Pelayanan Yang Menghancurkan Bisnis Anda Bagian 1 Dari 5

Aspek Pelayanan menjadi bagian yang krusial dalam perusahaan. Tanpa pelayanan yang baik maka sebuah bisnis ibarat kapal bocor yang dalam hitungan detik segera karam. Oleh sebab itu, aspek ini menjadi penting bagi yang ingin bisnisnya eksis dalam jangka panjang.

“Menjebak” Pelanggan Agar Membeli

Situasi ini terjadi di salah satu mall besar di Depok, dimana pada saat itu seorang nenek sedang menunggu keluarga bersama cucunya di salah satu supermarket. Selagi asyik bersama cucunya, tiba-tiba seseorang menghampiri menawarkan boneka gratis tanpa syarat. Akan tetapi sebelum mendapatkan boneka gratis, dengan ramah sales mempersilahkan sang nenek ke konter mereka untuk penawaran secara singkat. Karena sedang menunggu, sang nenek dan cucu tidak merasa keberatan mendatangi konter yang dimaksud, termasuk bujukan duduk di kursi pijat gratis buat pelanggan. Selanjutnya sales mulai sibuk mencurahkan segala perhatian ke pada sang nenek dan sesekali bercanda dengan cucu. Sekitar 20 menit berlalu, sang nenek sangat menikmati kursi pijatnya hingga telepon genggamnya berdering, yang memberitahukan bahwa anggota lain telah selesai berbelanja dan menanyakan posisinya. Sang nenek dan cucu bergegas untuk meninggalkan kursi pijat, namun langkah mereka tertahan dengan kepungan beberapa sales secara serentak. Mereka memaksanya melakukan transaksi dengan menyodorkan beberapa pilihan produk. Sang nenek bingung bercampur panik, hingga akhirnya anggota keluarga muncul. Selanjutnya keributan kecil sempat terjadi dan terlontar teriakan dari keluarga untuk tidak memaksa karena apa yang mereka lakukan sama dengan penipuan kepada pelanggan.

Singkatnya boneka yang dijanjikan secara gratis tidak pernah diterima. Perilaku sales yang menggunakan trik menjebak pelanggan tentu meruntuhkan kepercayaan calon pelanggan. Cara-cara tidak sehat seperti ini tentu saja sangat kontra-produktif, membuat pelanggan justru lari menjauh.

Menunjukan Arah Dengan Muka dan Mulut

Sering kali saat menanyakan lokasi, customer service atau karyawan sebuah perusahaan entah karena alasan sibuk, tangan mereka tetap mengerjakan sesuatu dan tanpa banyak komentar segera menunjukan lokasi yang dimaksud dengan menggunakan muka sembari memonyongkan mulutnya.

Cara ini dianggap praktis oleh karyawan karena tidak harus menghentikan aktivitasnya, tetapi kesan yang ditimbulkan malah tidak sopan. Akan terlihat baik jika saat menghadapi pelanggan aktivitas untuk sementara dihentikan sambil memperlihatkan sikap antusias dalam melayani dan memberikan informasi yang mereka butuhkan. Sikap karyawan yang profesional dan menghargai pelanggan dengan sendirinya akan berdampak positif bagi perusahaan.

Berlagak Sok Sibuk

Sering kali di supermarket pelanggan yang kebingungan akan bertanya ke salah satu pegawai terdekat. Sayangnya tidak jarang pegawai menolak untuk memberi pertolongan karena sedang sibuk sambil berkata “maaf saya sedang sibuk, silahkan tanya pegawai yang lain”.

Seringkali hal ini membuat pelanggan menjadi kecewa karena merasa tidak dilayani dengan baik. Walaupun konsep utama supermarket ialah self service, namun bukan berarti pelanggan tidak membutuhkan bantuan petugas. Bayangkan jika pelanggan tersebut merupakan orang-orang berkebutuhan khusus seperti lansia atau disabilitas. Jika kondisi ini tidak mendapat perhatian, lambat laun hal ini dapat merusak citra perusahaan.

Menertawakan Penampilan Pelanggan

Pernah beberapa kali terlihat karyawan pusat perbelanjaan melakukan percakapan sengit sambil sesekali melirik dan tertawa cekikikan ke arah pelanggannya, mereka membicarakan penampilan seorang pelanggan yang menurut mereka tidak pantas.

Kondisi ini tidak sehat bagi perusahaan, terlepas pakaian seperti apa yang digunakan oleh pelanggan. Pelanggan seharusnya dilayani dan dibuat senyaman mungkin, tanpa harus melihat selera pribadi pelanggan dalam berpakaian.

Buru-Buru Istirahat Saat Pelanggan Mengantri

Jam istirahat merupakan hak penting karyawan, namun seringkali ketika antrian pelanggan semakin panjang, karyawan justru terlihat terburu-buru memanfaatkan jam istirahatnya sambil meletakan tulisan “closed”. Jika hal ini tidak segera diantisipasi, bukan tidak mungkin pelanggan akan berpindah ke tempat lain yang pelayanannya jauh lebih peduli dan mengerti dengan pelayanan yang lebih cepat dan efisien.

 

Image : pusatpinindonesia.com

2 thoughts on “Pelayanan Yang Menghancurkan Bisnis Anda Bagian 1 Dari 5

Leave a Reply