Pemasaran Yang Akan Menghancurkan Bisnis Anda Bagian 2 Dari 2

Pemasaran Yang Akan Menghancurkan Bisnis Anda Bagian 2 Dari 2

Memulai Bisnis di Tempat Tidak Strategis

Pemilihan tempat usaha merupakan hal penting dalam bisnis, sering kali strategi lokasi yang menjadi kunci penentu kesuksesan bisnis dibahas dalam teori pemasaran. Banyak pula pebisnis yang bahkan rela merogoh kantong lebih untuk mendapat lokasi yang baik untuk usaha mereka. Namun hal ini berbeda dengan salah satu pebisnis yang memutuskan untuk mendirikan usaha barunya dekat kuburan. Alasannya selain biaya sewa yang murah dan lokasinya yang masih dekat dengan pusat keramaian kota, ia juga ingin jiwa pemasarannya teruji.

Keputusan berjualan ditempat yang tidak lazim dalam pandangan masyrakat merupakan tindakan yang spekulatif apalagi kuburan tidak tertata rapi sehingga menimbulkan kesan mengerikan. Situasi ini tentu kurang menguntungkan bagi bisnis yang baru merintis. Akan berbeda jika bisnis tersebut telah eksis sejak lama, dimana produk dan pasarnya telah terbentuk. Namun bagi bisnis yang baru hanya ada dua kemungkinan, antara kerja keras tiada henti atau gulung tikar sebelum waktunya.

Terjebak Perang Harga

Kondisi pasar yang terus berubah secara paksa membuat perusahaan harus memiliki inovasi terus menerus dengan tujuan agar perusahaan tidak gampang latah dengan sepak terjang kompetitor. Namun dalam kenyataannya dengan pesaing dan varian produk yang selalu bertambah terus menerus membuat konsumen pada akhirnya menjadi barang rebutan sehingga sering kali banting harga menjadi pilihan akhir. Ujungnya perang harga secara terbuka tak lagi terhindarkan sehingga tidak menyisakan tempat lagi bagi nilai tambah keunggulan produk, bahkan beberapa perusahaan memaksakan diri untuk bermargin tipis dalam jangka waktu yang panjang sehingga kebangkrutan hanya tinggal menunggu waktu.

Walaupun perang harga memang sulit dihindari apalagi dengan jenis produk, segmen dan pelayanan yang ditawarkan nyaris sama harus diingat bahwa akan selalu ada celah bagi mereka yang kreatif untuk menjual bukan sekedar produk. Layanan purna jual, display produk yang lengkap ataupun ruang tunggu perusahaan dapat menjadi sarana bagi nilai tambah. Jika tidak maka perusahaan akan selalu berada dalam lingkaran perang harga.

Tidak Paham Segmen Pelanggan, yang Penting Jualan!

Memahami siapa pelanggan kita merupakan salah satu kunci dalam ilmu pemasaran karena jika ingin berhasil penjual harus menaruh perhatian lebih dan mau memahami pelanggan serta memberi pelayanan yang lebih. Sayangnya banyak pebisnis terutama pemula hanya bermodal jualan, tidak memikirkan siapa sebenarnya segmen dan target pelanggan agar produk yang ditawarkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan secara optimal. Jika sekedar jualan tanpa memahami pelanggan maka pebisnis harus siap untuk gulung tikar, sebab sangat sulit bersaing dengan kompetitor yang melek marketing dan memahami pelanggan.

Brosur Tidak Seindah Aslinya

Seringkali pelanggan dikecewakan oleh gambar yang terdapat dalam brosur, tidak jarang gambar yang ada digambarkan mewah dan indah. Situasi ini terjadi ketika ada keluarga yang memutuskan untuk berkunjung ke salah satu restoran di daerah Senayan. Pada saat itu keluarga ini mendapat brosur yang dibagikan oleh salah satu karyawan restoran tersebut. Terpengaruh tampilan brosur, mereka pun memutuskan untuk segera ke lokasi dan segera memesan makanan yang terlihat menggiurkan di brosur. Namun ketika disajikan sontak keluarga ini saling berpandangan karena hidangan yang datang serba minimalis apalagi untuk ukuran makan malam keluarga ini.
Terlepas dari maksud penjual untuk menarik pelanggan dengan brosur yang menarik, penjual tetap harus memperhatikan mengenai aspek dan etika yang akan terbangun di pikiran pelanggan, sehingga niat baik tidak malah menjadi penipuan di pelanggan.

 

Image: Iqbalazhari.com

One thought on “Pemasaran Yang Akan Menghancurkan Bisnis Anda Bagian 2 Dari 2

Leave a Reply