Kisah Dyansyah Nurdyansyah P. – Owner Dyansyah

Kisah Dyansyah Nurdyansyah P. – Owner Dyansyah

Nama Usaha : Dyansyah
Produk : Aksesori Gadget
Omzet : 200 juta rupiah per bulan
Strategi Bisnis : Jeli memantau tren terkini, berusaha melengkapi stok barang dagangan, dan fokus pada bisnis.

Dalam tempo lima tahun, Dyansyah Nurdyansyah telah dapat meraup omzet lebih dari 200 juta per bulan. Beberapa bisnis online telah dicobanya, mulai dari bisnis herbal, aksesori sepeda, sampai komputer. Pernah Dyansyah ditipu oleh penjual sepeda di salah satu forum jual online, untung ada temannya yang bekerja di bank dapat membantu melacak, sehingga uang yang di transfer dapat kembali. Dari peristiwa ini, Dyansyah melihat modal utama dari jual beli online ialah kepercayaan itu sendiri, tanpa itu orang tidak akan mau berbelanja online.

Photo by Google

Dyansyah memulai lapak ini karena casing ponsel masa itu masih sulit ditemukan. Importirnya masih sedikit, kalau ke mall pun adanya barang tiruan. Sebelum bergabung dengan BukuLapak, Dyansyah sempat berjualan disebuah forum jual beli. Sistem Cash On Delivery (COD), banyak diterapkan di forum online, yang pada akhirnya membuat lelah karena menguras tenaga dan waktu. Dari situ Dyansyah berjualan online untuk iseng-iseng karena saat itu ia masih bekerja disalah satu perusahaan.

Seiring waktu, Dyansyah memiliki 12 orang reseller,awalnya mereka tidak berjualan di Bukalapak, namun oleh Dyansyah mereka ditarik untuk berjualan di Bukalapak. Sehingga memudahkan Dyansyah dalam memonitor stok barang yang dipusatkan di lapaknya karena di Bukalapak melakukan edit harga dan stok sangat mudah sehingga sistem pendataan lebih rapih.

Dalam sehari Dyansyah, melayani setidaknya 30 transaksi, termasuk orderan dari reseller. Saat sedang ramai ia bisa melayani 60 transaksi. Pengalaman membuat Dyansyah lebih jeli dalam melihat selera pengguna. Walaupun bisnis onlinenya tumbuh pesat, namun hal ini tidak membuat Dyansyah tertarik untuk membuka toko offline. Menurutnya, toko offline membuat keuangannya terkuras untuk karyawan, biaya sewa tempat dan lain-lain. Jangkauannya pun tidak seluas toko online.

Dalam berjualan Dyansyah selalu mencoba untuk fokus. Karena jika bekerja secara serampangan, hasilnya tidak akan maksimal. Penting juga untuk memperbanyak stok barang karena kita harus bersiap dengan kemungkinan adanya pesanan dalam jumlah besar. Disamping itu potensi diminati pembeli pun semakin besar. Semakin komplit barang yang dimiliki, maka pelanggan semakin banyak karena biasanya pembeli enggan membeli jumlah sedikit di satu lapak, lalu model lain di lapak lain karena akan memboroskan ongkos kirim.

Dalam mengunggah barang dagangan, Dyansyah sangat jeli kapan harus menggunakan fitur push ( fitur bebayar yang membuat lapak online kita selalu berada di display atas) di Bukalapak yang dalam penggunaanya perlu mencermati trafick online .

Jam-jam Trafick yang Ramai:

Images: BukaLapak.com

Leave a Reply