Pemerintah Sediakan Rp 13,5 Miliar

SOLO, KOMPAS.com — Pemerintah menyediakan dana Rp 13,5 miliar untuk upaya penanggulangan penyakit difteri di Provinsi Jawa Timur menyusul ditetapkannya status kejadian luar biasa (KLB) di provinsi tersebut. Dana ini akan digunakan untuk pemberian vaksinasi dan serum anti-difteri kepada masyarakat di wilayah KLB.

Hal ini dikatakan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih seusai penutupan rapat kerja nasional Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Kota Solo, Jumat (14/10/2011).

“Difteri terjadi antara lain karena cakupan imunisasi rutin yang tidak tinggi sehingga ada daerah-daerah yang menjadi kantong dengan anak-anak yang tidak mendapat imunisasi difteri,” kata Endang.

Padahal, menurut Endang, penyakit difteri mudah menular. Hanya melalui percikan air ludah, penyakit sudah dapat menular sehingga anak-anak yang belum mendapat imunisasi akan mudah tertular dan bisa langsung meninggal dunia.

Sebanyak 34 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur sejak 7 Oktober lalu dinyatakan KLB difteri. Sejak awal tahun 2011, sudah 11 orang meninggal dunia akibat difteri di provinsi ini. Hanya empat kabupaten di Jawa Timur yang bebas difteri, yakni Pacitan, Ngawi, Trenggalek, dan Magetan.