Ibu Negara: Jangan Tunggu Sampai Ada Keluhan!

JAKARTA, KOMPAS.com – Kanker serviks merupakan ancaman, yang dapat menimbulkan penderitaan, beban kesehatan dan mental pada perempuan yang terkena. Dampak lebih fatal bisa menyebabkan kematian. Penting untuk masyarakat khususnya kaum perempuan untuk waspada terhadap kanker serviks karena sifatnya yang tidak terlihat, namun mematikan.

“Saya mengajak semua perempuan mengubah paradigma mengenai kanker serviks. Yang sebelumnya kita hanya menunggu, kalau ada keluhan baru ke dokter, sekarang harus menjadi lebih proaktif dan kontinyu dalam memeriksakan diri, tanpa menunggu adanya gangguan atau keluhan,” ucap Ibu Negara Kristiani Susilo Bambang Yudhoyono, saat acara Gerakan Perempuan Melawan Kanker Serviks, di Gedung Pertamina, Kamis (6/10/2011).

Ibu Negara mengatakan, keengganan masyarakat melakukan deteksi dini kerap membuat kanker yang seharusnya bisa diobati, menjadi sebuah ancaman yang lebih besar dan mematikan. “Kita harus berubah. Dalam arti merubah gaya hidup agar lebih sehat sehingga dapat memperkecil kemungkinan terkena penyakit itu. Kita juga harus meningkatkan kepedulian terhadap sesama, memberikan pencerahan kepada perempuan yang ternyata masih banyak yang belum tahu akan ancaman itu,” katanya.

Ia menegaskan, pengertian tentang kanker serviks mutlak harus dipahami oleh setiap perempuan Indonesia. Di samping juga peran dan kerjasama seluruh elemen masyarakat, akan sangat menentukan tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang baik. “Ketidaktahuan kaum perempuan Indonesia pada bahaya kanker serviks, menunjukkan perlunya dilakukan upaya yang terus menerus dan berkesinambungan untuk mensosialisasikan penyakit ini dengan berbagai cara,” jelasnya.

Menurut Ibu Negara, sosialisasi dan edukasi dapat dilakukan dengan melibatkan berbagi elemen masyarakat seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, PKK, dan organisasi perempuan lainnya yang cukup banyak di Indonesia.

Pencegahan dengan deteksi dini kanker serviks pada dasarnya bisa dilakukan dengan berbagai cara yakni melalui vaksinasi, dan skrining atau deteksi dini dengan PAP Smear dan IVA (Inspeksi Visual dengan asam asetat).

Di samping itu, kata Ibu Negara, yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh, dengan mengonsumsi makanan bergizi, makan sayuran dan buah serta perilaku hidup bersih baik kebersihan diri, keluarga dan lingkungan.

“Ada pepatah bijak mengatakan lebih baik mencegah dari pada mengobati. Hal itu benar sekali. Karena dengan mencegah kita akan mengurangi risiko yang lebih besar lagi. Mari jaga kesehatan kita agar hidup lebih bahagia. Jangan menunda-nunda untuk lakukan skrining,” tandasnya.