Sumber Daya Manusia (SDM) Yang Menghancurkan Bisnis Anda Bagian 1 Dari 3

Sumber Daya Manusia (SDM) Yang Menghancurkan Bisnis Anda Bagian 1 Dari 3

Tidak dapat dipungkiri bahwa sumber daya manusia menjadi unsur terpenting dalam sebuah sistem begitu pula dalam perusahaan atau bisnis. Sebaik apapun sistemnya, jika tidak digerakan oleh manusia yang kompeten dan dengan dedikasi tinggi maka semuanya bisa hancur. Sering kali kita dengar program unggulan perusahaan gagal karena tidak ditunjang oleh SDM yang berkomitmen penuh. Sebaliknya, banyak perusahaan yang tumbuh karena dedikasi perintisnya. Mereka terus belajar meskipun belum terdukung sistem moderen. Situasi inilah yang membuat bisnis mereka dapat bertahan dengan para loyalisnya. Berikut merupakan kejadian terkait kualitas SDM yang tidak layak ditiru karena akan merugikan perusahaan.

Karyawan Tua yang Resisten

Kesuksesan di masa lalu seringkali membuat manusia terlena. Kondisi ini terjadi di salah satu Institusi Pendidikan yang kebanyakan dari pengajarnya adalah angkatan tua. Pada masa kejayaannya secara finansial tidak digunakan untuk mengembangkan SDM sebagaimana seharusnya. Mereka justru terlena hingga ketika mulai banyak institusi baru bermunculan mereka keteteran. Saat kordinasi rapat pun angkatan tua terlihat patuh terhadap atasan untuk mengamankan posisi mereka. Namun ketika SDM muda memberikan upaya yang kreatif, angkatan tua ini sangat reaktif dalam menolak dengan alasan sistem yang ada sudah dibuat dari lama dan tidak boleh diubah.

Jika karyawan hanya menjadikan perusahaan sebagai tempat bertahan hidup dan tidak ada tindakan tegas dari perusahaan, maka perusahaan harus siap untuk mengalami pemerosotan terus menerus.

Menganggap Konsumen Buta Produk baru

Menganggap bahwa konsumen tidak tahu akan produk yang baru saja launching bukan merupakan tindakan yang bijak dari perusahan. Karena dengan adanya teknologi informasi yang berkembang pesat membuat informasi lebih transparan, sehingga produk yang bahkan masihh dalam tahap konsep ide pun akan cepat diketahui oleh pelanggan.

Untuk itu bersikap konsumen tidak tau apa-apa mengenai spesifikasi, tipe dan keunggulan produk hingga mendebat pelanggan bukan merupakan tindakan yang tepat. Dibutuhkan teknik tertentu dalam melayani pelanggan yang kritis karena bisa saja pelanggan lebih mengerti dari pada SPG yang sering kali direkrut dan diminta belajar secara dadakan.

SPG Seksi Tanpa Product Knowledge yang Memadai

SPG yang tampil seksi untuk menarik pelanggan tentu saja sudah sangat sering ditemui. Namun hal ini akan mempersulit jika perusahaan terjebak merekrut SPG hanya karena tampilannya tanpa dibarengi pengetahuan yang memadai tentang produk. Sering sekali ditemui SPG yang kelabakan dalam memberi penjelasan tentang produk yang dijual dan berhadapan dengan calon pelanggan yang kritis dalam menanyakan spesifikasi produk.

Informasi yang tidak memadai malah akan membuat pelanggan enggan membeli, selebihnya mereka hanya akan melihat produk sambil melirik tampilan luar SPG namun gagal dalam memasarkan. Akhirnya tujuan utama yang seharusnya menjelaskan sisi keunggulan sebagai diferensiasi utama produk jelas tidak terpenuhi.

Titip Kartu Absensi

Aturan abesensi yang seharusnya berlaku untuk seluruh karyawan di semua tingkatan justru dilanggar oleh mereka yang seharusnya memberi contoh. Hal ini terjadi di salah satu perusahaan yang berlokasi di Jalan Raya Bogor. Salah seorang manajer perusahaan ini beberapa kali terlihat menitipkan kartu absensinya agar dapat diabsenkan oleh satpam. Hal ini tentu saja dapat berdampak bukan hanya bagi kredibilitas yang bersangkutan melainkan juga pada produktivitas perusahaan secara menyeluruh. Jika sikap petinggi yang tidak disiplin ini terus dibiarkan maka akan menular hingga ke karyawan lain dan pada akhirnya akan merusak kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Menjelekkan Nama Perusahaan Sendiri

Sulit dipahami jika seorang karyawan yang masih bekerja dan mendapatkan gaji setiap bulan tidak memiliki rasa hormat terhadap perusahaan dan sengaja menjelek-jelekannya di setiap kesempatan. Tindakan ini jelas ibarat virus mematikan dalam tubuh yang jika dibiarkan terus menerus akan menular dan menggerogoti organ lainnya.

Mereka dapat menggerogoti semangat kerja karyawan lain, meruntuhkan wibawa perusahaan di mata pelanggan dan reputasi yang telah dibangun sejak lama dapat runtuh dimata stakeholder lainnya.

 

Image: Fmurdu.com

One thought on “Sumber Daya Manusia (SDM) Yang Menghancurkan Bisnis Anda Bagian 1 Dari 3

Leave a Reply