Manfaat Pasar Online

Pada dasarnya pasar online hampir sama dengan pasar didunia nyata, dimana pasar online memungkinkan siapa pun untuk ikut berjualan selama memenuhi kriteria (produk, memiliki nama toko, harga yang jelas dan koneksi internet yang akan mendukung gadget penjual dalam mengakses pasar online). Namun dibalik kesamaan yang ada, kedua pasar ini memiliki perbedaan:

 PASAR ONLINE PASAR SUNGGUHAN
Tidak perlu sewa tempat Harus sewa tempat
Tidak perlu membayar penjaga toko Harus membayar penjaga toko
Tidak perlu mendisplai produk Harus mendisplai produk fisik
Tidak perlu membayar uang keamanan dan kebersihan Harus membayar uang keamanan dan kebersihan
Tidak perlu merawat dan membersihkan lapak Harus merawat dan membersihkan lapak
Tidak perlu merawat produk (terutama untuk dropshipper) Harus merawat produk
Tidak perlu melayani transaksi langsung Harus melayani transaksi langsung
Tidak perlu menyediakan uang tunai untuk kembalian Harus menyediakan uang tunai untuk kembalian
Tidak perlu menyediakan brankas/ penyimpanan uang Harus menyediakan brankas/ penyimpanan uang
Tidak perlu merasa khawatir produk atau uang dicuri Dihantui rasa kekhawatiran produk atau uang dicuri
Tidka perlu merasa terancam akan terjadinya bencana seperti kebakaran Terancam akan terjadinya bencana seperti kebakaran
Tidak perlu takut digusur Dihantui ancaman digusur
Berjualan bisa kapan saja Berjualan hanya pada saat toko buka
Pembeli tidak terbatas area, bisa siapa saja diseluruh Indonesia bahkan didunia Pembeli terbatas karena adanya kendala jarak
Tidak perlu merayu pembeli atau terlibat tawar menawar Harus merayu pembeli dan terlibat tawar menawar yang melelahkan
Bisa dilakukan sebagai sambilan atau pengisi waktu luang Harus fokus mengelola lapak, tidak bisa dijadikan usaha sambilan

Saat ini berbelanja online telah menjadi kebutuhan sehari-hari, hal ini dikarenakan adanya kemudahan dalam mencari barang yang diinginkan tanpa membuang banyak tenaga dan waktu.

PASAR ONLINE DI INDONESIA

Saat ini akses internet masih menjadi kendala utama masyarakat di Indonesia, diperkirakan hanya 30% populasi di Indonesia yang dapat mengakses internet. Walau demikian jika dibandingkan dengan pasar online negara tetangga, Indonesia memiliki lonjakan tinggi sebesar 42% semenjak tahun 2012 hingga 2015. Hal ini berbeda dengan pasar online luar yang angkanya masih jauh dibawah Indonesia (Malaysia 14%, Thailand 22%, Filipina 28%). Kondisi ini bisa disebabkan karena adanya jumlah penduduk Indonesia yang lebih tinggi dibanding dengan negara-negara tetangga atau bisa juga disebabkan karena adanya kemudahan, keamanan dan biaya yang rendah untuk membuka pasar online di Indonesia.

UKM ONLINE

Walaupun pasar online mulai berkembang di Indonesia, namun sangat disayangkan bahwa peluang yang ada belum di manfaatkan oleh pebisnis lokal terutama pengrajin dan pedagang dari Usaha Kecil Menengah (UKM). Kebanyakan pelapak online masih menjadi reseller atau dropshipper produk luar. Padahal ada puluhan juta pebisnis lokal dengan kualitas yang tidak kalah baik dengan produk luar. Menurut data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, di tahun 2014 ada 57.9 Juta UKM di Indonesia dimana 90% UKM mengandalkan sistem penjualan offline dan kurang dari 10% berani mencoba berjualan di dunia online

Padahal jika UKM berani berjualan melalui lapak online maka produk dan brand mereka akan lebih dikenal luas dan bahkan mendunia.

Image by http://rosalinalie.com

Leave a Reply