Peluang Merupakan Kunci Menjadi Pemasar Yang Hebat

Seperti yang telah dibahas sebelumnya STUPID disini merupakan kunci menjadi pemasar yang lebih hebat, hal ini memiliki arti disetiap hurufnya, yakni:

Searching Opportunities

Peluang dapat datang dimana saja dan kapan saja, hanya siap atau tidaknya kita untuk mengambil peluang yang ada. Namun harus diingat bahwa tidak cukup peluang ada karena berbeda, peluang harus memiliki nilai jual lebih.  Oleh karena itu peluang yang dapat diambil harus memiliki beberapa kriteria, yakni:

  1. Peluang mempunyai added value (nilai tambah) untuk pelanggan. Apabila peluang tersebut tidak menghasilkan nilai tambah atau malah merugikan lebih baik jangan diambil.
  2. Peluang dapat membantu menyelesaikan permasalahan  perusahaan. Baik dari segi marketing, finansial, operasional, maupun sumber daya manusia.
  3. Peluang tersebut dapat meningkatkan profit maupun meningkatkan market size perusahaan.
  4. Peluang memiliki risk and reward yang seimbang. Dimana hasil yang didapatkan sebanding dengan risiko yang ditempuh untuk mendapat hasil tersebut.

Untuk mendapatkan peluang, pemasar harus menyalakan radar dan menaikan antena peluang supaya mampu menangkap sinyal peluang setiap saat. Kuncinya pemasar harus mencintai perusahaannya, bahkan kalau perlu makan dan tidurlah bersama bisnis anda. Asal-usul peluang dapat ditemukan dari 3C, yakni:

1. Customer

Semakin pemasar dekat dengan pelanggan maka semakin mungkin kita menemukan peluang baru untuk mengembangkan perusahaan. Galilah apa yang menjadi kebutuhan, kekhawatiran, keinginan dan impian pelanggan.

Semakin sering anda berinteraksi dengan pelanggan maka semakin banyak kita mendapatkan pemikiran yang sebelumnya tidak pernah ditemukan. Hal ini mungkin dikarenakan selama ini kita hanya melihat dari satu perspektif.

2. Customer Community

Ketika kita telah dekat dengan pelanggan, langkah berikutnya kita hanya perlu mendekatkan diri kepada komunitas pelanggan. Komunitas ini dapat dimulai dari sesama pengguna produk dan jasa anda, sanak saudara, teman maupun relasi-relasi bisnis dari pelanggan. Perlu diingat bahwa jangan pernah berhenti hanya di satu komunitas saja, masukilah sebanyak-banyaknya komunitas lain yang akan meningkatkan perusahaan

3. Company and It’s Network

Peluang dapat dicari berangkat dari perusahaan anda sendiri, dimulai dari rekan (partner) yang membantu perusahaan, supplier, distributor, produk dan jasa. Dekati dan gali apa saja kebutuhan yang belum terpuaskan selama ini. Semakin banyak masukan maka semakin besar peluang yang dapat diperoleh.

Kuncinya pemasar harus pandai memilah kritik dan saran apa saja yang bisa dijadikan sebagai peluang-peluang baru kedepannya untuk mengembangkan bisnis. Jangan lupa untuk selalu menggunakan radar dan antena peluang.

Untuk menerapkan peluang yang sudah kita peroleh, dibutuhkan kreativitas sebagai kunci kesuksesan utama. Tanpa kreativitas, peluang tidak akan bisa diterapkan dengan efektif, efisien dan bermanfaat bagi perusahaan. Untuk mengondisikan diri kita untuk selalu kreatif dalam menerapkan peluang maka ada beberapa hal yang dapat menjadi tuntunan cara berpikir:

1. Apa yang Ada Didalam Kepala Anda

Kreativitas merupakan hasil olahan dari data-data yang telah kita terima sebelumnya. Untuk memunculkan ide, imajinasi dan gagasan, pemasar harus selalu rajin belajar akan hal baru setiap harinya.

Semakin anda sering belajar hal baru maka semakin mudah pula bagi anda untuk berpikir secara kreatif.

2.GO Analog

Menggunakan media digital di era sekarang ini terlihat memang lebih praktis, banyak hal yang dapat ditemukan dan dipelajari dalam waktu singkat. Namun disisi lain jika tak pandai dalam menggunakannya, hal ini dapat  menyebabkan kreativitas manusia menjadi tumpul karena adanya batasan yang tercipta dari program.

Cobalah untuk mengimbangi bekerja dengan mengggunakan pensil dan kertas, atau diluar digital agar sisi kreativitas semakin terpacu.

3. Lakukan Hobi Anda, Bersenang-senanglah!

Kreativitas dapat muncul ketika kita melakukannya dengan senang dan tanpa beban. Jadikan pekerjaan anda sebagai hobi agar dilakukan tanpa tekanan. Jika anda jenuh dengan pekerjaan, cobalah untuk keluar dari rutinitas pekerjaan dengan bersenang-senang sambil melakukan hobi anda yang mungkin selama ini tertunda, agar pikiran lebih tenang. Jangan berpikir bahwa bersenang-senang hanya membuang waktu anda karena kreativitas justru dapat muncul ketika kita sedang bersenang-senang.

Image : conroyross.com

Leave a Reply