Iklan Masif, Rokok Dianggap Lumrah

JAKARTA, KOMPAS.com – Meskipun kesadaran masyarakat terhadap bahaya merokok makin luas, tetap saja anak-anak dan remaja menganggap rokok itu sesuatu yang lumrah. Hal ini disebabkan banyaknya iklan rokok di media massa yang gencar setiap hari.

"Iklan yang massif di berbagai media menyebabkan anak-anak anggap itu hal biasa. Padahal, rokok itu berbahaya bagi kesehatan kita dan bisa mematikan," kata Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau, Laksmiati Hanafiah di Jakarta, Sabtu (2/10/2010).

Ditemui di sela-sela aksi peduli antitembakau di City Walk Sudirman, Mia mengatakan, acara-acara musik dan olahraga cukup membantu dalam menyadarkan anak-anak dan remaja tentang bahaya merokok.

"Konser musik, parade dan acara lainnya yang menyasar anak muda bisa membantu upaya kita mencegah mereka merokok," ujarnya.

Mia menilai, masyarakat, terutama generasi muda, mulai menyadari bahwa rokok itu berbahaya. "Mereka juga paham bahwa dalam aturannya, tembakau itu menyebabkan adiksi dan kematian bagi si pelaku," ujar Mia.

Untuk itu, Komnas Pengendalian Tembakau meminta pemerintah melarang iklan rokok sepenuhnya.

"Kami tidak melarang perilaku merokok atau menutup industri rokok, melainkan mengatur mereka dan melarang pemuatan iklan rokok melalui media apapun," ungkap Mia yang diamini Sekjen Komnas Pengendalian Tembakau, Suhardi.