BOLEHKAH PENGGUNAAN KONTRASEPSI SPIRAL ???

SETIAWAN BERTANYA :

Setiawan ‘wawan’ Handoyo 3 November
syalom….pak saya mo tanya…istri saya mau pasang alat kontrasepsi
spiral,…menurut agama kristen boleh tidak pak? terimakasih atas

jawabannya.
GBU

————————————————-

PST. WENAS MENJAWAB :

Sdr. Setiawan Wawan Handoyo yang KRISTUS kasihi.
Terima Kasih atas pertanyaannya. Saya akan mencoba menjelaskannya :

Ada beberapa pendapat yg menentang Kontrasepsi secara total dengan
menggunakan ayat utama sbb :

KEJADIAN 1:28.

Dalam ayat ini “memiliki anak” merupakan berkat sekaligus perintah dari
Allah. Sebagai berkat Allah, ketetapan ini tidak boleh ditolak. Sebagai
perintah Allah, ketetapan ini tidak boleh dilanggar. Menolak berkat maupun
melanggar perintah Allah ini melalui penggunaan alat kontrasepsi
merupakan dosa.

KEJADIAN 38:1-10
Dalam teks ini Onan hanya mau melakukan hubungan seks dengan istri
saudaranya yang telah meinggal, namun dia tidak mau memberi keturunan
kepadanya (ayat 9). Tindakan ini dianggap jahat oleh Tuhan sehingga
Tuhan membunuh Onan (ayat 10). Kisah ini bisa diidentikkan dengan
penggunaan alat kontrasepsi yang tetap mau melakukan hubungan seks
tetapi tidak mau memiliki keturunan melalui aktivitas tersebut.

ASPEK KEPRAKTISAN

Kontrasepsi dianggap berpotensi untuk menimbulkan berbagai persoalan.
Beberapa yang sering muncul adalah peningkatan frekwensi aborsi
(karena beberapa alat kontrasepsi bersifat membunuh janin yang sudah
terbentuk), seks di luar nikah, berbagai penyakit kelamin maupun AIDS.
Melihat seriusnya masalah yang dapat ditimbulkan, penggunaan alat
kontrasepsi merupakan hal yang harus dihindari.

————————————————

Menurut saya, ada beberapa hal yg perlu menjadi renungan kita mengenai
penentangan tsb.

KEJADIAN 1:28 : TUJUAN UTAMA —> MENGUASAI BUMI

tidak dapat dijadikan alasan untuk menentang kontrasepsi. Tujuan utama
dari prokreasi adalah melayani Tuhan dengan cara menguasai bumi.
Tujuan ini baru akan tercapai apabila manusia beranak-cucu, bertambah
banyak dan memenuhi bumi. Pada waktu perintah ini diberikan, bumi
hanya dihuni oleh Adam dan Hawa, sehingga perintah ini mendesak untuk
segera dilakukan manusia.

Dengan memahami tujuan dan konteks ayat
ini, kita dapat melihat bahwa kontrasepsi – terutama di negara-negara
yang sudah padat penduduknya – merupakan tindakan yang tidak
melanggar ayat ini. Jika tingkat kelahiran di negara yang padat penduduk
dan miskin tidak dibatasi maka akan lahir anak-anak yang tidak
mendapatkan gizi cukup, edukasi yang baik maupun bimbingan orang tua
yang memadai. Situasi seperti ini justru akan menciptakan generasi yang
tidak mampu menguasai bumi.

KEJADIAN 1:28 : PERINTAH UTAMA —–> BERANAK CUCULAH.

Teks ini hanya memerintahkan suami-istri untuk memiliki anak,
bukan memiliki anak SEBANYAK-BANYAKNYA.

Ada satu kejadian lucu saat saya bertemu dengan seseorang
di-Jogjakarta yg mempunyai 18 anak dari 5 (lima) istri. Ia menjelaskan
bahwa perkawinan dengan 5 istrinya itu adalah utk memenuhi perintah
TUHAN, Bahkan ia nekat hendak menikah sebanyak mungkin untuk
mewujudkan perintah TUHAN tsb yaitu : “Beranak cuculah & penuhilah
bumi!!!”

Maka saya berkata “Ya pak. Memang itu perintah TUHAN, tapi itu perintah
yg ditujukan kepada seluruh umat manusia, bukan hanya tugas Anda
pribadi utk memenuhinya. Sehingga pak sendiri yg harus kawin sebanyak
mungkin utk mewujudkannya.”
Akhirnya setelah melalui diskusi berbulan2, ia memutuskan utk bertobat &
melepaskan istrinya satu persatu & hanya hidup dengan satu istri.

ALASAN2 KONTRASEPSI

Jika dilakukan karena tidak mau direpotkan dengan anak-anak atau tidak
mau bentuk tubuh istri menjadi rusak akibat kehamilan, sehingga mereka
memilih untuk menikah tetapi tidak memiliki anak, maka hal tsb kurang
tepat menurut saya.

Sikap ini didasari motivasi untuk kenyamanan diri sendiri dan tidak sesuai
ajaran Alkitab. Keputusan untuk tidak mau memiliki anak hanya bisa
dibenarkan apabila didasari motivasi untuk memuliakan Tuhan (lebih fokus
dalam menjalani hidup bagi Tuhan) atau pertimbangan kasih (dalam kasus
kehamilan yang dapat membahayakan jiwa istri), dsb.

———————————————–

Jadi, menurut saya :

1. Kontrasepsi hanya diperbolehkan dalam konteks pernikahan.
Penggunaan alat kontrasepsi di luar pernikahan yang sah merupakan
dosa.

2. Motivasi penggunaan alat kontrasepsi adalah untuk hal-hal yang
memuliakan Tuhan, bukan yang mengedepankan kenyamanan pasangan
semata. Apalagi diluar pernikahan.

3. Alat kontrasepsi yang dipakai tidak boleh yang termasuk kategori
pengguguran kandungan (aborsi). Sedangkan metode Spiral menurut saya
sudah termasuk semi-aborsi (jika tidak mau disebut aborsi), karena kedua
sel sperma & telur telah bertemu.

Gereja Katolik menolak semua bentuk Kontrasepsi selain sistem
Penanggalan / Kalender. Namun Gereja2 Protestan Secara umum
sepakat KB yang baik adalah sistem; Penanggalan, tubektomi dan
vasektomi (operasi kecil yang sangat cepat dan aman). Memang banyak
pro dan kontra, namun menurut saya secara pribadi kondom dan Coitus
Interuptus (mengeluarkan mani di luar Vagina) merupakan kontrasepsi
yang masih bisa diterima.

Secara umum gereja menentang; kontrasepsi spiral.

Suntik dan pil bisa diterima, sepanjang tidak merusak tubuh (Bait Tuhan).
Jika dengan suntik atau pil lalu kulit bereaksi alergi, artinya tubuh bereaksi
negatif, merusak tubuh, maka carilah cara lain. Jika Anda sudah ada anak
maka vasektomi atau tubektomi jalan terbaik.

Banyak sekali kelemahan KB Spiral. Mulai dari pendarahan hingga
kanker. Selain itu, Spiral masih ada kemungkinan hamil dan jika hamil,
karena proses kontrasepsi spiral membuat sperma lemah, maka
kemungkinan anak lahir cacat besar sekali, jadi lebih baik dihindari.

——————————-

Demikian jawaban saya. Semoga bisa menjadi pencerahan. TUHAN
YESUS memberkati Anda sekeluarga.

In HIS Vineyard

PST. WENAS
sumber : Christian Young Business Community

Leave a Reply