Leptospirosis Renggut Lima Nyawa

BANTUL, KOMPAS.com – Sebanyak 45 warga Bantul, DI Yogyakarta terkena leptospirosis. Lima orang diantaranya meninggal dunia. Namun, pemerintah daerah setempat belum menyatakannya sebagai kejadian luar biasa atau KLB. Padahal jumlah kasusnya melonjak pesat dibandingkan tahun lalu.

Berdasarkan data dinas kesehatan kabupaten Bantul, kasus leptospirosis tahun 2009 tercatat 9 kasus, satu orang diantaranya meninggal. Tahun ini penyakit yang ditularkan lewat air kencing tikus tersebut, banyak menyerang warga di Kecamatan Sedayu dan Sewon.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, dr Siti Noor Zaenab Syech Said, Rabu (2/6/2010) mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menetapkan KLB. Meski ada peningkatan dua kali lipat lebih, tidak perlu ada penetapan KLB secara politis oleh bupati. “Yang terpenting adalah upaya pencegahan secara konkret,” katanya.

Dia mengatakan, tingginya kasus leptospirosis di Bantul salah satunya karena posisi daerah tersebut sebagai daerah hilir. “Semua aliran sungai dari arah utara mengalir ke selatan dengan melintasi Bantul. Air menjadi media subur bagi penularan leptospirosis. Dengan mudah air kencing tikus dan ternak lainnya mengalir ke sungai,” ujarnya.