Hotel dan Kartu GSM Laris Manis

YANGON, KOMPAS.com — Lonjakan jumlah kunjungan orang asing ke Myanmar sejak awal 2012 menyebabkan hotel dan kartu perdana telepon seluler GSM terjual laris. Pengelola hotel dengan mudah menaikkan harga kamarnya, begitu juga dengan pedagangn ritel kartu perdana seluler.

“Harga kamar hotel itu terus-menerus naik, setidaknya sejak akhir Desember 2011. Akibatnya, harga hotel bintang empat yang dulu dipatok 70 dollar AS per malam (sekitar Rp 637.000), sekarang terus naik melampaui 100 dollar AS (sekitar Rp 910.000) per malam,” ujar Sekretaris Ketiga di Kedutaan Besar Indonesia untuk Myanmar Djumara Supriyadi saat berbincang-bincang di Yangon, Myanmar, Kamis (29/3/2012), seperti dilaporkan wartawan Kompas Wisnu Dewabrata dan Orin Basuki.

Pantauan Kompas menunjukkan, harga hotel bintang empat, seperti Sedona Hotel di kawasan Mandalay, Yangon, Rabu (28/3/2012), masih dipatok 120 dollar AS per malam untuk kamar berpenghuni tunggal atau 135 dollar AS per malam untuk dua tamu satu kamar. Namun, mulai 1 April 2012, pihak hotel menaikkan tarif hotelnya menjadi 165 dollar AS per malam.

Pada 1 April 2012, berlangsung pemilihan umum sela. Pemerintah Myanmar mengundang 85 diplomat, 21 perwakilan ASEAN, 18 perwakilan forum dialog ASEAN, 5 orang dari Uni Eropa, 5 orang dari PBB, 5 orang dari Sekretariat ASEAN, dan 18 anggota parlemen negara-negara anggota ASEAN. Kedatangan 159 tamu ini membuat hotel dan penjualan kartu perdana sekali pakai meningkat.

Kompas mendapati kartu perdana telepon seluler habis di beberapa pedagang di pusat kota Yangon. Salah satu toko yang masih menjual melepasnya dengan harga lebih mahal, yakni 18.500 kyat atau sekitar Rp 185.000. Padahal, biasanya dijual seharga 16.000 kyat atau Rp 160.000 untuk pengiriman 400 SMS atau 20 menit telepon internasional.

Pada 26 Maret 2012, media berbahasa Inggris The Myanmar Times melaporkan adanya lonjakan jumlah kunjungan pendatang asing ke Yangon pada Februari 2012 hingga 40 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011.

Pada Februari 2012, jumlah pendatang asing yang mendarat di Yangon International Airport mencapai 50.243 orang sehingga total kedatangan pada Januari-Februari 2012 menjadi 98.486 orang atau meningkat 37,75 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011.