Sumber Daya Manusia (SDM) Yang Menghancurkan Bisnis Anda Bagian 2 Dari 3

Sumber Daya Manusia (SDM) Yang Menghancurkan Bisnis Anda Bagian 2 Dari 3

Tidur di Kantor Saat Jam Kerja

Letih dalam bekerja merupakan hal yang biasa namun jika setelahnya pegawai tidur dikantor saat jam kerja tentu saja hal ini menjadi salah. Apalagi jika hal ini dilihat pelanggan, selain merusak kredibilitas perusahaan kondisi ini juga akan mempengaruhi kinerja karyawan lain.

Main Game di Ruang Resepsionis Saat Jam Kerja

Dalam mengisi waktu luang banyak cara yang dapat dilakukan diantaranya dengan merapikan kembali file-file atau membaca buku dan artikel yang berkaitan dengan pekerjaan. Berbeda dengan resepsionis disalah satu perusahaan ini ia mengisi waktu luangnya dengan bermain game, walaupun ia mengubah posisi duduknya untuk menutupi aktvitas ini namun tindakan ini justru kelihatan mencolok dan memicu rasa ingin tahu bagi yang melihat. Jika ini terus menerus dibiarkan maka dapat merusak citra pelayanan perusahaan.

Membuat Laporan Palsu

Laporan harusnya dibuat secara akurat sehingga dapat memberi informasi yang dibutuhkan agar perusahaan dapat melakukan tindakan yang tepat setelahnya. Namun sayangnya hal ini tidak dilakukan oleh seorang supervisor perusahaan biskuit dan makanan ringan yang memalsukan laporannya karena saat mengikut pameran yang merupakan aktivitas rutin dan sangat vital bagi perusahaan ia memilih untuk tidak hadir dengan berbagai alasan. Padahal keberadaanya sebagai pengawas Salesman dan SPG sangat dibutuhkan agar aktivitas pameran dapat berjalan dengan baik. Saat waktu laporan akhir tiba, supervisor memberi laporan yang dibuat seolah-olah aktivitas berjalan lancar dan produk laku terjual karena jumlah pengunjung mencapai target.

Hal ini tejadi berulang-ulang dan seolah tahu sama tahu, tidak ada yang berani angkat bicara karena masing-masing merasa diuntungkan. Jika hal ini dipelihara terus menerus maka eksistensi perusahaan tinggal menunggu waktu.

Saat Atasan Tidak di Kantor, Karyawan Pulang Lebih Awal

Kesal dengan atasan yang rewel mungkin dapat dimaklumi namun hal ini bukan alasan untuk memelihara ketakutan sehingga kondisi kerja berada dibawah tekanan dan kepalsuan. Hal ini malah berujung jika atasan sedang tidak ditempat, semua seolah lepas kendali karena karyawan merasa bebas. Sehingga seringkali membuat mereka dapat berbuat semaunya termasuk pulang lebih awal. Kepercayaan antara manajemen dan karyawan yang seharusnya dipupuk justru dimanipulasi. Jika situasi ini terus menerus dipertahankan , maka yang tercipta hanya harmoni semu yang akan menggerogoti perusahaan perlahan lahan. Karyawan menjadi tidak bekerja untuk prestasi namun hanya karena dilihat atasan.

Membawa Masalah Pribadi ke Tempat Kerja

Kejadian ini terjadi ketika ada pelanggan yang secara spontan membalas bahasa tubuh seorang customer service disalah satu perusahaan ekspedisi dengan cacian. Sekalipun hanya berlangsung beberapa detik namun ini cukup mengubah suasana di front office menjadi tegang. Ketika diklarifikasi oleh atasannya karyawan customer service memang orang yang temperamental dan hal ini disebabkan karena masalah pribadinya yang pada saat itu baru saja putus dengan pacarnya dan mengaku kalut sehingga tidak bisa berkonsentrasi dalam bekerja. Alasan ini cukup mengejutkan karena persoalan pribadi yang seharusnya menjadi wilayah pribadi customer service menjadi harus ditanggung oleh pelanggan yang sebenarnya tidak memiliki kesalahan apa-apa.

Masalah seperti ini harusnya tidak terjadi kalau perusahaan memahami betul makna pelayanan. Karyawan perusahaan harus bisa membedakan mana masalah pribadi yang harus diselesaikan sendiri dan mana masalah yang berhubungan denan pekerjaan. Jika tidak maka pelanggan akan pergi ketempat yang dapat memberikan pelayanan lebih baik.

 

Image: Viva.co.id

3 thoughts on “Sumber Daya Manusia (SDM) Yang Menghancurkan Bisnis Anda Bagian 2 Dari 3

Leave a Reply