Kamar Khusus Gelandangan di RS Sragen

SRAGEN, KOMPAS.com – Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, memaksimalkan kamar perawatan pasien khusus gelandangan dan orang-orang terlantar.

“Pelayanan gratis untuk kalangan-kalangan tersebut kami lakukan mulai 2010 ini,” kata Direktur Utama Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sragen (BLUD RSUD) Sragen, dr. Farid Anshori di Sragen, Jumat.

Dia mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk melokalisir pasien-pasien dari kalangan tersebut agar mereka dapat terawat secara lebih maksimal tanpa menganggu kenyamanan pasien umum lain.

Farid mengklaim langkah tersebut adalah inovasi pihaknya yang belum pernah dilakukan di banyak rumah sakit yang ada di Indonesia. “Upaya yang kami lakukan tersebut merupakan bentuk pelayanan sosial kepada masyarakat,” kata dia.

Oleh karena itu, lanjutnya, PMI Sragen bekerja sama dengan Dinas Sosial Sragen dalam menangani pasien-pasien dari kalangan tersebut. Dia mengatakan, dinas sosial lebih berperan dalam melakukan penjaringan dan pendataan gelandangan dan orang-orang terlantar yang sakit dan butuh perawatan rumah sakit.

Dia mengatakan, kamar perawatan pasien untuk kalangan gelandangan dan orang terlantar terdiri dari dua kamar yang berada di titik tersendiri di dekat Ruang Anggrek RSUD Sragen.

“Untuk perawatan tersebut kami bekerja sama dengan dinas sosial dalam pendanaan, termasuk anggarannya didapatkan dari anggaran dana untuk masyarakat yang tidak terdaftar di dalam Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas),” kata dia.

Langkah penyediaan kamar tersendiri, menurut dia, karena sebelumnya beberapa pasien dari kalangan tersebut ada yang terlantar dan tidak diurusi keluarganya. “Meskipun jumlah kejadian seperti itu tidak banyak, kami tetap akan memaksimalkan kamar pasien tersebut agar tidak ada masyarakat yang berhak untuk mendapatkan perawatan kesehatan terlantar,” ujar Farid Anshori.