Awas, Jeroan yang Anda Makan Cacingan?

PAGAR ALAM, KOMPAS.com — Warga Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, diminta mewaspadai tiga jenis cacing yang terdapat pada jeroan hewan kaki empat karena dapat membahayakan kesehatan manusia.

“Ada tiga jenis cacing pada jeroan hewan tersebut, yaitu Haemonchus sp, Oesophagostomum sp, dan bunostomum. Cacing yang umumnya berkembang biak dalam organ pada hewan berkaki empat atau jeroan ini biasanya hidup di dalam hati, usus, paru-paru, dan lambung,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Pagar Alam, drh Syukri, Senin (20/9/2010).

Menurut dia, biasanya cacing tersebut tumbuh dan hidup dalam organ sapi atau kambing, seperti usus, hati, dan lambung, dengan berbentuk bulat berwarna merah. “Masyarakat harus waspada terhadap cacing tersebut, terutama pemilik rumah makan dan hotel yang suka menyajikan menu organ dalam atau jeroan kaki empat, seperti sapi dan kambing,” katanya.

Dia mengatakan, cacing-cacing jenis ini paling banyak terdapat di usus dan lambung, oleh warga biasa disebut dengan babat, tetapi yang paling susah dibersihkan di bagian lambung, di mana cacing banyak terdapat di daerah itu.

“Bentuknya berlipat-lipat dan berbulu seperti handuk membuat bagian tersebut sangat sulit dibersihkan sehingga banyak meninggalkan cacing jenis itu,” ungkapnya.

Walaupun dimasak dengan suhu tinggi, katanya, cacing jenis ini tidak mati, bahkan apabila daging itu dimakan, cacing akan tumbuh dan berkembang biak dalam usus manusia. “Keberadaan cacing ini akan mencerna semua sari makanan yang dikonsumsi seseorang serta memakan kandungan gizi dalam tubuh sehingga akan membuat kondisi tubuh pucat, kurang darah, dan mudah terkena penyakit. Cacing lambung ini berada di dalam lipatan lambung dan berukuran sangat kecil berbentuk bulat sehingga sulit dilihat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam Rasyidi Amri mengatakan, ada jenis cacing yang terdapat di usus dan organ hewan kaki empat, seperti sapi, yang sudah dipotong meskipun telah dicuci dengan bersih dan menggunakan air panas, tapi masih belum steril.

“Kita harus melakukan penelitian apakah memang ada beberapa jenis cacing yang hidup di beberapa bagian hewan yang kita konsumsi, seperti di hati dan usus, sehingga membahayakan kesehatan dan harus diwaspadai,” ungkapnya.