Tingkat Konsumsi Sayuran Masih Rendah

INDRAMAYU, KOMPAS.com – Dibandingkan negara tetangga, konsumsi sayuran masyarakat Indonesia tergolong rendah. Padahal mengonsumsi sayuran menyehatkan dan dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit gangguan fungsi pencernaan.

Direktur Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka pada Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Yul H Bahar mengungkapkan, saat ini konsumsi sayuran per kapita warga Indonesia hanya 40,6 kilogram per tahun. Jauh di bawah konsumsi beras yang mencapai 139 kg per tahun.

Selain faktor budaya, rendahnya konsumsi sayuran juga karena belum munculnya kesadaran yang masif di masyarakat untuk mengkonsumsi sayuran agar menyehatkan tubuh. Menu utama masih didominasi karbohidrat.

Konsumsi sayuran per kapita warga Indonesia jauh dibandingkan China yang mencapai 270 kilogram per tahun, Myanmar 80 kg, Malaysia 49 kg, Filipina 55 kg, Singapura 120 kg dan India 50. Rekomendasi FAO untuk konsumsi sayuran per kapita 73 kg.

Di negara lain konsumsi sayuran besar dalam bentuk salad. Mengonsumsi sayuran selain menyehatkan tubuh juga akan mendorong kegairahan usaha budidaya sayuran. Sehingga akan meningkatkan pendapatan petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.