YLKI: Ibarat Main Voli dan Bola Pingpong

JAKARTA, KOMPAS.com — Peneliti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Indah Sukmaningsih, menilai keributan terkait susu bubuk formula yang pernah diteliti dan mengandung Enterobacter sakazakii bagaikan bermain voli dengan bola pingpong. "Enggak nyambung jadinya," ungkap Indah dalam diskusi mingguan Polemik, Sabtu (19/2/2011).

Menurutnya, persoalan susu formula itu sudah jernih. Penelitian IPB pada tahun 2003-2006 ini harus dilihat dari tujuan penelitiannya. Riset akademis ditujukan untuk riset-riset selanjutnya. Karena itu, riset pun masih dilakukan hanya pada mencit atau anak tikus.

"Waktu itu di Codex enggak dipersyaratkan, ya enggak apa-apa diteliti dan di-publish. IPB dan Badan POM tujuannya apa harus dilihat. Yang satu tujuannya mencari kalau ada sakazakii supaya dipersyaratkan di Codex. Maka dia meneliti. Lalu tidak salah. Kemudian penelitian itu untuk dijadikan penelitian berikutnya. Kalau Badan POM itu penelitiannya untuk petunjuk konsumen belanja aman," katanya.

Hanya saja, Indah menyesalkan bahwa riset akademis yang dipakai untuk riset berikutnya malah dipublikasikan dalam situs yang bebas diakses oleh publik. Namun, tegasnya, penelitian IPB yang dilakukan oleh Sri Estuningsih itu jelas-jelas tidak berlaku untuk bayi manusia.

"Karena penelitian itu dilakukan dengan suhu yang lebih rendah, yang tak sama dengan tubuh bayi," katanya.