UE Dan SWITCH-Asia Lakukan Promosi

JAKARTA, KOMPAS.com – Para pemangku kebijakan dan praktisi dari Asia Tenggara dan Eropa, bertemu dalam program Switch Asia yang didanai Uni Eropa.

Mereka hendak mempromosikan program konsumsi dan produksi berkelanjutan (SCP). Selama tiga hari, mulai Selasa (25/10/2011) di Jakarta, mereka saling berdiskusi mengenai konsep produksi bersih, ecolabel, standar dan kerjasama industri yang berfokus pada efisiensi sumberdaya.

“Komitmen Uni Eropa terhadap SCP semakin besar. Krisis Ekonomi telah menyadarkan semua bahwa kita sampai pada titik dimana perubahan perlu dilakukan,” ucap Julian Wilson, Duta Besar/Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia.

Dengan mempertemukan berbagai pihak terkait, diharapkan semakin merangsang industri dan Pemerintah dalam mengelola lingkungan serta mempromosikan SCP.

“Dalam upaya mempertahankan standar hidup kita, maka kita harus, paling tidak, mengambil tindakan tegas dalam menentukan siklus hidup produk. Baik desain, produksi, transportasi, pembelian maupun penggunaan, termasuk bagaimana mengelola sampah atau mendaur ulang produk tersebut dengan cara ramah lingkungan,” tandas Wilson.

Ia menambahkan, proyek SWITCH-Asia telah membantu banyak usaha kecil dan menengah (UKM) dalam mengakses pengetahuan, pelatihan, dan teknologi untuk mengurangi dampak polusi dari produk maupun proses produksi. Salah satunya adalah proyek Batik Bersih (Clean Batik Initiative Project).

UKM di Yogyakarta didorong menggunakan proses ramah lingkungan, efisien energi dan air, serta bahan pewarna alam. Setelah didampingi dalam berproduksi, UKM ini juga dibantu dalam memasarkan produknya.

Program SWITCH-Asia diluncurkan sejak tahun 2007, dengan dana pada periode 2007-2013 sebanyak 150 juta euro (setara Rp 180 triliun). Program ini merupakan proyek terbesar yang didanai Uni Eropa, dalam mendukung SCP di negara berkembang di seluruh Asia.