Kisah Arief Maulana - Owner Bike Doctor

Kisah Arief Maulana – Owner Bike doctor

Nama Usaha : Bike Doctor
Produk : Aksesori Sepeda
Omzet : 12 juta/ bulan
Strategi Bisnis : Gunakan strategi psikologi harga. Posisikan diri sebagai pembeli, bangun transaksi dengan kepercayaan.

Arief telah bekerja sekaligus berbisnis semenjak masih kuliah dan setelah lulus Ia justru semakin tidak tertarik untuk bekerja kantoran dan menjadi karyawan. Awalnya Arief sempat berjualan jersey, namun karena jenuh Arief memutuskan untuk berhenti dan kembali fokus kuliah. Begitupun dengan ide berjualan spare part sepeda ini didapat secara tidak sengaja. Sebagai anak rantau ia mencari cara untuk berhemat, hal ini dilakukan dengan cara membeli sepeda bekas untuk kebutuhan transportasi sehari-hari agar dapat menekan biaya hidup. Sepedanya yang semakin lama dirasa terlalu kecil, menuntut Arief berkenalan dengan forum jual beli online.

Awal postingan pertama Arief, merupakan sepedanya yang telah kekecilan, namun ternyata postingan ini diminati banyak orang. Ketika pesanan membanjir, Arief mulai berpikir untuk bisa mendapatkan stok barang yang lebih banyak. Sebelum melangkah lebih jauh, Arief mempelajari sistem berjualan di Bukalapak. Awalnya stok yang ada masih sedikit dikarenakan keterbatasan biaya sebagai mahasiswa. Di tahun 2014, Arief baru mulai berani menambah stok barang agar lebih banyak dan lengkap, setelahnya Arief mencoba strategi pemasaran ala supermarket, dengan memasang harga yang dikurangi 1 rupiah (misalkan barang harga Rp. 100.000, menjadi Rp. 99.999). Ini merupakan strategi psikologis yang membuat pembeli merasa harga itu lebih murah daripada harga di tempat lain, padahal selisihnya tidak banyak dan tetap memberi keuntungan bagi penjual.

Ditahun yang sama pula, Arief bermitra dengan pamannya untuk menambah stok barang, dan hasilnya menggunakan sistem bagi hasil. Saat ini walaupun Arief mengaku untung yang didapat belum seberapa, namun cukup untuk membiayai hidupnya di Bandung, profitnya bisa didapat sekitar 30 % dari 12 juta rupiah. Angka ini tergolong lumayan, mengingat aksesori sepeda bukan merupakan kebutuhan primer. Pembeli di lapak Arief, kebanyakan merupakan orang yang tidak memiliki banyak waktu luang dan tenaga untuk berburu secara offline. Sampai saat ini, Arief tidak ingin terburu-buru membuka toko offline jika banyak permintaan dari pelanggan maka bisa saja Arief membuka toko offline.

Bagi Arief untuk menjadi penjual yang baik, penjual harus bisa menjadi pembeli dulu sehingga bisa paham apa yang diinginkan. Tidak boleh dilupakan pemberian feedback merupakan hal penting karena ini dapat mempengaruhi reputasi yang berujung ke penjualan.

 

Images: BukaLapak.com

Leave a Reply