Waspada Stres Kerja

Seringkali stres kerja menjadi masalah yang terjadi ditempat kerja (selain masalah sakit punggung), hal ini terjadi karena semakin hari manusia dituntut untuk bisa berbuat lebih banyak dalam waktu yang singkat dan bahkan jumlah tim yang sedikit pula. Penyebab stres di tempat kerja bisa terjadi karena tekanan dari atasan atau masalah perbedaan pendapat dengan rekan kerja.

Macam-Macam Stres

Menurut stressfocus.com, terdapat dua jenis stres, yakni: stres postif dan stres negatif. Stres positif disini cenderung membantu kita dalam hidup serta membantu dalam melihat sesuatu yang salah dan harus diubah. Eustres, merupakan bentuk dari stres positif yang membuat seseorang justru lebih produktif dan kreatif dalam menyelesaikan pekerjaan ketika sedang stres.

Sedangkan stres negatif memiliki beberapa jenis yang lebih banyak, yakni: distress, understress dan over-stress. Distress muncul ketika seseorang sedang frustasi, takut atau menyimpan kemarahan yang belum terlampiaskan. Bila seseorang terlalu sering mengalami distress  maka ini akan  berakibat pada tekanan mental. Sedangkan Understress terjadi saat manusia mulai kehilangan tantangan yang dapat mendorong mereka pada masalah baru, sehingga kejenuhan dan perasaan tak berguna merupakan efek dari stres jenis ini. Stres tipe ini biasa disebabkan karena adanya kesalahan pada sistem manajemen atau minimnya kesempatan untuk berpartisipasi dalam menunjukan kemampuan individu. Tipe stres yang terakhir ialah over-stress, stress ini terjadi ketika seseorang telah bekerja keras dan berusaha dengan lebih untuk menyelesaikan suatu pekerjaan demi memenuhi tenggat. Kondisi yang terus berulang ini menyebabkan tidak adanya waktu untuk beristirahat sehingga hal ini dapat berakibat pada berkurangnya kemampuan dan kreativitas.

Jika pekerjaan anda rawan stres, maka  carilah cara untuk memompa energi baru dengan melakukan kegiatan yang bersifat relaksasi (bisa dengan berlibur sejenak atau tidak menyentuh pekerjaan setelah lewat jam kerja).

Belajar Mengelola Stres

Kita tidak bisa menghindari keadaan yang menimbulkan stres, namun kita dapat mencoba mengurangi risiko stres di tempat kerja. Dibawah ini merupakan beberapa tips Terry Beehr, Ph.D (Direktur Program Organisasi dan Industri di Central Michigan University) yang dapat mengurangi resiko stres ditempat kerja:

1. Mengontrol Diri

Cara efektif untuk mengurangi stres karena pekerjaan ialah dengan terus bekerja yang akan membantu dalam mengurangi ketegangan. Menurut penelitian Beehr, anda bisa melibatkan diri dalam kegiatan yang bersifat santai seperti berjumpa dengan sahabat, membaca buku, menonton film, yoga atau kegiatan apapun yang dapat anda nikmati. Stres kerja dapat membuat orang sakit secara psikologis maupun secara fisik. Maka dari itu kegiatan fisik dapat menjadi pelindung tersendiri bagi kesehatan anda. Dengan menjadi kuat secara fisik akan membuat anda lebih tahan terhadap efek stres.

2. Selesaikan Masalah Anda Dari Sumbernya

Setiap masalah memiliki sumbernya dan setiap masalah memiliki penyelesaian yang berbeda. Persamaannya semua masalah menyebabkan stres, maka dari itu untuk dapat menyelesaikannya anda perlu menentukan sumber stres dan mencari penyelesaian permasalahan tersebut. Intinya, ambil pendekatan dalam memecahkan masalah dan perbaiki sesuai dengan kemampuan kita.

