Ide Untuk Memperluas Jangkauan Pemasaran

CONVETIONAL MARKETER STUPID MARKETER
Ide dalam pemikiran conventional marketer memiliki tingkatan dari yang sinting, tumpul, potensial, brilian hingga jenius. Banyak orang takut untuk bergerak cepat saat mau menerapkan ide karena menganggap bahwa idenya belum sempurna. Ide dalam pemikiran stupid marketer tidak memiliki batasan. Tidak ada ide yang salah atau benar karena semua ide layak untuk diterapkan.

Pemasar perlu menggunakan Ide untuk dapat memperluas captive market yang dilakukan dengan cara:

1.Pengembangan Brand

  • Brand Name
    Jika pemasar harus membuat brand baru untuk mengimplementasikan idenya maka ciptakan nama yang mudah diingat, memiliki makna dan belum dipakai. Untuk membuat nama berpikirlah diluar nama yang umum (misalkan: PT. BOCUAN GAPAPA atau Stupid Baker)
  • Brand Image
    Pastikan penerapan ide tidak bertentangan dengan brand yang telah dibangun selama ini. Jika pemasar hendak membuat bisnis baru, buatlah konsep yang bertentangan dengan bisnis sebelumnya.
  • Brand Activation
    Brand Activation lebih membahas mengenai komunikasi pemasaran yang tepat agar pesan dari merek dapat tersampaikan dengan baik dibenak konsumen. Pastikan setiap komunikasi pemasaran anda bukan saja diterima tapi juga menimbulkan antusias (contoh: Promo Air Asia, tiket penerbangan Rp. 0 )

2. Memperbaiki Sistem Bisnis

  • Key Partners- Know Who You Really Need
    Untuk menjalankan ide, anda perlu memiliki rekan kerja yang memiliki pemikiran dan cara kerja yang sama. Sistem bisnis anda akan jauh lebih baik jika berhasil menemukan rekan kerja dengan passion yang sama.
  • Key Resources- Know What You Really Need
    Temukan sumber daya utama yang dibutuhkan untuk merealisasikan ide anda. Pastikan penggunaan sumber daya perusahaan anda tidak boleh lebih banyak, lebih besar dari sumber daya yang dimiliki key partner anda.
  • Key Activities
    Daftarkan aktivitas apa pun yang dapat dilakukan untuk menunjang ide anda. Jangan biarkan diri anda terjebak dalam rutinitas yang sama dan membuat realisasi ide anda terhambat.

Walaupun ide telah dimiliki dan dilaksanakan, masih ada pemasar yang belum dapat membedakan mana yang merupakan kunci keberhasilan dan mana penyebab kegagalan marketing perusahaan. Beberapa pemikiran pemasar yang keliru diantaranya ialah:

  • Pemasar tidak memilih rekan bisnis yang tepat, semua dijadikan marketing partner dengan pikiran setiap kerjasama pasti menghasilkan hasil yang baik. Padahal tidak semua kerjasama membawa keuntungan. Kita sebagai pemasar harus tetap selektif untuk memilih rekan kerja karena pada akhirnya mereka yang akan membantu kita untuk menerapkan setiap ide.
  • Semua sumber daya digunakan untuk penerapan ide. Kenyataanya sumber daya yang ada harus dipilih secara selektif karena tidak semua sumber daya kita butuhkan.
  • Pemasar memprioritaskan semua aktivitas untuk penerapan ide baru. Padahal seharusnya pemasar mendahulukan aktivitas yang benar-benar penting dan mendesak.

Leave a Reply