Produk Yang Akan Menghancurkan Bisnis Kita

Produk Yang Akan Menghancurkan Bisnis Kita

Produk merupakan unsur utama dalam berbisnis, jika produk bermasalah maka secara otomatis bisnis akan bermasalah. Pelanggan akan beralih ke pesaing yang mampu menawarkan produk yang setimpal dengan apa yang mereka korbankan. Untuk itu sangat penting bagi penjual untuk meningkatkan kualitas produk dan inovasi selalu menjadi kata kunci dalam berbisnis. Dibawah ini merupakan kejadian-kejadian yang harus dihindari.

Jus Tidak Higienis

Hal ini terjadi pada tahun 2005 di Bandara Juanda Surabaya, seorang pelanggan bersama keluarganya menikmati minuman dan makanan ringan yang tersedia di salah satu sudut ruang bandara. Saat itu pelanggan membeli jus alpukat dan begitu jus yang dipesan diantar, pelanggan langsung meminumnya. Hingga empat sampai lima kali tenggak matanya tertuju pada butiran hitam kecil yang terdapat dalam jusnya, alangkah terkejutnya ketika diketahui bahwa butiran tersebut merupakan tubuh dan kepala kecoak yang ikut ter-blend.  Sayangnya ketika keluarga ini mengkomplain akan kelalaian penjual, mereka malah balik mendebat keluarga pelanggan. Sorot mereka terkesan tidak terima dengan pengaduan penjual di tengah pengunjung lain. Akhirnya keluarga pelanggan dan beberapa pengunjung lain yang hendak memesan makanan dan minuman ikut keluar dari restoran tersebut. Jika kebersihan dan kesehatan tidak diperhatikan oleh penjual, secara otomatis pembeli pasti akan kabur.

Meraup Untuk Mengurangi Kualitas

Mengurangi kualitas untuk menyeimbangkan dengan situasi ekonomi yang sulit merupakan hal yang dilematis. Namun akan berbeda cerita jika saat produk sedang laris, pelanggan masih berderet, bahan baku masih banyak tersedia tetapi penjual memutuskan untuk mengurangi kualitas produksi karena ingin meraup keuntungan lebih dari pelanggan. Tindakan ini tidak dibenarkan secara etis dan pemasaran, Awalnya mungkin pelanggan akan tetap membeli karena senang namun setelah sadar hal ini malah akan menyerang penjual.

Produk Ketinggalan Zaman (Terlena Keunggulan Produk)

Sering kali penjual banyak yang mempertahankan ciri khas produk tanpa ada inovasi untuk mengikuti pasar. Ini terjadi di toko kue legendaris di Surabaya yang telah lama menjual blackforest sebagai kue andalan. Penjual ini membuat blackforest dengan sangat baik, rasa dan bentuknya yang khas menjadikannya memiliki banyak pelanggan. Sayangnya produknya tidak memiliki inovasi sehingga terlihat ketinggalan jaman. Pelanggannya sekarang hanya ibu-ibu dan jumlahnya pun semakin menyusut. Belakangan ini tokonya pun terlihat sepi, apalagi banyaknya pesaing yang lebih agresif dan inovatif semakin bermunculan. Andai pemilik mau membaca pasar yang terus menerus berubah, mungkin produknya akan lebih terlihat fresh dan pelanggan tidak semakin menghilang.

Produk Tidak Pernah Di-Update

Bersaing di dunia bisnis membutuhkan keunggulan tertentu, hal ini bisa berupa produk, pelayanan, lokasi ataupun segmen yang sering disebut sebagai diferensiasi. Sayangnya beberapa bisnis yang memiliki diferensiasi kuat sering kali terlena sehingga tidak responsive dengan pasar. Lupa meningkatkan produk sesuai kebutuhan pelanggan yang mengakibatan pelanggan pergi satu persatu ketempat kompetitor.

Menjual Produk Kedaluwarsa

Kejadian ini terjadi di mini market daerah Sunter, Jakarta Utara. Mini market ini awalnya merupakan toko rumahan yang ketika pelanggan perumahan semakin ramai oleh pemilik toko disediakan produk yang beragam dan ditambahkan rak display yang menyerupai mini market. Menjalankan bisnis mini market tentunya menuntut pendekatan manajerial yang baik terutama dalam mengelola tata letak barang yang akan memudahkan sirkulasi barang dan konsumen. Sayangnya mini market perumahan ini gagal menerapkan prinsip “first come, first out” yang dimana hal ini merupakan hal krusial bagi bisnis mini market. Barang yang datang pertama kali ditumpuk paling bawah sehingga menyulitkan pembeli dalam mengambil produk. Hal ini membuat beberapa produk tidak layak dikonsumsi karena kedaluwarsa. Apalgi tidak adanya pegawai yang betugas dalam mecatat atau mengawasi tanggal pemakaian produk.
Keadaan ini akhirnya merugikan konsumen tidak hanya dari segi materi namun juga dari segi kesehatan. Awalnya mungkin konsumen masih bisa memaklumi namun lama kelamaan konsumen akan merasa ditipu. Mini market ini pun semakin lama semakin sepi dikunjungi pembeli karena banyaknya ketidak puasaan, sehingga banyak orang lebih memiliki ke toko alternatif walaupun harus menempuh jarak jauh.

 

Image: Depositphotos.com

Leave a Reply