MENCONTOH TRANSFORMASI DI CHINA

Transformasi adalah sesuatu yang tidak mudah dan dalam tahapan menuju transformasi dibutuhkan suatu perubahan yang pasti akan menyakitkan bagi mereka yang tidak terbiasa. Seperti halnya Negara China yang saat ini terus berkembang dalam segi ekonomi.

China adalah satu dari sedikit negara di Asia yang berpengaruh besar terhadap ekonomi di dunia saat ini. Hampir seluruh brand pesaing produk Amerika dan Inggris berasal dari China. Di Indonesia sendiri hampir seluruh produk elektronika berlabel ”Made in China”, sebenarnya tidak hanya produk elektronika, di bidang garmen pun China juga hampir menguasai sebagian produksi bahan pokok industri fashion ini.

Lalu apa yang membuat negara China yang dulunya terpuruk bisa berkembang sejauh sekarang ini? Dan mengapa Indonesia dengan kekayaan alam yang berlimpah dan jumlah penduduk yang hampir sama dengan negara China sulit untuk mengikuti jejak negeri panda tersebut?

Jawabannya adalah Bangsa Indonesia sulit untuk bisa menerima suatu perubahan. Bangsa kita yang sudah terjajah selama 3,5 abad oleh Belanda dan merdeka selama 65 tahun ini sudah merasa puas dengan yang telah diraih saat ini. Saat transformasi akan dimulai kita cenderung menanggapinya dengan sinis dan terjadilah pemberontakan.

Seperti yang dikatakan oleh Luthfi Mardiansyah CEO PT. Pfizer Indonesia, ”Banyak orang tidak siap menerima perubahan”, selain karena perubahan itu menyakitkan banyak juga pihak yang merasa terancam dengan adanya perubahan tersebut. Lalu perubahan apa yang bisa kita pelajari dari negara China?

Salah satunya adalah mencontoh sikap pemimpin yang sesungguhnya, seperti yang sudah masyarakat kita ketahui pada jaman kepemimpinan Suharto banyak terjadi korupsi uang negara secara terselubung, bisa dibilang kita seperti telah dibodohi sekian tahun oleh pemimpin kita sendiri, yang berdampak pada saat ini adalah masyarakat jadi trauma dan sulit untuk mempercayai pemimpin mereka. Saat ini yang negara kita butuhkan adalah saling mendukung antara negara dan rakyatnya.

Pemimpin seharusnya bersikap seperti bapak yang melindungi anak-anaknya, saat hal tersebut terjadi yang perlu kita lakukan hanya menerima perlindungan tersebut dan fokus pada tugas kita untuk mempercayai pemipin kita. seperti yang dikatakan oleh Luthfi saat ia mulai membangun kembali PT. Pfizer ”Kerjakan apa yang menjadi pekerjaan kalian, yang lainnya biar saya yang mengurusnya” fokus pada tanggung jawab masing-masing adalah solusi terbaik bagi bangsa kita jika ingin terus berkembang.

Kejadian yang sering kita lihat justru munculnya kebebasan demokrasi yang berlebihan, seperti aksi demo untuk hal-hal yang tidak terlalu penting, yang akhirnya kita melupakan apa tugas kita yang sebenarnya. Mulailah belajar menerima perubahan tersebut, singkirkan sikap malas kita dan sikap terlalu cepat puas pada apa yang telah kita terima saat ini. Sikap puas hanya akan menghambat perubahan dalam diri kita sendiri akibatnya kita tidak berhati-hati saat perubahan itu hadir di depan mata kita. teruslah berjuang karena kita masih jauh dari kemerdekaan yang sesungguhnya.

Leave a Reply