Sistem Manajemen Yang Menghancurkan Bisnis Anda Bagian 1 Dari 2

Sistem Manajemen Yang Menghancurkan Bisnis Anda Bagian 1 Dari 2

Manajemen merupakan cara dalam mengatur sesuatu agar dapat berjalan dengan baik. Bisnis yang tangguh harus didukung dengan manajemen yang baik, tanpa hal ini bisnis akan bergerak tanpa arah. Terobosan yang ada pun akan sia-sia karena hanya akan menjadi konsep tanpa ditunjang oleh aspek manajerial yang baik.

HotLine Sia Sia

Seringkali pelanggan mendapat hotline produk-produk baru yang bertujuan untuk memperlihatkan keseriusan perusahaan dalam memberikan pelayanan purnajual atau informasi apa saja yang dibutuhkan konsumen mengenai produk mereka. Sayangnya, pelayan hotline hanya berupa penjawab mesin otomatis sehingga bersifat searah dan akhirnya keluhan pelanggan tidak tertangani dengan baik.

Pada akhirnya maksud penjual yang mau memberikan pelayanan yang cepat dan tepat tidak terwujud selain kerugian akibat ditinggal pelanggannya.

Website Tidak Pernah di Update

Perusahaan yang memiliki website, memiliki nilai lebih dimata pelanggan. Namun ketika alamat website tidak pernah di update atau selalu “under construction’’ maka ini dapat merugikan penjual semakin lama. Website yang seharusnya membantu konsumen dalam memberikan informasi malah menjadi sebab kekecewaan pelanggan yang tidak bisa mendapatkan informasi. Membuat website merupakan pilihan, namun jangah pernah dilakukan setengah-setengah karena selain mengecewakan pelanggan, biaya pembuatannya pun terbuang sia-sia.

Struktur Perusahaan yang Mengakodomir Kerabat Pemilik Perusahaan

Struktur Organisasi sangat dibutuhkan agar karyawan dapat bekerja secara professional dengan tanggung jawab yang telah jelas diatur di dalamnya. Namun akan berbeda ketika struktur yang ada sengaja dibuat hanya untuk mengakomodir posisi orang-orang tertentu yang bukan dinilai dari kinerja melainkan dari kedekatannya dengan pemegang kekuasaan.

Kasus ini terjadi pada salah satu perusahaan perhiasaan. Restrukturisasi yang dilakukan perusahaan ini menyebabkan posisi salah seorang karyawan yang dekat dengan pemilik perusahaan tersingkir. Kinerjanya yang tidak begitu baik membuatnya turun ke level yang secara objektif ditentukan oleh perusahaan. Merasa dirugikan, karyawan ini kemudian mencoba berbicara dengan pemilik perusahaan yang hasilnya struktur organisasi kembali dirombak untuk menyelamatkan posisinya.

Dapat dibayangkan jika pola seperti ini terus menerus dipertahankan dan menjadi budaya, maka orang-orang terbaik perusahaan akan pergi satu persatu.

Merekrut Karyawan Baru sebagai Mata-Mata

Kejadian ini terjadi di satu perusahaan kecill dimana pada saat itu bos perusahaan memutuskan untuk merekrut karyawan walaupun jumlah karyawan saat itu cukup. Walaupun sempat terjadi perdebatan namun beberapa minggu kemudian seorang perempuan diperkenalkan sebagai karyawan baru sebagai personal support karyawan lain. Suasana kerja kantor yang homey membuat karyawan nyaman untuk berbagi cerita dari pekerjaan hingga keluarga. Akan tetapi sejak kehadiran karyawan baru, dinding pun seolah berbicara karena segala urusan kantor dengan mudah sampai di telinga bos yang lebih sering diluar kantor. Terlepas apapun tujuan pemimpin perusahaan, mematai karyawan merupakan tindakan yang tidak bijak, karena malah menciptakan lingkungan kerja yang penuh kecurigaan dan membuat suasana kerja tidak nyaman. Hal ini juga dapat menurunkan kinerja karyawan dan malah mendorong mereka untuk keluar dari perusahaan. Lambat laun kecurigan ini akan merusak eksistensi perusahaan sendiri.

Bisnis Franchise Telat Menyediakan Bahan Baku

Bisnis franchise semakin bertumbuh pesat sekarang ini. Beberapa kalangan menilai bisnis seperti ini dapat menguntungkan jika dikelola secara professional. Namun hal ini dijalankan secara berbeda oleh salah satu franchise kebab dekat rumah seorang pelanggan yang sering kali tutup dengan alasan bahan jualan habis dan belum diantar kembali oleh pusat. Kondisi seperti ini jelas tidak menguntungkan karena pelanggan banyak yang ragu dan takut dikecewakan jika mereka sudah jauh-jauh datang tapi ternyata restoran tutup karena kehabisan bahan.

Jika situasi ini tidak segera diatasi maka pelanggan akan mengira penjual tidak serius dalam berjualan. Sehingga akan banyak yang memutuskan untuk memilih tempat lain. Hal ini jelas akan merugikan pihak franchisor maupun franchisee yang menginvestasikan dana tidak sedikit.

 

Image: Money101.co.za

2 thoughts on “Sistem Manajemen Yang Menghancurkan Bisnis Anda Bagian 1 Dari 2

Leave a Reply