Kisah Sofingi Purnama - Owner Modemku Mega Sarana

Kisah Sofingi Purnama – Owner Modemku Mega Sarana

Nama Usaha : Modemku Mega Sarana
Produk : Aksesori Gadget dan Souvenir khas Yogyakarta
Omzet : 50 juta/ bulan
Strategi Bisnis : Perjuangan dan perhitungan yang tepat. Kenali produk, manfaatkan fitur, rajin Promosi.

Sofingi Dwi Purnama merupakan pemilik toko yang terletak di area persawahan Sleman, pinggiran Yogyakarta. Dengan Lapak Modemku Mega Sarana di Bukalapak, omzet totalnya bisa mencapai profit 5-15% dari 500-600 juta rupiah per bulan.

Produk yang dijual, merupakan alat penguat sinyal yang dibuat oleh Sofingi sendiri. Produk ini merupakan salah satu produk yang cukup banyak diminati di salah satu forum jual beli, sebelum ia bergabung di Bukalapak. Ide pembuatan alat ini datang dari produk yang diambilnya dari supplier. Sofingi merasa ia bisa membuatnya sendiri karena material yang dibutuhkan semua tersedia di Yogyakarta. Untuk pembuatannya, ia mempekerjakan sejumlah orang dan melakukan supervise mutu. Produk yang lolos tes, dijual secara online maupun offline. Ide berjualan offline justru diawali dari berjualan online, setelah nama lapaknya populer di Bukalapak dan situs modemku, banyak pelanggan dari Yogyakarta yang menanyakan dimana bisa melihat bentuk fisik produk yang dijual, dari sinilah Sofingi mulai berjualan secara offline.

Namun jangan kaget, ketika membuka lapak Modemku Mega Sarana, justru banyak terdisplay foto-foto souvenir< khas Yogyakarta, hal ini dikarenakan yang berjualan gadget sudah banyak sehingga persaingan harga semakin tipis, sehingga Sofingi mulai berjualan souvenir dan makanan khas Jogja. Hal ini dipilih karena peminatnya masih sangat banyak namun pelapaknya masih sedikit. Selain itu Sofingi ingin mendukung para pengrajin oleh-oleh khas Yogyakarta yang dinilai memiliki karya kreatif namun belum didukung oleh pemasaran yang modern.

Menurut Sofingi dalam berjualan, penjual pasti membutuhkan perjuangan dan perhitungan yang tepat walaupun traffick di lapak online tinggi bukan berarti jualan bisa langsung laku. Sebagai pelapak pemula, mempertimbangkan produk yang dijual menjadi hal utama yang perlu diperhatikan, apakah diminati atau tidak. Hal lain yang perlu diperhatikan ialah foto display harus semenarik mungkin, ini dikarenakan di lapak online pembeli tidak dapat melihat barang secara langsung, hanya diwakili foto. Karena itu hindari pengambilan foto dari Google, selain melanggar hak cipta, pembeli juga akan kecewa karena foto bukan merupakan kondisi barang yang sebenarnya. Jangan lupa untuk memberi judul yang menarik ketika mengunggah produk. Terakhir, jangan perhitungan untuk menggratiskan ongkos kirim. Hal ini merupakan salah satu jenis promosi yang menarik pembeli karena mayoritas penjual lebih senang membebankan ongkos kirim ke pembeli. Pengorbanan kecil seperti inilah yang harus dilakukan pelapak pemula demi bisa meraih pelanggan setia. Jika pelanggan tetap telah didapat, layanan pun harus terus ditingkatkan agar mendapat feedback.

5 Langkah Manajemen Waktu Bekerja Online:

  1. Targetkan Pekerjaan

    Dengan menentukan target, maka waktu dalam sehari bisa dimanfaatkan untuk banyak hal. Tidak melantur ke kegiatan lain.

  2. Setting Timer

    Hal ini bisa dibantu dengan sistem alarm. Teknik Podomoro melihat bahwa durasi bekerja yang efektif hanya berkisar 25 menit, setelah itu otak akan sulit fokus. Maka dari itu pasang alarm setiap 25 menit sekali, agar setelahnya kita dapat melakukan jeda singkat.

  3. Bekerja Fokus

    Selama alarm belum berbunyi, bekerjalah dengan fokus tanpa terganggu hal-hal lain.

  4. Jeda Pendek

    Begitu alarm berbunyi, kita harus beristirahat selama 5-10 menit untuk berganti posisi, bisa ke kamar mandi, meregangkan tubuh atau bahkan berjalan-jalan sebentar.

  5. Lakukan Beberapa Sesi

    Biasanya setelah 3-5 sesi di atas berulang, pekerjaan harusnya sudah banyak yang selesai. Ambil jeda panjang setelahnya untuk makan minum atau bahkan tidur pendek selama 30 menit.

 

Images: BukaLapak.com

Leave a Reply