Bahagia Dengan Bekerja

Bagi mereka yang bekerja karena “terpanggil”, uang bukan menjadi tujuan namun alat untuk mencapai tujuan. Ketika dapat merasakan rasa bahagia, tantangan dan pengembangan diri membuat orang-orang tipe ini dapat menikmati pekerjaannya. Apapun yang anda kerjakan semua pasti memiliki unsur keindahan, keteraturan, harmoni, artistik seperti hanya karya seni. Seperti yang dikatakan oleh Marthin Luther King Jr, jika kita terpanggil menjadi tukang sapu jalanan, sapulah jalan seperti Michelangelo melukis atau seperti Beethoven yang menggubah musih dan seperti Shakespeare menulis sajak. Untuk mencapai tingkat ini dibutuhkan suatu kreativitas untuk mengembangkan dan menyelesaikan setiap masalah pekerjaan.

Kreativitas tentu tidak muncul begitu saja karena rasa terpaksa dan didorong oleh obsesi tentang uang semata. Sehingga bekerja lebih pada mengaktualisasikan potensi kreatif untuk mencapai kepuasaan seperti halnya pekerja seni. Orang kreatif memiliki banyak jenis, mereka merupakan orang yang bisa melihat keadaan dengan cara berbeda dan baru yang seringkali tidak dapat dilihat oleh orang lain. Kreativitas berarti keberanian untuk mengambil resiko yang hasilnya belum pasti. Berani mencoba hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya merupakan bagian dari sikap kreatif. Kreatif dalam konteks pekerjaan berarti melakukan sesuatu yang baru untuk memberi nilai tambah bagi perusahaan. Menurut Charles Prather dalam bukunya blueprint for innovation, gaya atau model kreativitas seseorang terbagi menjadi 2, yakni:

1. Adaptive Problem Solving

Orang-orang yang memiliki gaya ini dalam bekerja cenderung memakai kreativitas untuk menyempurnakan sistem perusahaan tempat mereka bekerja. Hal-hal yang terlihat pada orang yang memiliki gaya ini adalah mereka akan berusaha sebaik mungkin untuk membuat sistem menjadi lebih baik dan efisien. Apa yang dilakukan akan dapat dilihat hasilnya secara cepat.

2. Inovative Problem Solving

Orang yang memiliki gaya ini cenderung melawan arus, dengan artian mereka senang menantang dan mengubah sistem yang sudah ada. Mereka dapat disebut sebagai agen perubahan karena lebih memfokuskan pekerjanya pada penemuan sistem baru daripada menyempurnakan yang telah ada. Dalam perusahaan mereka biasa ditempatkan dalam riset, penciptaan produk baru, antisipasi kebutuhan pelanggan dan orang-orang yang menjaga kelangsungan hidup perusahaan di masa yang akan datang.

Kreativitas dapat dikembangkan pada setiap orang melalui proses yang bertahap. Kreativitas juga dapat ditumbuhkan melalui pelaksaanaan tugas yang dilakukan bersama dengan orang lain. Kerjasama dalam tim yang memiliki latar belakang beragam dapat mendorong kreativitas. Dalam pekerjaan seseorang akan memiliki tahapan kreatif seperti dibawah ini:

1. Inventing

Pada tahap ini sangat penting bagi perusahaan untuk melihat atau mengevaluasi berbagai alat, teknik dan metode yang telah dimiliki calon karyawan. Ini dapat membantu dalam menghilangkan cara berpikir yang tradisional.

2. Choosing

Pada tahap ini perusahaan mengidentifikasi dan memilih ide-ide karyawan yang paling mungkin untuk dilaksanakan dalam konteks dalam pekerjaan.

3. Implementing

Tahap akhir untuk disebut kreatif adalah bagaimana membuat suatu ide dapat diimplementasikan. Seseorang bisa saja memiliki ide cemerlang tetapi jika ide tersebut tidak dapat diimpelmentasikan maka hal itu justru tidak berguna.
Seringkali orang melihat bahwa kreativitas bukanlah hal yang terlalu penting dalam pekerjaan karena setiap karyawan telah dibekali dengan job description namun seringkali kita lupa bahwa semua bagian dari perusahaan membutuhkan kreativitas. Perusahaan selalu dituntut untuk menciptakan ide dan cara bagi masyarakat dan bahkan dunia. Bagi mereka yang bekerja di perusahaan, kreativitas membantu meningkatkan kemampuan dalam melaksanakann tugas-tugas yang diberikan. Meski begitu kreativitas harus dikeluarkan dalam kondisi tertentu karena tidak semua ide kreatif kita dapat memberi nilai tambah bagi pekerjaan.

Sibuk Boleh Namun Jangan Lupa Untuk Bahagia

Semakin lama manusia semakin banyak berubah menjadi mesin, mereka menjadi seperti tidak memiliki badannya sendiri karena setiap langkah mereka seakan menjadi alat bagi sebuah industri. Dalam buku Robert “Jalan Menuju Kesuksesan Finansial” dijelaskan bahwa waktu menjadi rantai yang membuat manusia tidak berdaya. Sehingga ketika manusia ingin lebih produktif maka mereka harus mencoba untuk bekerja dengan bahagia karena, kebahagian itu merupakan kebutuhan setiap orang termasuk pada saat sedang bekerja. Umumnya orang yang bekerja keras belum tentu bahagia namun mereka yang bekerja dengan bahagia akan memiliki hasil yang lebih daripada hanya bekerja keras.

Image : www.hipwee.com

Leave a Reply