FAKTA TENTANG GLOBAL WARMING

Teman tentu berita tentang global warming sudah sering banget kita baca dan kita dengarkan efek buruknya. Nah, sekarang warungcurhat ingin mebagikan beberapa fakta tentang salah satu penyebab global warming, kita ingin memperkenalkan CO2 atau karbondioksida yang menjadi donatur utama timbulnya kerusakan alam, seperti apa sih proses dan kerugiannya?

CO2 dihasilkan dari 4/5 dari pembakaran bahan bakar fosil, dan sisanya dari penebangan hutan dan perubahan dalam pemanfaatan lahan. Lalu kemanakah emisi tersebut pergi? Ternyata 1/3 emisi tersebut diserap oleh tumbuhan dan tanah, dan ¼ nya diserap oleh laut, sedangkan sisanya masih berada di udara dalam waktu yang lama. Wow!! Tanpa kita sadari selama ini CO2 tersebut masih menggantung di udara lho.

Tentunya bisa kita bayangkan seberapa parahnya bumi saat ini. Menurut Joh Sterman salah satu peneliti, kesalahan manusia yang paling mendasar menurut beliau adalah terletak pada pola pikir setiap orang. Sebagian orang berpikir bahwa peningkatan CO2 di atmosfer dapat dihentikan dengan menghentikan penambahan emisi.

Sterman memberi sebuah perumpamaan tentang air yang terdapat di dalam bak mandi, air diumpamakan sebagai CO2. pola pikir sebagian manusia adalah bagaimana caranya agar kita mengurangi penambahan air pada bak mandi agar air tidak penuh dan tumpah, padahal menurut beliau yang seharusnya kita lakukan adalah dengan cara membuka penutup bak mandi dan dengan segera mengalirkan air tersebut keluar.

Beliau memaparkan bahwa pada tahun 2008 saja kadar CO2 di udara sudah mencapai 385ppm, dan ternyata meningkat 2/3 ppm setiap tahunnya. Jika CO2 tidak segera kita saring maka akan terus menumpuk di udara. Menurut Sterman walaupun kita bisa menghentikan penambahan CO2 masih dibutuhkan beribu millenium untuk benar-benar bisa membersihkan udara dari CO2.

Fakta ini tentu bisa menjadi tamparan bagi kita juga, saat ini sangat penting agar kita bisa ikut membantu pengurangan gas CO2, simpel dan mudah mulailah dengan memberi tanaman pada rumah kita, selain itu juga gunakanlah bahan bakar bio dari tanaman agar tidak mencemari udara.
Sumber: National Geographic.

Leave a Reply