Mindset Yang Menghancurkan Bisnis Anda Bagian 2 Dari 3

Mindset Yang Menghancurkan Bisnis Anda Bagian 2 Dari 3

Tidak Jujur pada Rekan Bisnis

Kejujuran menjadi kunci utama dalam kehidupan begitupula dalam berbisnis. Tanpa kejujuran, perusahaan tidak akan bertahan lama. Kejadian ini dialami oleh seorang pengusaha yang mau merintis usaha di bidang konsultasi manajemen. Untuk memulai usaha ia mencoba memilih rekan bisnis yang memiliki usia dan pengalaman diatasnya, dengan harapan dapat menjadi pendamping dan memanfaatkan jaringan yang dimiliki rekannya. Investasi uang untuk kantor, fasilitas dan produk jasa konsultasi sudah disiapkan, beberapa klien menjanjikan pun sudah didepan mata. Sayangnya rekan bisnis ini memiliki cara pikir yang berbeda, dirinya berubah sedikit demi sedikit seolah ada hal yang disembunyikan dan bahkan seringkali mengambil keputusan sendiri. Pertemuan dengan klien besar ditanganinya sendiri dengan berbagai alasan. Hingga pada akhirnya proyek yang awalnya bersama malah ditangani oleh rekan bisnisnya sendirian.

Ketidak jujuran rekan bisnisnya menjadikan proyek bersama ini rusak. Bisnis konsultasi yang seharusnya dapat berkembang dengan baik malah terkubur bersama uang investasi yang tidak sedikit.

Bisnis Kutu Loncat

Kejadian ini dialami oleh salah seorang teman yang sekitar enam tahun lalu mengenalkan dirinya sebagai pebisnis dan menceritakan restoran yang digelutinya pada saat itu. Namun saat bertemu kembali, ia telah beralih ke bisnis pijat refleksi, event organizer dan masih banyak lagi. Intinya, beliau tidak pernah fokus dan menaruh hatinya dalam bisnis yang dijalankan. Dari berbagai jenis usaha yang dirintis belum satu pun yang dapat bertahan lama dan menghasilkan keuntungan secara optimal. Banyak partner dan relasi bisnis yang dikecewakan dan dengan banyaknya cerita negatif beliau membuat banyak orang tidak percaya untuk bekerjasama. Namun dirinya mengaku merasa senang menjadi kutu loncat karena, ia mencari bisnis yang sesuai dengan karakternya.

Pemikiran ini agak sulit diterima karena pilihan dalam menjalankkan bisnis terletak pada kesadaran diri dan keseriusan pengusaha. Jika karakter dan pemikiran ini terus menerus dipertahankan maka jangan berharap bisnis yang akan dirintis tumbuh pesat.

Terlalu Ambisius

Ambisi menjadi pendorong dalam berbisnis namun dapat juga menjatuhkan. Dalam berbisnis pengusaha tidak bisa hanya bermodal semangat yang berapi-api. Perlu strategi dan perhitungan yang matang. Jika hanya berlandaskan ambisi, pengusaha bisa jatuh karena mengandalkan cara instan. Hal ini dialami oleh seorang mahasiswa yang baru saja menjalankan bisnis franchise kebab. Mahasiswa ini menargetkan dalam enam bulan kedepan akan membuka 20 cabang dibeberapa tempat. Pada akhirnya target memang tercapai untuk membuka 20 cabang hanya hal ini dilakukannya dengan menggandaikan kendaraan dan meminjam uang di bank. Hasilnya ROI tidak pernah mencukupi untuk membayar biaya operasional dan tagihan pinjaman.

Berbisnis Karena Kolusi

Bisnis yang benar biasanya dimulai dari nol dan tumbuh dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Dengan demikian, produk yang diberikan perusahaan dapat memenuhi standar kualitas pasar yang dituju. Melalui kemandirian, bisnis akan lebih mudah bermanuver dan lebih natural karena apa yang dimiliki sesuai dengan kompetensi tanpa harus mengekor pada patronnya. Sebaliknya bisnis yang diawali dengan kolusi memiliki resiko yang besar. Hal ini dikarenakan anda mungkin terpaksa berbisnis pada pasar yang tidak anda kenal tetapi tetap harus menjalankannya karena garansi pihak tertentu. Sehingga bisa mempengaruhi produk dan pelayanan yang diberikan.

Beberapa bisnis seperti ini pada akhirnya memang dapat dipelajari dan mampu meningkatkan kualitas tetapi mereka cenderung tidak bertahan lama karena secara natural mereka tidak memiliki pengalaman dalam berkompetisi dan cepat atau lambat mati setelah patronnya kehilangan pengaruh.

 

Image: Kanefood.com