Kisah Andi Nugroho - Owner Sapar Bikeshop

Kisah Andi Nugroho – Owner Sapar Bikeshop

Nama Usaha : Sapari Bikeshop
Produk : Aksesori Sepeda
Omzet : 100 juta/ bulan
Strategi Bisnis : Harga bersaing, jeli membaca tren, berani ambil risiko, layanan tetap oke, dan stok barang diperlengkap.

Andi telah memulai bisnisnya semenjak Agustus 2011, ketika masih duduk di bangku kuliah. Awalnya niat Andi ditentang oleh orangtua, mengingat usia Andi saat itu masih terbilang muda dan berkali-kali ia harus meyakinkan orangtuanya bahwa ia bisa berbisnis. Namun saat ini, Andi telah berhasil mencapai omzet 100 juta rupiah dengan profit sekitar 25%. Andi dapat dikatakan jeli dalam membaca tren, ketika dulu sedang jaman sepeda fixie, Ia menjual segala sesuatu yang berhubungan dengan fixie dan habis terjual. Ayahnya yang berjualan sepeda bekas, sempat kaget karena harga spare part dan sepeda modern jauh lebih mahal dibanding sepeda lama. Diawali berjualan di kalangan teman-teman sendiri melalui BBM, keberadaan toko spare part sepeda milik Ayah Andi semakin lama semakin dikenal banyak orang. Karena tidak banyak paham mengenai mengenai spare part modern maka urusan itu di percayakan Ayahnya kepada Andi. Setelah berjalan sebulan, Ayah Andi yakin bahwa putranya mampu membaca tren pasar dan memiliki bakat bisnis.

Awalnya Andi bergabung dalam Bukalapak karena banyak komunitas sepeda bergabung dalam forum ini. Komunitas ini dikenal Andi sebagai forum yang banyak membahas sepeda, mulai dari jenis terbaru, tren aksesori dan apparel-nya. Persaingan pelapak spare partdi Bukalapak pun semakin sengit karena memang banyak peminatnya. Harga pun menjadi lebih transparan. Andi mengaku tidak bisa selalu mengambil untung besar dari semua produk, justru keuntungan banyak didapat dari jual beli sepeda bekas. Walau menjual barang second, Andi tidak berusaha membuatnya terlihat baru ketika di foto, semua ditunjukan apa adanya sehingga pembeli tidak merasa terkecoh.

Dalam berbisnis, bagi Andi harga harus terus tetap bersaing, layanan juga harus tetap baik. Berjualan online menurut Andi memiliki banyak risiko, sebab itu penting untuk menyediakan garansi. Penjual harus bertanggung jawab jika ada kerusakan atau barang lecet. Untuk bidang spare part, problem yang sering dihadapi ialah seringnya stok barang kosong. Hal ini disebabkan karena masih minimnya importir produk sepeda di Indonesia. Tantangan lain, penjual harus menjelaskan sedetail mungkin barang yang dijual kepada pembeli karena spare part harus bisa dipasang dan dipakai oleh pembeli. Butuh kesabaran yang ekstra dalam menjelaskan detail teknis ke pembeli, terlebih lagi melalui komunikasi jarak jauh.

Kedepannya Andi memiliki target tokonya sudah bisa ditinggal-tinggal, namun untuk saat ini Andi masih harus terus berada di toko, walaupun ada karyawan yang membantu.

Fakta Seru Bisnis Online

74% Pembelanja online mengamati media sosial sebagai panduan berbelanja
77% Pria dan 68% Wanita berbelanja online selama jam makan siang.
71% pembelanja online yakin bahwa mereka akan mendapat harga lebih bagus di toko online ketimbang offline

 

Images: BukaLapak.com

Leave a Reply