berumur 12 tahun yang sedang bermain bersama sanak saudaranya di daerah lokasi. Tapi dia berpasrah, karena hidup masih berlanjut, ke tempat lain pun dia tidak tahu harus kemana, karena disitulah dia hidup.
  • Sekitar 100 orang tertimbun longsor di sebuah dusun di daerah bukit tersebut, menurut berita saat kejadian sedang ada resepsi perkawinan atau sedang akan melakukan kunjungan ke tempat perkawinan  yang letaknya di luar desa mereka.

Sekilas pandang yang ditulis ini tentu saja tidak dapat mewakili seluruh duka  bagi para korban. Tapi setidaknya berita ini bukan hanya menimbulkan belas kasihan dan simpati, tapi juga empati bagi para korban, tindakan yang nyata harus dilakukan, seperti si kecil Ayu, menyisihkan 2000 rupiah dari uang sakunya. Apakah ada artinya sumbangan 2000 rupiah ?

Setidaknya di kecil Ayu, yang baru duduk di bangku SD kelas 1, menunjukkan bahwa dia tidak hanya ikut mencucurkan air mata atau iba semata-mata, mungkin 2000 rupiah hanya dapat dibelikan kapas tanpa obat merah, tapi kapas itu ikut membersihkan luka para korban, walau hanya jasmani yang dapat terbantu, tapi percayalah, kapas dari si kecil Ayu telah turut membantu para korban untuk menjalani hidup ini lebih lanjut, karena di dalam kapas itu ada ketulusan sesama.

Sumbangan Korban Gempa di Padang, Sumatra Barat via World Harvest

Mata

9:59 pm in Renungan by en-Nasira

Ada cowok yang benci dirinya sendiri karena dia buta

Ia juga membenci semua orang kecuali ceweknya,

Yang selalu ada di sampingnya,

Menemani dan menghiburnya

Cowok itu berkata akan menikahi ceweknya itu,

Hanya jika ia bisa melihat lagi

Suatu hari

Ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata

Buat dia sehingga dia bisa melihat semua hal ,

Termasuk ceweknya

Cewek itu bertanya,

“Sekarang karena sudah bisa melihat, apakah kamu mau menikah dengan aku?”.

Cowok itu terguncang,

Saat tahu ternyata cewek itu buta.

Ia menolak menikah dengannya.

Cewek itu pergi dengan air mata mengalir, dan

Menulis sepucuk surat singkat kepada cowok itu,

“Sayangku, tolong jaga baik-baik mataku.

Aku selalu sayang kamu”.

Jadi hargailah apapun yang telah kamu miliki, karena kita tidak pernah tahu darimana sesuatu yang kita miliki itu berasal.

Batik dan Maestro Batik Indonesia

9:38 am in Informasi by en-Nasira

Siapa yang tak kenal Iwan Tirta, sang Maestro Batik Indonesia, bukan hanya perancang baju biasa tapi juga perancang batik hingga terangkat pamornya  di dunia mode  International.

Selain mendisain batik, Iwan Tirta juga mengenal seluk beluk batik Indonesia, hal ini dituangkan dalam bukunya, Batik, A Play of Light and Shades (Gaya Favorit Press, 1996). Dia menyebutkan, batik boleh jadi berkembang bersamaan di beberapa tempat di dunia, tapi ada perbedaan tertentu pada batik Indonesia

Batik sebagai teknik merintang warna bukanlah batik  khas Indonesia.  Batik kita ternyata ada bibit, bebet, bobotnya lho, he he he kayak mau cari jodoh ya…

Belajar dikit yuk bibit, bebet dan bobotnya batik dari pengetahuan Iwan Tirta, kalau bukan kita yang belajar, siapa lagi ?  sebelum keburu disamber orang lain, tul nggak….?

Batik di Jawa. Batiknya menjadi sangat halus karena coraknya berkembang luas, metode pewarnaan sangat maju dan ada penyempurnaan teknik. “Canting” yang memungkinkan pembuatan motif, misalnya, sangat halus berkembang di Jawa. Termasuk teknik pewarnaannya. Cikal bakal batik bentuknya lebih sederhana.

n813283825 225777 4702 Batik dan Maestro Batik IndonesiaKain simbut dari Banten adalah salah satu batik paling awal, menggunakan bubur nasi sebagai perintang warna (Iwan Tirta,  A Play of Light and Shades).

