KEPANIKAN ISSU PENGURANGAN RUPIAH

Semenjak munculnya issu pengurangan rupiah dari Rp. 1000,- menjadi Rp. 1,- membuat beberapa pengusaha dan masyarakat menengah kebawah menjadi resah. Issu ini membuat masyarakat panik karena pada saat ini banyak terdapat bahan-bahan pokok dibawah harga Rp. 1000,- yang berarti akan terjadi kenaikan-kenaikan harga bila terjadi redenominasi tersebut.

Tapi masih belum diketahui secara pasti apakah presiden akan segera menyetujui usulan tersebut. Masyarakat hanya bersiap-siap sebelum kondisi tersebut benar-benar terjadi. Diantaranya mereka mulai menahan aset-aset dalam bentuk rumah, tanah, dollar ataupun emas. Tidak sedikit juga yang akhirnya menggunakan deposito untuk ditukar dengan aset yang sudah pasti.

Pada akhirnya yang merasa diuntungkan adalah pihak-pihak yang memberikan jasa penjualan aset-aset tersebut. Contohnya pihak bank atau developer, jika developer diuntungkan karena penjualan mereka meningkat, demikian juga dengan pihak bank yang panen aneka nasabah yang ingin KPR ataupun KPA.

Kredit modal kerja juga menjadi salah satu pilihan yang cukup banyak diambil juga saat ini. “Mereka (masyarakat) akhirnya memilih jalur aman dengan mengambil kredit dari bank”, kata salah satu sumber kita. Masyarakat hanya berjaga-jaga saja jika pada nantinya memang benar akan terjadi redenominasi tersebut.

Yang jelas kita juga menghimbau agar teman-teman juga berjaga-jaga untuk apa yang akan terjadi kedepan nanti.

Leave a Reply