Gigi 72,1 Persen Penduduk Berlubang

JAKARTA, KOMPAS.com – Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan tahun 2007, gigi sekitar 72,1 persen penduduk Indonesia berlubang. Selain itu, 43,4 persen penduduk yang berusia lebih dari 12 tahun mengalami karies gigi yang belum tertangani.

Data itu diungkapkan Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Trisakti (Usakti), Jakarta Barat, Prof Melanie S Djamil, saat ditemui dalam acara Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2011 di FKG Usakti, Senin (26/9/2011).

Salah satu penyebab tingginya angka itu adalah kurang perhatiannya masyarakat akan kesehatan gigi mereka. “Sakit gigi terkadang dianggap sepele, dan orang tua beranggapan bahwa gigi anak mereka baik-baik saja karena tidak merasa sakit,” lanjut Melanie.

Padahal dalam kondisi berlubang, gigi tidak akan merasa sakit. Rasa sakit akan datang saat lubang tersebut sampai ke syaraf gigi sehingga mengganggu proses pengunyahan, tidur, dan aktivitas anak.

Untuk mengatasi timbulnya lubang pada gigi, harusnya sejak dini orang tua membawa anak mereka ke dokter gigi. Dengan ke dokter gigi secara teratur enam bulan sekali, maka kondisi gigi dapat terpantau dengan baik.

Kebiasaan pergi ke dokter gigi sejak dini inilah, yang tidak dilakukan masyarakat. Hal itu diakui oleh, Katminah, yang mengantar anaknya Ferdi (5) untuk memeriksakan gigi dalam acara Bulan Kesehatan Gigi Nasional.

Kesempatan itu merupakan kali pertama bagi anaknya memeriksakan gigi. Sebelumnya Ferdi tidak pernah mau memeriksakan giginya ke dokter. “Baru sampai puskesmas udah takut,” lanjut Katminah.

Kali ini keberanian Ferdi muncul, karena datang bersama teman-temannya. Katminah berharap di lain kesempatan anaknya mau diajak ke dokter, sehingga kesehatan giginya dapat terpantau.