Konsumsi Buah Masyarakat Sangat Rendah

BOGOR, KOMPAS.com – Menteri Pertanian Suswono mengatakan konsumsi buah-buahan masyarakat masih sangat rendah yakni sekitar 32, 67 kilogram per kapita per tahun. Angka tersebut masih jauh dari standar konsumsi buah yang ditetapkan Food and Agriculture Organization of United Nation (FAO), yakni sebesar 65,75 kilogram per kapita per tahun.

“Ini tantangan bagi kita supaya masyarakat cinta makan buah-buahan,” ujar Suswono saat membuak Festival Jambi Biji Mekarsari, di Taman Wisata Mekarsari, Cileungsi, Bogor, Minggu (27/6/2010).

Dikatakan Suswono, tingkat konsumsi buah masyarakat masih rendah dikarenakan faktor budaya dan daya beli masyarakat yang masih rendah. Bagi masyarakat pedesaan, konsumsi buah yang rendah dikarenakan budaya masyarakat yang hanya menganggap nasi sebagai bahan makanan.

“Karena mereka makan itu nasi, kalau belum makan nasi, tandanya belum makan. Ini persoalan, ini yang harus diyakinkan kalau kita makan itu harus variatif,” kata Suswono.

Sementara di perkotaan, daya beli masyarakat miskin kota terhadap buah-buahan yang masih rendah membuat konsumsi buah di perkotaan juga rendah. “Ini akan menjadi perhatian pemerintah sendiri mengenai harga, karena harga buah-buah lokal lebih mahal dari impor,” ujar Suswono.

Untuk itulah, demi mendorong konsumsi buah-buahan, pemerintah akan memberi bantuan berupa bibit buah-buahan dan mengkampanyekan kepada masyarakat agar mulai cinta buah. “Pemberian bibit, bantuan bibit buah-buahan dalam rangka supaya masyarakat bisa juga menanam. Untuk masyarakat kota sebenarnya yang pnting kemauan memelihara buah-buahan, kampanye ini yang harus dimasifkan,” imbuh Suswono.

Dengan demikian, diharapkan konsumsi buah-buahan akan meningkat sehingga menurunkan konsumsi karbohidrat atau beras sebesar 1,5 persen per tahun. Hal tersebut dikarenakan konsumsi beras rumah tangga Indonesia sangat tinggi, yakni 105-110 kilogram per tahun, sementara negara Asia Tenggara lainnya sudah mencapai 90 kg per tahun.