Korea Buka Kemudahan Bagi Warga Indonesia yang Ingin Berobat

JAKARTA, KOMPAS.com Banyak masyarakat Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri untuk mencari pelayanan kesehatan yang lebih baik. Setelah Singapura dan China, kini cukup banyak masyarakat yang melirik potensi kesehatan yang dimiliki Korea Selatan.

Korea Selatan tidak hanya fokus pada promosi tempat-tempat wisata atau industri hiburan mereka, tapi juga kemajuan bidang kesehatannya. Indonesia sebagai salah satu negara sahabat digandeng dalam kerjasama bilateral dalam program turisme medis (medical tourism) Korea.

Selain pertukaran tenaga medis dan informasi medis terkini, Korea juga membuka kemudahan bagi pasien yang berobat sekaligus jalan-jalan ke negeri ginseng tersebut, termasuk kemudahan pengurusan visa.

Rumah sakit di Korea Selatan sudah dilengkapi peralatan medis standar internasional dan tenaga kedokteran yang terlatih. Kami memiliki beberapa peralatan medis modern yang tidak dimiliki rumah sakit lain di dunia, ujar Mia, perwakilan dari SAM Medical Center dalam seminar kesehatan di Jakarta, Rabu (1/10/14).

Dalam kesempatan tersebut Gyeonggi International Medical Association (GIMA) memperkenalkan 7 rumah sakit terkemua di wilayah Gyeonggi, Korea Selatan. Tujuh rumah sakit tersebut meliputi Sejong General Hospital, SAM Medical Center, Korea University Ansan Hospital, Bundang Jesaeng Hospital, Hallym University Medical Center, dan Myongji Hospital dan Jaeil Hospital khusus wanita.

Selain bidang bedah estetika yang sudah terkenal, menurut Lee Deuk Hyun dari Daejin Medical Center, Bundang Jesaeng Hospital, keunggulan lain dari bidang kesehatan Korea adalah tumor otak dan pemulihan luka bakar. “Dalam setahun mereka bisa menangani lebih dari 200 operasi tumor otak, ujar Lee.