Langkah Menenangkan Diri Saat Serangan Panik

KOMPAS.com – Setiap orang mungkin pernah merasakan panik yang dipicu oleh hal yang berbeda-beda. Untuk mengatasinya, tentu orang perlu mengetahui apa yang menjadi pemicunya.

Meskipun begitu, seringkali panik menimbulkan gejala yang tidak nyaman, seperti jantung berdebar-debar, kepala tegang, mual, hingga sesak napas. Karena itu, saat panik menyerang, dibutuhkan langkah-langkah untuk segera menghilangkan gejala tersebut.

1. Tarik napas dalam

Ketika menghadapi sesuatu yang membuat Anda takut, bernapaslah perlahan dengan hidung sebanyak empat hitungan, tahan sebentar, lalu keluarkan udara dari mulut dengan empat hitungan pula. Napas yang dalam akan merangsang tubuh mengeluarkan respon relaksasi.

2. Alihkan

Saat menghadapi pemicu ketakutan, orang cenderung untuk terpaku pada hal tersebut. Padahal ketika mata dan telinga terkunci pada pemicu panik, maka mengalihkan perhatian adalah langkah yang terbaik. Dengan mengalihkan perhatian, otak akan memikirkan hal yang lain dan melupakan pemicu panik tadi. Mendengarkan musik yang menenangkan juga dapat menjadi cara yang baik untuk mengurangi gejala panik.

3. Minta bantuan

Penelitian menunjukkan, tekanan pada kulit akan mengaktifkan reseptor saraf yang membantu tubuh memproduksi hormon “bahagia” seperti dopamin. Bila Anda sendirian, maka memijat tangan sendiri juga akan mengaktifkan respon yang sama.

4. Gerakkan otot

Gerakan perlahan pada otot akan membuat otak lebih mudah dikendalikan. Mulailah gerakan dari otot jari-jari kaki, kemudian betis, paha, pantat, perut, dan sebagainya. Cara ini juga akan membantu menjaga tekanan darah.

5. Pertanyakan kecemasan

Ketika pikiran tidak keruan karena panik, cobalah untuk menanyakan sejumlah pertanyaan logis pada diri Anda. Misalnya Anda panik bila pesawat yang Anda naiki akan terjatuh, maka tanyakan, berapa besar kemungkinan pesawat ini akan benar-benar jatuh? Atau sudahkah orang di pesawat ini ada yang memberikan sinyal darurat?

6. Terima ketakutan

Semakin Anda melawan rasa ketakutan, semakin Anda tidak nyaman dengan ketakutan tersebut. Karena itu, terima ketakutan tersebut sambil selalu berpikir, meski saya tidak sedang dalam keadaan bahaya, tidak apa-apa merasa takut. Saya hanya akan membiarkan kecemasan ini berlalu, seperti biasanya.