Stimulasi untuk Tingkatkan Kecerdasan Anak

SOLO, KOMPAS.com – Untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak dibutuhkan bukan hanya nutrisi dan imunisasi, melainkan juga kasih sayang dan stimulasi. Perkembangan otak manusia berkembang pesat sejak janin masih dalam kandungan, hingga bayi berusia tiga tahun. Setelah itu perkembangan otak melambat.

Hal itu dikatakan dokter spesialis anak, Soedjatmiko, dalam media briefing usai simposium “Nutrisi untuk Pertumbuhan serta Deteksi Dini dan Intervensi Penyimpangan Tumbuh Kembang” dalam rangka rapat kerja nasional Ikatan Bidan Indonesia di Kota Solo, Selasa (11/10/2011).

Menurut Soedjatmiko, nutrisi terbaik untuk bayi adalah air susu ibu (ASI), yang harus segera diberikan setelah kelahiran hingga bayi usia enam bulan. Setelah itu bayi diberikan makanan pendamping ASI.

Anak di bawah usia tiga tahun yang mengalami kekurangan nutrisi, akan menyebabkan tingkat kecerdasannya tidak sebaik anak yang mendapat kecukupan gizi.

“Namun cukup gizi saja tidak cukup. Jika otak pintar namun bayi tidak mendapat cukup stimulasi, dia juga tidak bisa apa-apa. Pada prinsipnya, asah asih asuh untuk bayi-bayi kita agar menjadi generasi penerus yang berkualitas,” kata Soedjatmiko.