Kisah Arief Mai Rakhman

Kisah Arief Mai Rakhman – Owner Buku Beta

Nama Usaha : Buku Beta
Produk : Buku-buku untuk mahasiswa
Omzet : 60 juta/bulan
Strategi Bisnis : Kenali pangsa pasar, terus mencoba, cari ide, terus berinovasi

Ajaran konfusianisme mengenai “Pilih pekerjaan yang kamu sukai maka kamu tidak akan bekerja sehari pun dalam hidupmu”, berlaku pada Arief Mai Rakhman. Sudah sejak lama pemuda asal Yogyakarta ini menyenangi buku. Kecintaan pada buku membuatnya bergelimang buku setiap saat. Dengan jumlah buku yang besar, Arief berujung membuka “Gramedia kecil” di sudut kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ditemani rekannya Budi. Dari lokasi ini, Arief dapat menjual ribuan buku keberbagai daerah di Indonesia.

Sebelum berjualan buku, Arief telah beberapa kali mencoba membuka usaha, mulai dari bimbingan belajar hingga keripik salak. Namun pada akhirnya beberapa usaha Arief tutup karena bermasalah dalam pemasaran. Sehingga Arief memutuskan untuk kembali menggeluti buku dan fokus dalam menyediakan buku teks murah yang dibutuhkan mahasiswa. Dengan mengambil buku langsung dari penerbit atau agen, Arief bisa mendapatkan harga buku yang jauh lebih murah.

Menurut Arief dalam berbelanja online, pembeli sangat diuntungkan karena tidak perlu mengeluarkan ongkos berlebih untuk ke toko buku, cukup klik di situs Bukalapak dan langsung dapat terlihat ketersediaan barang dan harga buku. Ditambah pembeli bisa langsung membeli melalui online dan hanya dibutuhkan beberapa hari agar buku sampai di tangan pembeli.

Sebelum bergabung dengan Bukalapak, Arief sempat berjualan di facebook dan sejumlah onlinemarketplace. Namun akhirnya Arief memutuskan untuk bergabung dengan Bukalapak karena memiliki Rekening Bersama (Rekber) dan SEO Bukalapak dinilai sangat baik. Hal ini dilihat ketika orang melakukan pencarian dengan kata kunci “jual buku” di Google, Bukalapak selalu berada dalam urutan. Dengan adanya sistem Rekber, Arief merasa diuntungkan karena ia tidak perlu repot mengembalikan uang transferan karena penjual menerima uang setelah pesanan diterima oleh pembeli.

Reputasi Buku Beta milik Arief semakin baik salah satunya karena ia dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa yang memerlukan buku dengan spesifikasi detail (edisi dan cetakan ke berapa), sehingga penerbit dan agen buku pun semakin percaya. Hal ini menyebabkan Arief bisa mendapatkan diskon yang lebih besar, sehingga secara otomatis dapat memberi harga murah pula kepada pembeli. Dengan memberi diskon dan harga miring, Arief tidak bisa mengambil profit besar, namun hal yang terpenting bagi Arief pelanggan terus datang membanjir. Walau tidak besar, Arief dapat mengantongi 20% dari omzet 60 juta per bulannya. Bagi Arief sangat penting untuk memetakan produk dalam berjualan, memiliki pangsa pasar atau tidak dan terakhir penjual tidak boleh cepat menyerah.

Ada 5 alasan mengapa berbelanja buku secara online lebih baik:

  1. Lebih Mudah

    Mencari buku di Internet jauh lebih mudah dibanding harus mencari di tumpukan toko buku. Kita hanya perlu mengetikan judul buku, dan bertanya kepihak penjual.

  2. Lebih Murah

    Penjual tidak perlu menyewa tempat untuk berjualan, sering mendapat suplai buku langsung dari distributor, atau penerbit. Sehingga harga buku bisa jauh lebih murah 30% dari biasanya.

  3. Hemat Waktu

    Pencarian buku lewat internet lebih menghemat waktu dibanding ke toko buku, kita hanya perlu duduk dan mencari lewat internet tanpa banyak membuang waktu.

  4. Lebih Lengkap

    Banyak buku-buku terbitan lama yang tidak dicetak dan diterbitkan di toko buku, tapi dijual di toko.

  5. Hemat Tenaga

    Masih berhubungan dengan menghemat waktu, tenaga yang dikeluarkan untuk berjalan ke beberapa toko buku pun sangat terminimalisir.

 

Masih ada beberapa lagi kisah inspiratif lainnya yang akan memberikan banyak pelajaran dalam berbisnis dalam dunia online marketing.

 

Images: BukaLapak.com

Leave a Reply