Cara mengatur keuangan keluarga

Cara Mudah Mengatur Keuangan Keluarga

Mengapa Harus Mengelola Keuangan Keluarga

Hampir bisa dipastikan bahwa setiap keluarga baru, belum banyak mengerti mengenai seluk beluk anggaran belanja keluarga. Disamping karena belum banyak pengalaman, sering kali keluarga baru masih terbiasa dengan cara hidup lama mereka ketika belum berkeluarga. Namun telah menjadi kewajiban bagi setiap keluarga untuk mulai belajar menyusun anggaran belanja keluarga dengan baik dan benar jika ingin gaji yang didapat memenuhi kebutuhan keluarga hingga akhir bulan. Keluarga yang tidak mengatur keuangannya dengan baik akan mudah kekurangan uang atau parahnya gali lubang tutup lubang. Dalam menyusun dan menjalankan anggaran kedisiplinan dari suami istri sangat dibutuhkan, saling mengingatkan bahwa pengeluaran harus sesuai dengan rencana yang ditetapkan bersama. Seringkali orangtua dan kakek nenek kita mengajarkan untuk membuat daftar barang yang akan dibeli sebelum berbelanja. Hal ini dikarenakan menurut pakar keuangan pada kenyataanya setiap orang cenderung membelanjakan uang semaunya sesuai keinginan hati, sehingga daftar barang mencegah kita untuk membeli barang yang diinginkan. Daftar ini harus dipatuhi dengan pengendalian diri yang kuat untuk tidak mengeluarkan uang secara sembarangan.

Mengisi Formulir Pendapatan dan Pengeluaran

Mungkin bagi beberapa orang formulir pendapatan dan pengeluaran terlihat layaknya formulir biasa, namun bila diisi dengan benar formulir ini bisa dijadikan alat kontrol keuangan jitu. Untuk itu akan lebih baik jika anda mengisi formulir ini setiap bulannya karena dari formulir ini kita dapat mengetahui posisi keuangan yang sebenarnya. Formulir ini menjadi semacam alat pengendali pengeluaran.

 

Selisih Antara Jumlah Pengeluaran dan Pendapatan

  • Bila pengeluaran seimbang dengan pendapatan : Rp.0,- maka keuangan keluarga anda tidak ada masalah
  • Bila pendapatan lebih besar dari pengeluaran, maka kelebihan ini bisa dimasukan ke tabungan
  • Bila pengeluaran lebih besar dari pendapatan, maka anda harus mencari jalan keluar dengan bijak

Jalan Keluar

  • Menambah pendapatan
  • Mencoret pengeluaran yang dianggap tidak penting atau menunda pengeluaran yang tidak menjadi prioritas.

Bagi Anda yang Berpenghasilan Tidak Tetap

Tidak semua orang memiliki pekerjaan dengan penghasilan tetap (profesi petani, pedagang, seniman, dsb) namun bukan berarti anda tidak bisa mengatur keuangan dengan baik. Ketika penghasilan tidak tetap berarti pada hari tertentu anda hanya mendapat bayaran sedikit atau tidak sama sekali, namun ada waktunya dimana anda mendapatkan banyak pemasukan. Sewaktu inilah anda harus lebih berhati-hati karena jangan sampai anda menghabiskan pemasukan tersebut pada saat itu juga, usahakan menabung kelebihannya untuk menutup kekurangan pada hari yang sepi. Bagi mereka yang berpenghasilan tidak tetap ada baiknya untuk ikut Koperasi Kredit sehingga ketika anda betul-betul membutuhkan dana, koperasi dapat membantu.

Menganalisis Pengeluaran yang Lebih Besar Daripada Pendapatan

Pengeluaran yang lebih besar dari pendapatan sebisa mungkin tidak boleh terjadi dan harus dianalisa secara serius penyebabnya. Hal ini dikarenakan prinsip pengeluaran harus sesuai dengan pendapatan, pastikan semua pos pengeluaran merupakan kebutuhan yang penting dan pos pengeluaraan yang bukan menjadi prioritas harus ditunda terlebih dahulu. Dalam menyusun anggaran belanja seringkali kita dihadapkan pada situasi yang amat sulit dan tidak mengenakan. Seringkali mungkin kita harus kecewa karena tidak jadi membeli apa yang kita inginkan namun kita tetap harus realistis dan berani membuat keputusan yang paling baik dan bijaksana, jangan sampai kita menunda-nunda sesuatu yang telah diputuskan. Orang yang berhasil menata keuangan keluarga dengan bijak selalu dapat mengendalikan diri sebaik mungkin. Ingat prinsip pengeluaran harus seimbang dengan pendapatan atau baiknya ketika pengeluaraan lebih kecil daripada pendapatan.

Jangan Malu Berkonsultasi

Jika anda memiliki kebingungan yang berat tentang masalah keuangan keluarga dan tidak mampu mengatasinya sendiri, anda dapat meminta pertolongan atau berkonsultasi kepada pihak ketiga. Konsultasi ini dapat dilakukan kepada :

1. Orangtua

Konsultasikan kepada orangtua terutama kepada pihak ibu karena pada umumnya mereka lebih berpengalaman mengatur uang karena telah merasakan asam garam kehidupan.

2. Kenalan

Konsultasikan kepada kenalan yang dianggap mampu untuk membantu kita dan pastikan kenalan anda memang dari perekonomian yang lebih mapan karena ini menjadi salah satu bukti bahwa mereka mampu dengan baik mengelola keuangan keluarga.

3. Pengurus Koperasi Kredit

Koperasi Kredit seringkali telah membuka diri untuk konsultasi keuangan, bahkan koperasi kredit mengadakan kursus dasar yang menyinggung pengaturan keuangan keluarga.

4. Pakar Perencanaan Keuangan

Perencana keuanagan menjual jasa konsultasi bagi mereka yang membutuhkan perencanaan keuangan dengan membayar pakar sesuai dengan kesepakatan. Dalam konsultasi ini anda akan dijelaskan mengenai banyak hal mengenai perencanaan keuangan.

5. Psikolog

Bila masalah keuangan ini ternyata merembet ke masalah lain tidak ada salahnya untuk berkonsultasi kepada psikolog. Memang untuk konsultasi dibutukan dana yang mungkin tidak sedikit namun seorang psikolog yang benar pasti akan memberi pengarahan yang sesuai dengan masalah yang anda hadapi.

 

Image : http://www.merdeka.com

Leave a Reply