Kisah Johansyah - Owner Nzone78

Kisah Johansyah – Owner Nzone78

Nama Usaha : Nzone 78
Produk : Baterai Gadget
Omzet : Diatas 100 juta/ bulan
Strategi Bisnis : Mencontek strategi mereka yang sudah sukses tapi tetap sesuaikan dengan kemampuan kita.

Johansyah mulai berbisnis sejak masih di bangku kuliah, awal bisnisnya dimulai dengan membuka warung internet (warnet) bersama temannya, namun pada akhirnya gulung tikar. Awal berbisnis dilakukan Johan secara santai karena pada saat itu ia memiliki pekerjaan utama sebagai teknisi di sebuah stasiun televisi swasta ternama.

Di tahun 2011 Johan memutuskan untuk berjualan secara online dengan berjualan baterai gadget karena menurutnya di jaman sekarang semua orang telah kecanduan gadget, semua geek pasti membutuhkan baterai, ini dibuktikan dengan masyarakat banyak membawa power bank atau stok baterai lebih dari satu. Sampai saat ini, Johan belum terpikir untuk berjualan produk lain karena ia masih bekerja 10 jam per hari dikantornya, selepas itu ia baru bisa melayani pembeli. Apalagi aktivitas penjualan masih dilakukan sendiri, dari menerima pesanan, order kesupplier serta mengemas dan mengirim barang.

Johan bergabung dengan Bukalapak secara tidak sengaja di tahun 2013 dikarenakan salah seorang pembeli waktu itu menginginkan sistem payment seperti Bukalapak karena tidak paham Johan memutuskan bergabung dengan Bukalapak. Baru dua sampai tiga hari Johan bergabung, pesanan banyak berdatangan. Saat ini Johan menerima paling sedikit 10 transaksi per hari, yang jika ditotal mencapai 300-400 pesanan tiap bulan.

Dalam berjualan online, kepercayaan merupakan kendala utama yang bisa menjadi penghalang. Johan mengakui di Indonesia masyarakatnya belum dapat percaya penuh terhadap jual-beli online karena masih maraknya penipuan online, meskipun sistem RekBer di Bukalapak bisa meminimalisir hal seperti ini. Berbeda dengan Tiongkok yang kebanyakan masyarakatnya telah membeli barang secara online karena sistemnya yang sudah baik sehingga menimbulkan kepercayaan yang kuat dalam masyarakatnya.

Bagi Johan dalam berjualan, mencontek strategi bisnis dari mereka yang sudah sukses bukanlah hal tabu, yang penting harus mengimbangi dengan kemampuan masing-masing individu. Lagi pula tidak ada strategi bisnis yang bisa ditiru sama persis 100 persen karena banyak faktor yang mempengaruhi. Kedepannya Johan memiliki keinginan untuk fokus dalam berbisnis tidak lagi menjadi karyawan setengah pebisnis. Selain bisnis online, Johan juga akan serius menekuni bisnis offline.

**

10 TIPS PROMOSI DI MEDIA SOSIAL

  1. Buatlah Akun Khusus

    Bedakan akun pribadi dengan akun jualan. Apabila akun pribadi telah banyak pengikutnya, maka sesekali bisa mempromosikan jualan kita, namun jangan terlau sering karena akan mengganggu.

  2. Gunakan Photo Orisinal

    Hindari pengambilan gambar dari internet karena hal ini dapat melanggar hak cipta, dan bisnis Anda jadi tidak memiliki ciri khas. Hal ini juga berlaku bagi penjual sistem dropshipper, penjual online yang tidak menyimpan stok barang, usahakan datangi supplier dan buatlah foto produk-produk yang ada.

  3. Hindari Spam

    Pesan virtual yang bertubi-tubi dapat menjadi spam, dapat mengganggu dan dianggap pesan sampah. Sehingga akan ada kemungkinan akun akan di block atau bahkan di laporkan sebagai spam, sehingga berisiko dapat di non aktifkan.

  4. Hindari Penggunaan Bot

    Bot yang merupakan kependekan dari robot, merupakan aplikasi yang bisa menjalankan perintah yang diinginkan pembiat program. Ada beberapa pandangan yang melihat bahwa promosi dengan menggunakan bot cukup efektif dan praktis, namun semakin lama semakin banyak bot-bot yang mengganggu, dimana pada akhirnya berdampak pemblokiran oleh pengguna sosial media lain.

  5. Buatlah Cerita Menarik

    Buatlah cerita mengenai bagaimana asyik, keren dan bergunanya produk yang dijual. Cerita dapat berupa review, testimoni atau cerita mengenai peristiwa menarik ketika menggunakan produk. Cerita tentang suatu produk jauh lebih menarik ketimbang produknya sendiri. Selain itu cerita, mengenai penggunan produk akan dapat menciptakan rasa penasaran pada orang lain sehingga mereka ikut mencoba produk tersebut.

  6. Hormati Privasi

    Walaupun media sosial merupakan ranah publik, namun usahakan untuk menjaga kenyamanan pengguna dengan cara tidak mengirimkan Direct Message yang berisi promosi karena hal ini akan menggangu pengguna lain.

  7. Teks dan Foto yang Sopan

    Teks dan foto merupakan alat komunikasi utama di media sosial. Gaya bahasa dan objek foto dapat mencerminkan penjual. Gunakan kalimat yang efektif, sopan dan beretika.

  8. Saling berbagi

    Sesama penjual online yang saling berbagi pesan ke audiensnya akan menjangkau lebih banyak. Dengan begitu, promosi di media sosial bisa menyebar semakin luas dan menjangkau lebih banyak pelanggan.

  9. Fokuskan Target

    Fokuskan siapa target dari produk yang dijual karena pengguna media sosial terdiri dari banyak lapisan, usia, status sosial, profesi generasi dan komunitas.

  10. Ikuti Tren

    Dalam mempromosikan barang, usahakan agar kita selalu mengikuti tren atau isu terbaru karena selalu ada celah untuk menghubungkan tren atau isu yang sedang hangat dengan barang dagangan.

 

Images: BukaLapak.com

Leave a Reply