3. Selalu Bersyukur

Hess menyarankan agar kita selalu memikirkan satu hal yang dapat disyukuri setiap harinya ditempat kerja. Walaupun sangat sederhana, tidak ada salahnya untuk menunjukan rasa syukur dengan sesekali  membelikan makanan atau minuman untuk orang kantor.

4. Bergaul Dengan Mereka yang Suportif

Untuk menghindari rasa stres, pilihlah untuk bergaul dengan orang yang santai dan menyenangkan namun suportif dalam pekerjaan. Kedekatan dengan rekan kerja dapat membantu anda dalam menyelesaikan beban kerja yang berat serta memberikan dukungan ketika dibutuhkan.

5. Ubah Pola Pikir Anda

Dalam penelitian, Hess berbicara mengenai cara pandang terhadap pekerjaan dimana pekerjaan tidak dilihat dari apa yang terjadi di kantor namun bagaimana cara kita memandang peristiwa yang terjadi didalamnya. Hess mengembangkan 5 langkah pendekatan untuk hal tersebut yang disingkat menjadi SHIFT

S(top) and take a deep breath (Berhenti sejenak dan ambil napas dalam-dalam).
Hal ini tidak hanya dapat membantu menenangkan anda, tetapi juga mencegah dari mengatakan sesuatu yang akan membuat anda menyesal.

(H)arness your harmful knee-jerk reactions (Kendalikan reaksi gegabah anda yang berbahaya).
Ketika terjadi sesuatu yang negatif beberapa orang cenderung bertahan dan menyerang atau sebagian lain akan menarik diri dari situasi tersebut.

(I)dentify and manage your negative emotions (Identifikasikan dan kelola emosi negatif anda). Luangkan waktu sejenak untuk melihat perasaan anda, hal ini ini akan membantu dalam mengidentifikasi emosi dalam tubuh dan mencari tahu apa yang dapat membantu anda untuk mengatasi perasan tersebut. Anda dapat memilih cara untuk mengatur emosi anda bisa dengan mendengarkan musik atau berjalan-jalan

(F)ind new options (Selalu cari pilihan yang baru).
Hess menyarankan untuk selalu bertanya pada diri sendiri tentang hal-hal positif yang bisa diambil ketika sedang menangani kondisi diri yang sedang stres. Hal ini akan membantu kita untuk melihat permasalahan didalam dan diluar diri kita dengan lebih baik.

(T)ake  one positive action (Ambil satu tindakan positif).
Jika kewalahan dengan sebuah pekerjaan, pertimbangkan bagaimana untuk melihat situasi ini secara berbeda.

Anda dapat melakukan diluar 5 langkah diatas untuk mengatasi stres pekerjaan, mungkin dengan cara sederhana seperti menulis jurnal pribadi yang berisi catatan personal jika anda senang. Walaupun terlihat biasa dan sederhana namun menulis merupakan cara lama yang masih selalu digunakan. Terbukti dari setiap sumpah ataupun perjanjan harus diresmikan dengan bukti pena di atas kertas. Bahkan tulisan-tulisan ini menjadi sebuah dokumentasi yang menuntun kita dalam belajar sejarah. Penelitian melihat bahwa dengan menulis jurnal harian atau diari dapat memberi manfaat positif bagi kesehatan fisik dan mental penulis (seperti mengurangi tekanan darah, meningkatkan fungsi paru-paru, hati, meningkatkan imunitas dan memperbaiki daya ingat).

Menulis dengan tangan dapat menstimulus kinerja bagian Recticular Activating System (RAS). Bagian otak ini berfungsi untuk meningkatkan kemampuan kita dalam berkonsentrasi selain itu menulis dengan tangan berfungsi meningkatkan kerja motorik yang membuat otak menjadi lebih tajam. Menulis secara rutin setiap hari dengan waktu 15-20 menit memiliki efek yang sama dengan meditasi.

Image : www.ciputrauceo.net

Leave a Reply