Kain ma’a dari Toraja di Sulawesi Tengah juga memakai bubur nasi. Karena Toraja terisolasi di pegunungan, para ahli menduga kemungkinan besar batik itu asli dari sana, tidak dipengaruhi India. Hal ini memunculkan teori boleh jadi Indonesia juga melahirkan batik pertama.

Dalam bukunya A Play of Light and Shades, Iwan Tirta juga menyebutkan, pada akhir abad ke-19 seorang akademisi, Rouffaer, melaporkan motif batik sehalus gringsing sudah diproduksi pada abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Corak seperti sisik ikan adalah salah satu motif tersulit dan dia menyimpulkan, besar kemungkinan motif itu dibuat memakai canting.

Serta tak dapat dipungkiri, bahwa dalam perkembangannya batik memiliki keterkaitan kuat dengan kesenian  daerah pada waktu itu, yaitu:

  • Seni wayang,
  • Tari
  • Lagu

Ragam hias batik Indonesia memiliki ciri yang terkait dengan komunitas (daerah ) pembuatnya:

  • Sebagian menggambarkan suasana jaman
  • Merekam alam sekitar
  • Diproduksi untuk keperluan komersial
  • Memenuhi kebutuhan adat dan tradisi.

Nah, udah lumayan ngerti dikit khan, bibit, bebet, bobotnya batik kita. Jadi pasti semakin yakin, khan, kalau batik adalah milik Indonesia. So pasti bangga, donk!

Batik Day

9:38 pm in Informasi by en-Nasira

Pada 2  Oktober 2009 UNESCO akan mengumumkan “Batik Indonesia” sebagai Warisan Budaya Duni (Intangible Cultural Heritage/ICH).

Batik Indonesia termasuk yang didaftarkan untuk mendapat  status ICH melalui kantor UNESCO di Jakarta oleh kantor Menko Kesejahteraan Rakyat mewakili pemerintah dan komunitas batik Indonesia, pada 4 September 2008.

Bila permintaan Indonesia diterima dan kemungkinan besar akan diterima, Batik menjadi warisan ketiga Indonesia yang terdaftar dalam Intangible Heritage of Humanity UNESCO, setelah:

  • Wayang kulit dari Jawa
    Telah dikukuhkan UNESCO sebagai kesenian dunia berasal dari budaya Indonesia pada 7 November 2003.
  • Keris dari Jawa
    Telah dikukuhkan oleh UNESCO sebagai kesenian dunia berasal dari budaya Indonesia tahun 2005.

Situs UNESCO (www.unesco.org) United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization menyebutkan, bahwa Intergovermental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage (ICH) akan bersidang di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 28 September – 2 Oktober 2009 untuk menentukan ICH.

Penilaian ICH didefinisikan sbb. yaitu,

  • Sebagai  praktik, representasi, ekspresi, serta pengetahuan dan ketrampilan yang oleh komunitas, kelompok, dan dalam beberapa kasus juga individu mengakui sebagai bagian warisan budaya mereka.
  • Secara tradisional dan yang masih dipraktikkan, terus dikreasikan, dan diturunkan ke generasi berikut, umumnya secara lisan.

Pengakuan UNESCO akan membawa  tanggung jawab kepada pemerintah dan komunitas, seperti yang diisyaratkan Konvensi, yaitu :

  • Agar  sungguh memerhatikan batik
  • Termasuk pewarisan kepada generasi baru
  • Memastikan dipenuhinya hak pembatik
  • Pembuatannya tak merusak lingkungan.

Teman-teman, jelas sekali khan, bahwa bukan hanya pengakuan saja lalu tugas kita selesai, tapi secara global kita juga harus memelihara dan merawat kelestariannya.

Bagaimana sebagai langkah awal,  pada 2 Oktober 2009 kita pakai batik secara serempak, sebagai rasa bangga kita menyambut Hari Batik, biar seluruh dunia tahu batik milik Indonesia, dan kita siap melestarikannya, ocre… Setuju ??